
Perayaan tahun baru telah usai, Purnomo merasa tersiksa dengan situasi yang rumit itu. Dia tak pernah menyangka jika situasi yang dia alami akan membuatnya merasa semakin sakit. Keberadaannya di rumah itu menambah rasa sakitnya. Dia memutuskan untuk kembali ke kostan nya. Dia tak ingin terus berada di situasi itu. Dia bahkan tak nyaman dengan keadaan Alvian yang selalu murung karena patah hati dari gadis yang sama. Alvian sudah menceritakan semua padanya, dia bahkan tak menyangka jika Habibah belum membuka sama sekali surat Alvian yang dulu itu. Yang parahnya gadis itu bahkan melupakan tentang surat itu. Bagaimana bisa kamu seperti ini Nur? Kenapa kamu penuh dengan teka-teki sampai tak ada yang bisa menebak isi hatimu dan jalan fikiranmu. Dengan cara apa agar bisa menyentuh hatimu yang dingin itu. Purnomo memikirkan tentang gadis itu setiap hari.
Dua hari setelah perayaan tahun baru itu, Purnomo menemui Richard dan Meylan di ruang tamu. Richard sedang membaca koran harian sedang Meylan sedang menonton TV.
" Permisi kak Mey, bisa saya bicara sebentar" sapanya sopan.
" Hai Pur, sini duduk dan bicaralah." sahut Meylan sambil mempersilahkan Purnomo untuk duduk.
" Ada apa Pur?" tanya Richard sambil melipat koran yang tadi di bacanya lalu meletakkan dimeja.
" Begini kak, sebelumnya saya minta maaf karena mungkin yang saya sampaikan ini tak sesuai dengan yang kakak harapkan dari saya. Saya berniat untuk kembali ke kostan saya. Untuk itu saya mohon izinnya dari kakak." terang Purnomo dengan sedikit merasa tak enak hati.
" Kenapa tiba-tiba kami ingin kembali ke kostan? Apa ada masalah disini? Apa kamu gak nyaman ada disini? Kalau memang iya, apa yang membuatmu merasa gak nyaman itu? Beritahu kami biar kami bantu agar kamu bisa merasa nyaman nanti." ucap Richard serius.
"Oh gak ada apa-apa kok koh, saya cuma ingin kembali saja. Gak ada alasan yang lain. Karena ternyata lebih baik tinggal sendiri. Tapi bukan berarti disini gak nyaman lho koh, tapi tinggal di tempat sendiri itu lebih baik saya rasa."ujar Purnomo mencoba menjelaskan alasan yang masuk akal bagi kakak dan kakak ipar dari sahabatnya itu.
__ADS_1
" Ehmm.. Ya sudah kalau memang itu keputusanmu dan kamu merasa itu yang terbaik buatmu kau izinkan. Tapi kamu sering-seringlah main kesini. Jadi sepi lagi rumah kita ini ya pap? " ucap Meylan yang menyayangkan keputusan Purnomo kembali ke kostan nya.
" Insya Allah saya tetap main ke sini kalau ada waktu kak, terimakasih banyak atas pengertian kakak dan terimakasih banyak sudah banyak membantu saya selama disini." ucap Purnomo tulus.
Saat Purnomo akan memasuki kamarnya sekilas dia melihat Habibah yang sedang merapikan belanjaan yang baru saja dia beli di pasar ke dalam kulkas. Entah kenapa hatinya merasa berat meninggalkan rumah itu tapi dia pun tak bisa terus berada disana. Dia takut dia akan menyakiti hati Alvian jika sampai sahabatnya itu tau bahwa sesungguhnya gadis yang dia cintai selama ini adalah gadis yang sama dengan yang dia cintai yaitu Habibah. Dia tak ingin persahabatan mereka hancur karena hal itu.
" Kamu mau kemana Pur, kok pakaian kamu di masukan dalam tas begitu? " tanya Alvian heran melihat sahabatnya itu merapikan pakaiannya kedalam tas ransel miliknya.
" Maaf Al, aku mau mau balik ke kostan. Bukan apa-apa, aku cuma merasa lebih nyaman disana. Aku sebenarnya senang bisa nemani kamu tapi entah kenapa aku merasa kurang nyaman aja. Karena mungkin senyaman apapun jika tempat orang lain tetap akan terasa beda. Terimakasih banyak kamu sudah banyak bantu aku selama disini dan di buat senyaman mungkin. Tapi apa boleh buat hatiku tetap merasa lebih nyaman di kostan." ucap Purnomo berusaha memberi pengertian pada sahabatnya itu agar ia tak salah faham dengan kembalinya dia ke kostan.
" Yaaahhh... Aku gak ada teman lagi dong?" keluh Alvian seakan merajuk.
"Oke deh, kamu hati-hati ya.. Maaf aku gak bisa antar kamu." kata Alvian akhirnya.
" Aku kan ada motor Al, lagi pula aku bukan anak kecil yang harus di antar-antar segala." balas Purnomo sambil tertawa kecil.
__ADS_1
Alvian, Richard dan Meylan mengantar Purnomo sampai depan rumah. Saat Purnomo berjalan menuju motornya tiba-tiba ada yang memanggil namanya, saat dia berbalik ternyata Ririn sedang berlari menuju kearahnya.
Bruk..
Purnomo dan semua yang ada di sana sangat terkejut melihat Ririn yang tiba-tiba memeluk Purnomo. Purnomo hanya terpaku selain karena terkejut dia juga merasa malu karena di peluk di hadapan semua orang yang masih berdiri disana. Dari balik tirai jendela Habibah menyaksikan adegan itu dengan hati perih. Dia menyentuh dadanya yang tiba-tiba terasa sakit. Ah, kenapa dadaku terasa sakit setiap kali aku melihat mereka? Keluhnya dalam hal.
" Mas Pur mau pergi kemana mas? Kenapa kamu gak tinggal di sini aja?" Isak Ririn sambil memeluk Purnomo. Dia pun akhirnya melepaskan pelukannya saat menyadari pria itu tak membalas pelukannya. Sambil mengusap air matanya Ririn kembali bertanya pada Purnomo.
" Apa ada salahku atau apa mas sampai kamu mau pergi?" tanya Ririn sambil meraih tangan Purnomo yang masih terdiam.
" Gak ada hubungannya sama kamu kok Rin, aku cuma ingin kembali aja ke kostan ku. Lebih nyaman aja kalau tinggal di tempat sendiri walaupun hanya kostan kecil. Kapan-kapan kalau aku ada waktu aku main ke sini lagi" ucap Purnomo menjelaskan. Sebenarnya dia tak ingin menjelaskan apapun pada gadis itu, tapi dalam keadaan di lihat banyak mata terpaksa dia menjelaskan nya.
" Ehem.. ehem.. udahlah Rin, pacarmu itu gak akan pergi jauh juga kok. Kalau kamu kangen kamu tinggal telepon dia aja kan beres." sela Alvian. Dalam hatinya dia merasa iri dengan keduanya, tadinya dia berharap diapun bisa seperti mereka. Tapi sayangnya itu cuma harapan kosong dari dirinya sendiri, karena pada kenyataannya gadis yang dia inginkan tak pernah menginginkan kehadiran nya.
Setelah kepergian Purnomo, Habibah tiba-tiba menunjukkan kesedihan diwajahnya. Habibah sendiri tak menyadari bahwa raut wajahnya saat itu bisa terbaca jelas oleh semua orang yang ada dirumah itu. Alvian yang melihat itu pun mulai menaruh curiga. Apa jangan-jangan dia menyukai Purnomo? Kalau gak, kenapa tiba-tiba dia terlihat sedih begitu? Selama ini ekspresi wajahnya tak bisa dibaca tapi hari ini terlihat sangat jelas kali dia itu sedang sedih. Apa aku yang berlebihan mengartikan atau memang benar yang aku fikirkan ini? Aku akan cari tau nanti benar enggaknya fikiranku ini. Bathin Alvian bertanya-tanya sendiri.
__ADS_1
***
Aku galau gaess.. jangan lupa untuk jempol dan komentar nya ya. terimakasih 🥰🥰