Ranjang Balas Dendam

Ranjang Balas Dendam
BAB 60. Minta maaf saja tidak cukup


__ADS_3

Leora menerima panggilan dari Liona karena perempuan itu kembali memintanya mengirim informasi tentang sebuah pekerjaan di luar negeri.


Setelah selesai mengirim berkas yang diinginkan oleh Liona, Leora kembali ke meja makan dan mendapati Angkasa sudah menghabiskan semua makanannya.


Angkasa langsung menyambutnya "Sayang, itu masakan yang luar biasa. Aku akan menanti masakanmu Lagi dan Lagi." Ucap Angkasa dengan wajah yang dipenuhi kebahagiaan.


Ekspresi pria itu dan bagaimana angkasa mengatakan menginginkan masakan Leora lagi dan Lagi membuat Leora merasa bersalah di dalam hatinya.


Ia langsung memeluk Angkasa dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang pria itu.


"Makasih sayang, aku pasti akan terus memasak untukmu." Katanya dipenuhi kesakitan karena ia telah menyesal membuat Angkasa menikmati semangkuk makanan berisi cabai dan merica.


Tapi saat Leora kembali ingat berita yang diabaikan Angkasa, ia kembali kesal dan kecemburuan memenuhi hatinya.


'Tekan, tekan,, Angkasa belum menjelaskannya.' Gumam Leora berusaha menguasai dirinya.


Sementara Yosi yang berdiri di belakang Angkasa, 'Astaga, Tuan sungguh,,' Yosi menahan mualnya dibelakang kedua orang itu.


Selain mual karena makanan, ia juga mual karena pertunjukan kemesraan yang berlebihan.


'Bisakah mataku disucikan lagi?' pikirnya frustasi.


Setelah selesai di ruang makan, keduanya kembali ke kamar lalu Angkasa langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Sementara Leora, perempuan itu pergi ke balkon dan menatap langit berbintang dengan gelisah.

__ADS_1


'Aku sudah salah, aku sangat keterlaluan! Tapi,, Dia juga salah, mengapa dia tidak mengatakannya padaku dan malah membiarkan berita itu terus meluas?


Kemana kekuatan ditangannya?


Apa dia sengaja menyimpannya untuk menyenangkan Calista?


Kami sudah bersama selama 1 jam lebih, tapi dia belum pernah menyinggung tentang skandal yang menjeratnya.


Apakah dia tidak menyinggungnya karena skandal itu memang benar?' pikir Leora dengan gelisah.


Dalam logikanya, ia ingin mempercayai tentang semua yang diberitakan oleh media, tapi dalam hatinya, dia merasa kalau Angkasa benar-benar tulus mencintainya apalagi setelah menyaksikan pria itu menghabiskan semua makanan buatannya.


Ting! Ting! Ting!


Tiba-tiba saja ponsel Leora berbunyi secara beruntun menandakan ada banyak sekali notifikasi yang masuk ke ponselnya.


"Berita mengenai Aktris kami dan Tuan Angkasa sepenuhnya hanyalah rumor.


Kami sudah meminta pengacara perusahaan untuk menempuh jalur hukum bagi perusahaan penerbit yang memulai rumor ini.


Bersamaan dengan jumpa pers ini, kami dari pihak Angkasa Raya memberi peringatan kepada setiap penerbit yang sudah, atau berniat menyebarkan rumor tidak terbukti, maka kejadian ini adalah pelajaran bagi sekalian.


Untuk kelanjutan dari kasus ini, kami berharap kalian mau menunggu proses hukumnya." Ucap juru bicara Angkasa Raya sebelum menutup jumpa pers itu.


Leora memnadnagi HPnya dengan linglung. "Mengapa Angkasa memilih menyelesaikan masalahnya dengan cara seperti ini?

__ADS_1


Bukankah sebelum-sebalumnya dia selalu bermain dibelakang?" Ucap Leora.


"Kau sudah mendengar beritanya?" Tanya Angkasa yang tiba-tiba muncul di belakang Leora dan memeluk perempuan itu.


Leora sangat terkejut dan berbalik memandangi Angkasa. "Sayang,," ucapnya.


"Apa kau marah? Maafkan aku." Ucap Angkasa mengeratkan pelukannya hingga Leora bersandar di dada telanjang Angkasa.


Pria itu belum menggunakan pakaian, hanya selilit handuk di pinggangnya.


Leora melepaskan diri dari pelukan Angkasa "Mengapa kau membiarkannya?! Mengapa tidak mencegah beritanya?


Apa karena perempuan itu?! Kau melindunginya?! Kalian benar-benar selingkuh?!


Aku menderita selama setengah hari karena berita itu!


Kau tahu? Aku pikir itu berita benar, aku pikir kau memang memiliki hubungan dengannya!" Ucap Leora menahan air matanya.


"Maaf sayang, aku salah, aku salah." Ucap Angkasa merasa gagal melindungi hati istrinya.


"Tunggu!" Leora melepaskan diri dari pelukan Angkasa dan menatap pria itu dengan tajam.


"Meminta maaf saja tidak cukup untuk diamaafkan! Aku perlu sebuah pembuktian!" Ucap Leora dengan tegas.


Traumanya terhadap hubungan yang gagal di masa lalu membuatnya sangat berhati-hati untuk mempercayai seorang pria.

__ADS_1


Meski dia sangat mencintai Angkasa, tapi sebuah cinta tidak bisa bertahan tanpa adanya keterbukaan!


__ADS_2