Rahasia Sang Mantan (Cinta Tertinggal)

Rahasia Sang Mantan (Cinta Tertinggal)
Seratus Dua Belas


__ADS_3

Nevan mengemudikan mobilnya dengan sebelah tangan, sedangkan sebelah tangan yang lain ia gunakan untuk memijit pelipisnya. Melihat Gantari ke sana-sini dengan pakaian seperti itu benar-benar membuat Nevan sakit kepala.


Ya, akhirnya Gantari tetap melepaskan jasnya dan kabur dari Nevan begitu saja untuk menghampiri para pengusaha kurang asupan. Gantari tidak tahu saja bagaimana isi kepala laki-laki.


Malam ini jalan Jakarta padat seperti biasa, tapi syukurlah tidak sampai macet. Jadi, Nevan masih bisa berkendara sambil melamun. Ada hal yang mengganggu pikirannya. Tadi, ketika Gantari mengembalikan jasnya, Nevan tidak melihat cincin yang tersemat di jari Gantari. Apa secepat itu Gantari melepas cincin pemberiannya?


"Jangan ngelamun. Gue nggak mau pelukan sama pohon."


Nevan menoleh pada Fikri yang duduk di sampingnya, lalu mendecak. Pohon dari mana coba?


Tak mau ambil pusing, Nevan kembali fokus pada jalan di depannya. Namun, pikirannya masih mengawang.


"Loe liat Gantari tadi nggak, Fik?"


"Oh, jadi dari tadi loe mikirin Gantari."


"Nanya doang gue. Heran aja, ngapain dia bisa nyasar di sana?"


"Nyari jodoh konglomerat kali."

__ADS_1


Nevan menoleh lagi pada Fikri. Kali ini disertai delikan tajam. Sedangkan, Fikri memilih pura-pura tidak tahu dengan kemarahan Nevan dan mengutak-atik santai ponselnya.


"Ngomong-ngomong, gue lebih suka Gantari yang sekarang. Lebih cantik dan ... bergairah."


Nevan melotot, lantas menepikan mobilnya dengan cepat. "Keluar loe!"


...****************...


Jero melangkah keluar ruang persidangan dengan air mata yang tidak ada habisnya. Langkah kakinya tampak begitu goyah dan ia merasa begitu lelah. Terlalu lelah, hingga rasanya untuk menarik napas saja ia tak sanggup.


Jero telah dibenci suami dan menantunya. Ia sudah berada di pihak bersebrangan dengan mereka. Wiratha bahkan tidak pernah mau menatapnya lagi. Jero hancur. Ia merasa hidupnya hancur, hingga berkeping.


Jero makin menguatkan tangis. Ia membiarkan tubuhnya didekap erat oleh Gantari. Jero sedang berusaha meyakinkan dirinya sendiri jika yang ia lakukan sudah benar. Sudah lama ia bungkam menutupi kesalahan sang putra dan sekarang ia tak mau diam lagi. Meski, taruhannya dia harus kehilangan dunianya.


...****************...


Waktu terus saja berjalan dan tidak akan berhenti hanya karena seorang Nevandra Ardiona sedang patah hati. Nevan justru makin menenggelamkan dirinya dalam kesibukan pekerjaan. Bahkan, Fikri menjelma menjadi sang provokator yang menghasut teman-temannya untuk menjuluki Nevan sebagai "Si Mata Hijau" karena terlalu mengejar target, hingga membuat Fikri dan tim sakit kepala.


Tiada hari tanpa briefing dan tiada hari tanpa lembur. Seperti hari ini, Nevan merasa tubuhnya remuk. Memimpin rapat alot membuat energinya terkuras. Begitu banyak perbaikan yang harus dilakukan dan begitu banyak target yang harus dicapai.

__ADS_1


Nevan keluar mobil dan melangkah menuju minimarket pada hal rumahnya sudah tak jauh lagi. Memang sudah menjadi kebiasaan Nevan untuk singgah ke minimarket dekat rumahnya sekadar untuk membeli minum.


Nevan berjalan melewati kasir yang menyapanya dengan slogan khas, lantas langsung menghampiri lemari pendingin. Kemudian, ia menarik handel pintu dan mencari minuman isotonik yang akan biasa ia minum.


Tidak perlu membutuhkan waktu lama untuk mencarinya karena Nevan segera meraih minuman itu dan lagi-lagi seseorang merebut minuman yang sudah berada di tangannya. Nevan memejamkan matanya sebentar, mencoba menahan kesal. Kemudian, ia menoleh pada si tersangka.


"Kenapa lama banget datangnya? Aku udah haus dari tadi."


Nevan melongo. Apa yang sebenarnya terjadi pada Gantari?


"Kamu bayarin dulu, ya. Aku nggak bawa uang." Setelah mengucapkan kalimat itu dengan enteng, Gantari segera berlalu. Ia berbicara pada kasir yang sudah ia kenal, lantas melenggang keluar dari sana.


Nevan tercenung, memandang kepergian Gantari sampai ke luar minimarket dan akhirnya masuk ke dalam mobil sedan berwarna hitam. Melihat Gantari yang memakai seragam formal, membuat Nevan menerka jika wanita itu sudah kembali bekerja.


Sebenarnya, ada hal yang lebih mengganggu pikiran Nevan dan ia sudah memastikannya tadi. Gantari ... tunangannya itu, memang tidak lagi memakai cincin darinya.


...****************...


Jika : Mau cerita sedikit, ya. Sebenarnya, dari awal pembuatan Cinta Tertinggal aku memang udah merancang alur yang sedih-sedihan. Cinta Tertinggal memang novel melankolis, kayak aku 👀

__ADS_1


__ADS_2