Ranjang Balas Dendam

Ranjang Balas Dendam
BAB 145. Raja Iblis


__ADS_3

Leora baru saja kembali dari pemotretan WO yang sudah di tunda beberapa kali.


Ia sudah sangat ingin bertemu dengan suaminya yang katanya sudah menunggunya di rumah.


Tapi ia terkejut saat dirinya tiba dan mendapati suaminya malah bermain ponsel dan mengabaikan istrinya yang baru saja pulang!


Sambil mengatupkan gigi-giginya, Leora berjalan ke arah Angkasa.


"Sayangku?!" Kesal Leora melemparkan ponsel Angkasa lalu mencubit kedua pipi pria itu.


"Hp_nya lebih penting daripada istrinya!" Ucap Leora dengan wajah cemberut manja miliknya.


"He'emm,, sayangku!" Balas Angkasa menciumi wanita itu.


"Aku baru saja membaca berita Kalau adik perempuan mu akan segera menikah.


Mereka baru saja mengumkan tanggal pernikahannya." Ucap Angkasa membuat kaget Leora.


"Tanggal pernikahan? Lho, kok kita tidak tahu apa pun!" Ucap Leora yang merasa sangat aneh kalau keluarga besarnya tidak melakukan pertemuan untuk menentukan tanggal pernikahan.


"Apa pentingnya, yang penting, kita harus membantu supaya pernikahan mereka berjalan dengan lancar." Kata Angkasa kembali meraih ponsel yang telah dibuang Leora lalu melakukan panggilan telepon.


"Anggara, atur pernikahan adik perempuan istriku supaya berjalan dengan lancar.


Kalau ada kendala, kau bantu untuk menyelesaikannya dan usahakan pernikahan itu disaksikan semua orang di dunia ini!" Ucap Angkasa membuat perempuan yang sudah duduk di pangkuan pria itu ternganga di tempatnya.

__ADS_1


"Sa,, ayang,, mengapa aku melihatmu lebih bersemangat menyambut pernikahan itu daripada mempelainya?" Tanya Leora.


"Emmh,," Angkasa memperbaiki raut wajahnya.


"Sayang, melihatmu seperti ini membuatku berpikir kalau aku sudah menikah dengan seorang psikopat!


Untung saja psikopat itu pria tampan dan kaya raya!


Kalau tidak, sudah kubuang kelautan penuh hiu!" Gerutu Leora sambil menggertakkan giginya.


"Sayangku, kau tega, kalau aku dan hiu bertarung siapa yang akan menang?" Tanya Angkasa.


"Emmh, ya,, tentu saja iblisnya!" Jawab Leora.


"Apa?! Iblis?!" Angkasa mengeryit.


"Kau!!?"


"Malaikat pencabut nyawa?!"


"Sayang, kau!!" Wajah Angkasa terlihat memerah karena menahan kemarahannya.


Tentu saja dia tidak bisa memarahi istrinya, Kalau tidak, dia sendirilah yang akan terluka saat istrinya terluka.


"Hahaha,, sayangku! Wajahmu memerah! Hahah,, mana mungkin aku tega melempar kan suamiku ke lautan Hiu?" Kekeh Leora.

__ADS_1


"Kalau suamiku sampai terluka atau kenapa-napa, siapa yang akan memelukku di malam hari supaya bisa tidur?


Siapa yang akan memandikanku saat aku pulang larut malam dan sudah terlalu mengantuk untuk mengurus diriku sendiri?


Siapa yang akan membangunkan ku di pagi hari saat aku ada jadwal pagi-pagi sekali?"


Leora memeluk suaminya dengan erat lalu membenamkan wajahnya di leher pria itu.


"Kalau kau tidak ada di dunia ini, bagaimana aku akan menjalani hari-hariku?


Aku tidak bisa hidup tanpa raja iblis!" Ucap Leora dengan suara sedikit serak, ia benar-benar tulus mengatakannya.


"Sayangku, aku tidak bisa bernafas tanpamu." Jawab Angkasa merasa sangat hangat.


"Hmmm, terima kasih. Lelahku langsung hilang." Kata Leora yang sebenarnya menahan rasa sakit di seluruh tubuhnya karena pemotretan yang berjalan sangat lambat, sebab Liona yang terus membuat kekacauan.


"Aku akan memandikanmu." Kata angkasa lalu pria itu segera berdiri membawa istrinya ke dalam kamar mandi.


"Aku mau air hangat, dan sabun aroma mawar" kata Leora sebelum memejamkan mata lelahnya, membiarkan Angkasa mengambil alih pekerjaan mandinya.


@Interaksi



allaaa komentarnya bikin kaget, pikirnya ada typo, hehe...

__ADS_1


makasih ya,, komennya sangat menghibur sampe viral di grup penulis WA 😂😂😂🤭


__ADS_2