Ranjang Balas Dendam

Ranjang Balas Dendam
BAB 99. Mereka belum cukup kuat


__ADS_3

Setelah semua persiapan selesai, ketiga perempuan yang akan memerankan adegan terakhir mereka langsung mengambil posisi.


Adegan itu di mana Gita keluar dari bandara lalu bertemu para sahabatnya.


Fokus kamera akan tertuju pada mereka sebagai penampilan kosmetik yang digunakan oleh ketiga perempuan itu, merupakan puncak iklan yang akan memperlihatkan kesempurnaan WO sebagai teman para wanita.


"Action!" Teriak Salios yang duduk memegang naskah di tangannya.


Leora langsung memasuki perannya sebagai Gita dan berlari menghampiri Silvia dan Sri yang sudah menunggunya.


Ketiganya melepas rindu lalu keluar dari bandara.


"Cut!" Teriak Salios.


"Kita ulangi!" Lagi teriak Salios lalu semua orang kembali ke posisi semula.


"Action!"


"Cut!"


"Calista dan Leora, perhatian ekspresi dan ketajaman kalian! Kita ulangi" Ucap Salios.


"Action!"


"Cut!"


Salios menghela nafasnya lalu ia berdiri mendekati ke-3 perempuan yang masih berdiri di posisi mereka. Wajahnya menunjukkan ketidakpuasan.


"Apa yang terjadi?"

__ADS_1


"Tidak tahu! Mungkinkah model pemula melakukan kesalahan?!"


"Gila! Itu tidak mungkin! Sedari tadi siang dia selalu berhasil dalam satu kali pengambilan gambar. Kecuali teman mainnya melakukan kesalahan!"


"Bukan itu, maksudku adalah sutradara tidak puas dengan wajah plastiknya! Sama sekali tidak cocok dengan WO!"


"Benarkah? Aku melihatnya memiliki akting paling bagus!" Orang berbisik karena Meraka tidak menemukan satu pun kesalahan pada 3 model di depan.


Akting mereka bertiga bagus, tapi mengapa sutradara Salios tidak puas?


"Adegan ini adalah puncak dari iklan, tidak hanya mengandung kecantikan dan kesegaran tapi keeleganan, kesempurnaan dan derajat yang tinggi harus sekalian bawakan." Ucap Salios memberi kode pada asistennya agar membawakan hasil rekaman mereka barusan.


Salios memperlihatkan rekaman itu kepada 3 orang di depannya.


"Lihat! Kalian bisa lihat bagaimana kalian berdua hanya fokus untuk memperlihatkan kecantikan kalian pada kamera.


Tapi perhatikan Liona, dia membawakannya dengan sempurna.


Dia tak habis pikir kalau kedua orang yang sudah berpengalaman di industri hiburan harus belajar dari seorang pemula yang baru saja merangkak dari dasar.


"Oh, astaga, aku tidak menyangka Sutradara malah kurang puas pada akting dua model super senior."


"Kau benar, pada hal mereka sudah berakting cukup baik!"


"Kembali ke posisi." Kata Salios.


Leora kembali ke posisinya dan tersenyum dalam hati.


'Begitu mudah menjatuhkan kalian.' Leora memperhatikan beberapa kru yang merekam kejadian itu.

__ADS_1


Mereka adalah api yang mudah di sulut! Dan inilah yang dibutuhkan Leora sebagai sejatanya!


"Action!"


"Cut!"


"Action!"


"Cut!"


Lagi dan lagi! Kejadian serupa kembali terjadi membuat Salios tidak puas.


Sebenarnya, adegan terkahir adalah adegan yang paling mudah.


Hal ini karena mereka hanya perlu menjadi diri sendiri untuk menampilkan kecantikan mereka, menampilkan jiwa muda dan status mereka yang sudah tinggi di industri hiburan.


Tapi Leora yang sangat paham itu menjadikannya sebagai kesempatan.


Liona dan Calista telah memberi akting terbaik mereka, hanya saja, Leora membuat level aktingnya menjadi lebih tinggi hingga ketiganya terlihat tidak seimbang jika mereka dibandingkan.


Ketiga model harus seimbang, agar tidak terkesan ada perbedaan aura untuk setiap orang yang memakai produk WO.


Jadi masalahnya terletak pada bakat buruk dua orang tidak mampu sejajar dengan Leora!


Mereka belum cukup kuat!


Karena Leora berakting dengan normal, maka tidak ada yang bisa menyadarinya kecuali Leora sendiri.


'Satu mencuri peran, satu lagi mendapat peran karena kekuasaan.

__ADS_1


Jadi inilah akibatnya kalau tidak berasal dari kemampuan diri sendiri!' gumam Leora dengan puas.


Otor sadar kalo narasinya kepanjangan, tapi ini semua supaya kalian tidak bingung, harus dijelaskan secara rinci😂🤭


__ADS_2