
"Kecelakaan yang dialami ibuku ...." Gantari diam sejenak, lalu melanjutkan, "Apa ada hubungannya dengan putramu?"
Tubuh Jero menegang. Pupil matanya terlihat membesar. Kemudian, dengan pelan ia melonggarkan pelukannya, menatap Gantari lekat.
"Tidak. Kecelakaan Bulan tidak ada hubungannya dengan Wiratha."
Jawaban itu cukup mampu menciptakan ruang lega di hati Gantari yang mendengarnya. Jika memang kecelakaan itu merupakan takdir yang dipilih Tuhan, Gantari ikhlas.
Begitu juga dengan Nevan. Ia yang masih bisa mendengar percakapan antara cucu dan nenek itu, bahkan menarik kedua ujung bibirnya lega. Berarti dugaan Edo hanya omong kosong dan ketakutan Nevan selama ini hanya berlebihan saja.
Edo lain lagi. Ia hanya bergeming tanpa memberikan reaksi sedikit pun. Bahkan, hingga keluar dari Teras Dharmawangsa pun Edo tidak juga bicara.
"Sampai jumpa lagi Gantari. Aku akan langsung ke bandara," beritahu Jero ketika sudah berada di pelataran parkir. Di dekat mobil sedan silver sudah berdiri seorang laki-laki yang siap menunggu Jero. Laki-laki itu memang selalu terlihat mengawali Jero kemana pun ia pergi.
Gantari mengangguk pelan. Ia membalikkan badannya dan melangkah pelan menuju mobil Nevan, namun langkah kakinya terhenti. Ia membalikkan badannya lagi menghadap Jero yang rupanya masih menatapnya.
"Dalam waktu dekat ini kami akan menikah. Jika ... nenek bersedia datang, aku akan sangat senang," ucap Gantari ragu.
Sontak saja senyum Jero terkembang, lantas dengan cepat ia berjalan mendekati Gantari dan memeluknya sekali lagi.
"Tentu. Tentu aku akan datang," kata Jero antusias.
__ADS_1
Gantari tidak balas memeluk, namun begitu senyum tipis tercetak di bibirnya. Begitu juga dengan Nevan yang melihat pemandangan itu. Rasanya, kebahagiaan ini begitu sempurna, bahkan ... terlalu sempurna.
"Nevan!" Edo yang berdiri agak jauh, memanggil Nevan yang akan menuju mobilnya bersama Gantari. Nevan menoleh ke arah Gantari dan meminta pujaan hatinya itu untuk menunggunya di dalam mobil. Sedangkan, Jero sudah bersiap masuk ke dalam mobil yang dibukakan pintunya dengan begitu hormat oleh sang bodyguard.
Gantari patuh. Sekilas, ia memandang pada Edo yang memasang tampang begitu serius, namun kemudian melanjutkan langkahnya menuju mobil Nevan.
Letak mobil Nevan dan mobil Jero bersebrangan, oleh karena itu Gantari harus sedikit menyebrang. Ia menoleh dan melihat mobil Jero sudah mulai bergerak maju.
Sebenarnya, ada di sudut hatinya yang menginginkan sedikit waktu tambahan untuk berbicara santai dengan neneknya itu, namun ia tidak boleh egois. Hubungannya dan sang nenek sudah ke tahap ini saja ia sudah bersyukur.
"DIHYAN!"
Deruman suara mobil terdengar makin mendekat dan Gantari kembali menoleh memastikan asal suara itu. Sebelum ia berhasil melihatnya, tubuhnya sudah terpental dan terbanting keras di atas paving blok parkir Teras Dharmawangsa.
Gantari kaget. Awalnya ia tidak merasakan apapun juga, namun sedetik kemudian ia mulai merasakan nyeri di sekujur tubuhnya. Perlahan rasa nyeri itu berubah menjadi rasa sakit dan semakin sakit. Gantari merintih.
Pandangannya bahkan berubah kabur. Samar, ia melihat mobil Jero berhenti dan neneknya itu keluar dengan tergopoh ke arahnya.
"DIHYAN!"
Gantari mengubah arah pandangnya dan ternyata Nevan sudah berlutut di dekatnya dengan air mata yang menetes.
__ADS_1
Kenapa?
"DIHYAN!"
Bahkan pemuda itu mengangkat tubuh Gantari dengan Isak tangis. Di sisa kesadarannya, Gantari bisa merasakan tubuh Nevan bergetar hebat.
Gantari tidak mengerti dengan apa yang terjadi, namun yang jelas makin lama tenggorokannya makin pahit saja dan kelopak matanya makin lama makin berat saja.
Dion, takdir akan menyatukan kita kembali, kan?
...****************...
Dihyan, aku pernah bilang, jika kesempatan ini tidak akan aku sia-siakan lagi, tapi rupanya Tuhan sangat suka bercanda denganku. Ia seolah membuktikan, jika tanpa restunya segala inginku akan menjadi percuma.
Tuhan, beri tahu aku apa maumu?
...****************...
Jika : Yuhuuuuu! Udah nggak penasaran lagi, dong? Udah bisa tidur nyenyak, dong? Gud nite all.
Btw, nggak ada yang nyadar Cinta Tertinggal ganti cover, ya? 🤧
__ADS_1