
Keesokan harinya, Zelly mengikuti perkataan ibunya untuk mengurus perceraiannya dengan Riana. Dan langsung mendaftarkan ya ke pengadilan agama setelah semua berkasnya lengkap. Riana pun tampak tak perduli dengan apa yang dilakukan oleh Zelly. Dia justru merasa senang begitu tau jika Zelly sudah mendaftarkan pengajuan perceraian mereka.
Namun berbeda dengan orang tua Riana, saat kabar proses perceraian itu sampai di telinga mereka. Mereka bergegas menyambangi kediaman Zelly. Tapi sayangnya saat mereka datang, Zelly sedang tak ada dirumah. Hanya ada Riana yang sedang menelpon seseorang dengan penuh canda tawa. Tak terlihat sama sekali kesedihan diwajahnya, justru Riana tampak sangat bahagia saat dia menceritakan perihal perceraiannya itu pada orang yang sedang berbicara dengannya di telpon itu.
" Kamu gak usah khawatir, sebentar lagi aku akan bebas dari laki-laki tua yang payah itu. Kita tak perlu lagi diam-diam bertemu dan berkencan. Karena bagaimanapun juga,. dia yang sudah mengajukan perceraian itu bukan aku. Jadi kalau ada apa-apa nanti, tinggal salahkan dia aja." ucapnya penuh semangat.
Riana tak menyadari jika semua pembicaraannya itu telah didengar dengan jelas oleh kedua orang tuanya.. Kedua orang tuanya sangat tak percaya mengetahui jika anaknya bisa melakukan semua itu pada suaminya. Mereka mengira jika apa yang mereka lihat selama ini itu adalah yang sebenarnya, tapi ternyata hanya sandiwara saja. Bahkan yang membuat mereka lebih tak menyangka lagi adalah anak mereka sudah merencanakan nya dengan sang kekasih.
" Jadi ini alasannya kenapa Zelly mengajukan perceraiannya ke pengadilan agama? Karena perilaku mu yang memalukan ini Ana? Apa kurangnya suamimu sampai kamu tega melakukan semua ini nak? Tadinya ibu kecewa pada suamimu itu karena ingin menceraikanmu. Karena ibu fikir anak ibu yang terbaik, tapi sekarang ibu mau pada mereka. Karena ternyata kamu sengaja melakukan semuanya hanya demi bisa berpisah dari suamimu itu." ibunya benar-benar terkejut menyaksikan kelakuan anaknya yang diluar dugaan.
" I-ibu.. Kenapa ibu kesini gak bilang-bilang Ana dulu?" ucap Riana tergagap saat tau ibu dan ayahnya sudah ada didalam kamarnya.
" Kenapa? Apa kalau kamu tau kami mau datang kamu mau berpura-pura lagi?" tanya ayahnya dengan suara tertahan karena menahan amarahnya.
" Bu-bukan begitu ayah. Ana cuma..."
Plakk..
" Ibu benar-benar kecewa sama kamu Ana. Ibu tadinya sangat bangga padamu, bahkan ibu sangat marah pada mereka karena ibu fikir mereka sudah berbuat hal yang tak adil padamu. Tapi ternyata, kamu gang sudah sangat kurang ajar pada mereka. Hanya demi laki-laki gak jelas seperti dia itu kamu tega menyakiti mereka. Entah mau ditaruh dimana muka kamu ini nantinya. Tapi jika ini yang kamu mau, semoga kamu gak menyesal sudah melakukan semua itu pada mertua dan suamimu. Karena orang seperti mereka itu sangat jarang di temukan." ibunya menambahkan dengan air mata bercucuran.
Riana hanya terdiam mendengar semua perkataan dari ayah dan ibunya. Karena dia sendiri mengakui apa yang dikatakan ayah dan ibunya itu benar, dia sendiri mengakui jika Zelly adalah laki-laki yang baik. Bahkan selama menikah, Zelly tak pernah marah dan berlaku kasar padanya. Bahkan ibu mertuanya sangat menyayanginya. Tapi dia benar-benar tak bisa menerima pernikahan itu karena ada laki-laki yang sangat dia cintainya. Laki-laki yang jauh lebih muda dari suaminya dan sudah menjanjikan banyak ke indahan untuknya.
__ADS_1
" Maafkan Ana ayah, ibu.. Ana tak bisa mencintai dia, Ana punya idaman hati sendiri. Ana tau mereka orang-orang yang baik. Tapi Ana tak bisa berpura-pura bisa menerima pernikahan ini. Ana merasa ini terlalu konyol untuk bisa diterima. Setiap hari Ana melihat dia Ana semakin tak suka padanya. Semakin dia baik pada Ana, Ana semakin merasa benci padanya. Jadi Ana mohon pada ayah dan ibu, mengertilah.. Mungkin ini hang terbaik buat kami." ucap Riana mencoba membela diri.
" Sudahlah Bu, percuma membicarakan hal ini lagi dengan dia. Terserah dia mau berbuat apa sekarang, Ayah sudah tak perduli. Sekarang kita harus meminta maaf pada mereka. " ucap ayahnya menenangkan ibunya yang masih menangis.
" Baiklah. Ayo, kita pergi sekarang."
Ayah dan ibu Riana meninggalkan kamar Riana dengan perasaan yang penuh kekecewaan pada Riana. Sementara Riana hanya bisa mematung memandang kepergian kedua orang tuanya. Dia tak menyangka jika kedua orang tuanya akan tau kebenaran nya yang selama ini dia tutupi dari mereka justru dari dirinya sendiri. Riana tau jika kedua orang tuanya tak pernah menyetujui hubungan cintanya dengan sang kekasih. Karena menurut kedua orang tuanya jika kekasihnya tak sebaik yang Riana kira. Hanya saja Riana tak pernah tau alasan yang sebenarnya apa.
Zelly baru kembali dari restoran miliknya dan baru saja menghempaskan bokongnya di atas sofa di ruang tamu. Tiba-tiba bel berbunyi tanda ada tamu yang bertandang. Zelly pun bergegas menghampiri pintu dan membukakan nya.
" Ibu.. Ayah... Masuklah." Zelly agak terkejut melihat kedatangan mertuanya kerumah ibunya. Mereka sangat jarang untuk datang menemui ibunya, dan kali ini Zelly menduga ada sesuatu yang membuat mertuanya itu datang menemui ibunya.
" Duduklah dulu, sebentar aku panggilkan mama." imbuh Zelly.
Tak berselang lama, Zelly pun kembali bersama ibunya.
" Mala, ada apa? Kenapa kalian datang dengan wajah yang tak enak dipandang begitu?" tanya ibunya Zelly begitu melihat wajah orang tua Riana yang tegang.
" Kak, kami datang kemari karena kami mau minta maaf pada kakak. Kami sungguh tak tau apa yang telah anak kami lakukan pada anak kakak. Kalau kami tau....."
" Sudahlah Mala, tak perlu di perpanjang masalah ini. Mungkin memang kesalahan ku yang sudah meminta kalian agar menikahkan Riana dengan anakku tanpa mendengar keinginan dari anak-anak kita terlebih dulu. Ini semua murni kesalahanku. Seharusnya aku yang minta maaf pada kalian, jadi kalian janganlah bersikap begini. Ini hanya menambah rasa bersalahku pada kalian."
__ADS_1
" Tidak begitu kakak, anak kakak adalah anak yang terbaik yang pernah kami temui. Kami tak akan bisa jumpai lagi anak yang sebaik anak kakak ini. Maafkan kami yang gak bisa mendidik anak kami dengan baik. Semoga kelak kakak dapatkan menantu yang jauh lebih baik dan sepadan dengan anak kakak." ucap ibunya Riana.
" Maafkan anak kami nak, semoga kamu bisa mendapatkan jodoh yang terbaik dan pantas mendapatkan semua kebaikanmu ini. Mungkin kami tak seberuntung itu untuk bisa terus menjadi mertuamu. Tapi kami bangga pernah mempunyai menantu seperti mu." imbuh ayah Riana tulus.
" Tak apa ayah, ibu.. Aku menganggap semua ini sebagai ujian buatku untuk menjadi manusia yang lebih sabar dan lebih baik lagi. Aku sayang pada Riana, walaupun kami berpisah aku akan tetap menyayanginya sebagai saudaraku." jawab Zelly lembut.
" Kami sungguh malu pada kalian, kalian adalah orang-orang yang punya hati lapang. Sedangkan kami..."
" Sudahlah Mala, walaupun kelak kita tak menjadi besan lagi tapi kita masih bisa bersaudara kan?"
" Terima kasih kak, Zelly.. Kalian tak marah pada kami dan masih mau bersaudara dengan kami, walaupun kami sudah menyakiti kalian." ucap ayah Riana sambil menundukkan wajahnya karena malu.
" Sudahlah, mungkin anak-anak kita memang tak berjodoh dalam pernikahan, kita hanya berjodoh dalam bersaudara. Jadi jangan difikirkan lagi..."
" Terima kasih kak, kalau begitu kami permisi dulu. Maaf kalau kami sudah mengganggu waktu istirahat kalian." ucap ibu Riana berpamitan.
Mereka merasa lega karena ternyata Zelly dan ibunya tak marah pada mereka, tapi mereka juga merasa malu dan kecewa karena perbuatan Riana.
Ah, Riana...
Alangkah ruginya Riana yang telah menyia-nyiakan suami seperti Zelly. Laki-laki baik seperti nya itu sangat sulit dijumpai dizaman seperti sekarang ini.
__ADS_1
Semoga kamu tak menyesali nya nanti nak..
Gumam ibu Riana seraya meninggalkan rumah ibunya Zelly.