
Mobil yang di tumpangi Leora dan Angkasa hampir tiba di kompleks perumahan mereka.
"Stop!!" Leora tiba-tiba berteriak dan mendorong Angkasa saat pria itu mengarahkan tangannya sesuatu yang pribadi.
"Ada apa?" Hanya Angkasa sambil mengerutkan keningnya, ia merasa tidak puas dengan perempuan di atas pangkuannya.
"Kau gila!" Bentak Leora sembari mengeratkan pelukannya dan membenamkan kepalanya di dalam leher Angkasa.
"Kau tidak tahu malu di depan bawahanmu!" Ucap Leora sambil menggertakkan giginya membuat Angkasa tersenyum mengerti. Iamenatap pada pria yang sedang mengendarai mobil.
"Apa kau memperhatikan kami?" Tanyanya.
"Tidak Tuan, saya sedang fokus menyetir." Jawab supir itu sambil menggertakkan giginya.
"Kau dengar itu?" Kata Angkasa kembali memberikan sebuah kecupan besar yang menghasilkan suara.
"Hentikan! Dia satu ruangan dengan kita!" Ucap Leora masih merasa sangat kesal.
Tadinya Leora sudah berusaha menahan diri, tapi kerinduannya pada Angkasa membutnya melupakan keadaan.
'Sudah beruntung aku masih sempat ingat dengan pria di depan. Tapi Angkasa malah melakukan hal konyol!
Tapi untunglah belum terjadi sesuatu yang memalukan!' Gumam Leora merasa sedikit lega.
__ADS_1
Leora berusaha menjauhkan tubuhnya dari pria itu, tapi apa yang bisa ia lakukan saat Angkasa menahannya dengan kuat.
"Dia tidak akan mengerti," kata Anhkasa kembali menciumi Leora.
"Mmhhh!!!" Leora berusaha menolak pria itu.
'Sial!! Apakah dia pikir pengawal nya sama sekali tidak mengerti dengan hal hal seperti ini?! Ini sungguh memalukan untukku!!!' Gumam Leora hendak menangis.
Untungnya mobil mereka sudah berhenti di depan rumah. Leora merasa sangat lega dan langsung membuka pintu lalu berlari meninggalkan angkasa.
Angkasa juga keluar mengikuti Leora dan mengejar perempuan itu ke dalam lift.
"Ya ampun Tuan! Apakah tuan pikir aku ini masih anak kecil yang tidak akan mengerti dengan hal-hal seperti itu?
Adik kecilku yang malang,, sekarang bagaimana aku akan menidurkanmu?!" Gumam supir itu dengan harga diri yang sudah diinjak-injak oleh Angkasa.
Setelah selesai, Leora keluar dari kamar mandi dan mendapati Angkasa sudah tidur dengan nafas teratur.
Leora yang tadinya bersemangat langsung merasakan semangatnya menguap seperti setetes air yang jatuh di tanah gersang, langsung menguap sebelum menyentuh tanah.
"Kenapa dia tertidur? Dasar tidak berperasaan!" Gerutu Leora sebelum membaringkan tubuhnya di samping Angkasa.
"Hmmm! Dia tidur begitu lelap!" Lagi Kesal Leora sambil menahan diri untuk tidak mengganggu pria itu.
__ADS_1
Leora tidak bisa memejamkan matanya karena ia sudah tidur setengah dari malam itu. Tapi tiba-tiba ia terkejut dengan suara ponselnya.
'Suapa yang menelepon malam-malam seperti ini?' Pikirnya meraih ponselnya dan melihat nama Dokter Gina.
"Halo Dok?" Jawabnya setengah berbisik.
"Apa aku mengganggumu?" Tanya Gina.
"Aah, tidak, kebetulan aku juga tidak bisa tidur." Jawab Leora memperhatikan Angkasa yang tidur lelap lalu dia berbalik membelakangi pria itu karena tidak ingin mengganggunya.
"Kau sedang bersama siapa?" lagi tanya Gina.
"Aku bersama Angkasa. Tapi dia sedang tidur pulas." Jawab Leora sebelum ia terkejut saat Angkasa sudah memeluknya dari belakang.
"Sayang!! Kau dengar itu! Dia sedang bersama Angkasa! Mereka sudah bertemu, dan Angkasa tidur dengan nyanyak!" Terdengar suara Gina langsung berkata pada seseorang yang bersamanya.
"Jangan menganggu mereka!" Kembali terdengar suara yang diperkirakan Leora sebagai suara Anggara.
"Ahh, baik Leora, nikmati pertemuan kalian." Lagi kata Gina sebelum terdengar suara panggilan yang diputuskan.
Le ora terdekat kecil melihat teleponnya sudah mati. 'Hah,, menikmati apanya?!.' Gumam Leora sebelum memejamkan matanya.
Tapi beberapa saat ia berusaha tidur dia tidak bisa lelap.
__ADS_1
'Hah,, aku pikir kami akan melakukan sesuatu di kamar. Mengapa yang terjadi malah tidur? Kemana semangat yang pria ini miliki saat kami masih di mobil?' Gerutu Leora dalam hati.
Maafya semuanya. Otor masih kere banget buat ngisi kuotaπππ