Ranjang Balas Dendam

Ranjang Balas Dendam
BAB 131. Tetua yang tidak bijak


__ADS_3

Angkasa kembali ke taman belakang sambil membawa sebuah kotak kecil di tangannya.


Kotak berwarna hitam berukuran seukuran 30 x 30 cm.


Liona langsung mengeryit saat melihat kotak kecil di tangan dan Angkasa. Benda apa yang ada di dalamnya?


Detik berikutnya, Liona tersenyum mengejek, 'Dasar, aku pikir mereka membeli lukisan, ternya memang mereka tidak punya uang!'


Angkasa segera tiba di samping Leora dan meleyakkan hadiah itu di atas meja.


Leora mengambilnya laku memindahkannya ke depan Tetua. "Kakek, ini hadiah dari kami. Semoga Kakek menyukainya." Ucap Leora.


"Haha,, tentu saja Kakek menyukainya. Apa lagi hadiah ini dari cucu kakek." Ucap Tetua.


"Hadiah dari adik pasti sesuatu yang sangat berharga. Perlihatkanlah pada kami!" Seru Liona dengan wajah yang sangat penasaran.


"Betul, biarkan kami melihat hadiah apa yang diberikan cucumu!" Sutrisno juga sangat penasaran.


Tetua menghela nafas, ia akan mempermalukan cucunya saat semua orang melihat perbandingan dua hadiah dari kedua cucu perempuannya.


"Bukalah Kek." Ucap Leora saat melihat keraguan di mata Tetua.


Tetua akhirnya membuaka hadiah dari Leora dan Nagkasa.


Yang pertama mereka lihat adalah akaian yang dibeli Leora.

__ADS_1


Tetua tersenyum melihat pakaian dari brand yang sering dipakainya.


"Sepasang jas? Wahh! Cucumu benar-benar pandai memilih!" Sutrisno memuji pakaian yang dibeli Leora.


"Cucuku benar-benar mengerti. Ini adalah jas yang sudah lama ku inginkan.


Tapi karena tidak bisa bebas keluar, aku merasa sangat sulit untuk mendapatkannya." Ucap Tetua penuh bahagia lalu menoleh pada Leora dan Angkasa.


"Terima kasih, kalian berdua sangat mengerti Kakek!" Ucap Tetua.


"Sama-sama Kakek." Jawab Leora dan Angkasa secara serempak.


"Dia cucu yang pengertian, sampai bisa menebak hadiah yang diinginkan Tetua."


"Hadiah yang mahal dengan hadiah yang paling diinginkan Tetua, aku yakin Tetua lebih tersanjung pada hadiah dari pasangan miskin itu!"


Banyak orang memberikan penilaian mereka hingga membaut telinga Liona dan Radit jadi panas.


'Sial! Mengapa jadi kami yang direndahkan?! Jelas ini adalah lukisan kesukaan kakek, bahkan harganya begitu fantastis!


Bagaimana bisa dibandingkan dengan sepasang jas seharga 1 juta lebih?! Aku bahkan bisa membelikan lebih banyak!' Liona menggertakkan giginya.


Dengan amarahnya, Liona diam-diam mengetik pesan singkat di ponselnya.


Beberapa detik setelah pesan itu terkirim, seseorang perempuan tiba-tiba berbicara.

__ADS_1


"Tetua sangat menyukai Lukisan, jadi Leora membeli lukisan terbaik sebagai hadiah untuk Tetua, aku pikir, kedua cucu itu sama-sama sangat mengerti dengan Tetua.


Tapi Lukisan dengan harga fantastis? Jaramg sekali seorang cucu mau menghabiskan begitu banyak uang untuk Kakek mereka!


Lalu pakaian?! Bahkan itu bisa dibeli secara online, aku rasa Tetua hanya mengatakan tidak bisa membeli pakaian itu karena mau melindungi Liona!


Memilih seorang cucu dan mengorbankan yang lain, itu seharusnya bukan perbuatan bijak!"


Setelah kata perempuan itu, semua orang kembali yang memuji Leroa akhirnya terdiam.


Benar juga, dua-duanya adalah hadiah yang diinginkan Tetua, tapi sala satu hadiah memiliki harga yang tidak main-main!


Lagi pula, sikap tetua,,,


Orang-orang kembali berbisik mempertanyakan keadilan Tetua pada dua cucunya.


Apa lagi mengaitkan dua hadiah dengan harga yang memiliki perbedaan cukup jauh.


Manakah yang seharusnya lebih berharga?


@Interaksi


Iya,, 4 kok sehari,, tapi otor banyak kerjaan di dunia nyata jadi nyicil gini deh.. nanti up-nya bakal normal lagi kalo udh gak banyak sibuk ya,, 😁😁😁😁🤭


__ADS_1


__ADS_2