
Sesuai dugaan Riani, pemotretan hari itu benar-benar batal. Jadi Riani langsung mengatur keberangkatan Leora untuk kembali ke ibukota.
Ketiga orang itu turun dari lantai pemotretan ke lobi.
Begitu tiba di lobby, Yosi langsung menyadari mobil Angkasa masih terparkir di tempat semula mereka diturunkan.
Ia langsung melihat ke arah Riani yang masih setia mengekori mereka.
Perempuan itu sudah membuatnya merasa risih karena terus saja menempel padanya.
"Riani, apa kau merasa haus? Mau pergi membeli minuman?" Kata Yosi secara tiba-tiba membuat Riani dan Leora keheranan dengan pria itu.
"Ehh, membeli minuman bersama?" Tanya Riani tak percaya. Tentu saja karena sudah dari tadi ia berusaha merayu Yosi tapi apapun yang ia lakukan tidak pernah berhasil.
Namun sekarang, tiba-tiba saja pria itu menawarinya untuk membeli minuman bersama.
"Ya, apa yang Nona ingin minum?" Tanya Yosi sambil meberi kode.
"Ahh, aku mau air putih saja." Ucap Leora saat ia menangkap kode dari Yosi.
"Baik, kalau begitu kami akan segera kembali." Ucap Riani yang sangat bersemangat.
"Hmm," jawab Leora membiarkan kedua orang itu pergi dari hadapannya.
Begitu keduanya pergi, Leora langsung melihat seorang pria yang keluar dari mobil untuk menyambutnya.
__ADS_1
Dengan senyuman merekah, Leora berjalan cepat kearah Angkasa dan memeluk pria itu.
"Jadi kau sudah tahu tentang pemotretan yang dibatalkan?" Tanyanya.
"Hmm,," jawab Angkasa menarik Leora memasuki mobil.
Leora memperlihatkan wajah jengkelnya "Kau ini! Harusnya kau memberitahuku! Jadi kejadian di mobil tidak perlu terjadi!" Ucap Leora mengingat kejadian tadi pagi di dalam mobil.
"Aku baru mengetahuinya setelah kau meninggalkan mobil." Kata Angkasa lalu pria itu mendekatkan wajahnya pada telinga Leora.
"Tapi kau juga sangat menikmatinya bukan? Aku pikir bercinta di mobil jauh lebih baik daripada di atas ranjang." Bisik Angkasa membuat Leora salah tingkah hingga pipinya memerah.
Perempuan itu langsung melihat Anggara dan supir di depan. Tapi untungnya, kedua orang itu terlihat tenang karena mungkin tidak mendengar ucapan Angkasa.
"Jangan pernah membahas hal seperti itu di depan orang-orang mu. Sangat memalukan!" Lagi kesal Leora.
"Kau ini!!" Lagi gerutu Leora sekali lagi memberikan sebuah cubitan di perut Angkasa.
"Kembali ke Ibu Kota." Kata Angkasa pada dua orang di depannya sembari terus memeluk pinggang Leora dan memberi kecupan ringan di puncak kepala Leora.
Leora masih marah, tapi perlakuan Angkasa membuat amarahnya reda.
"Aku lelah," ucap Leora menyandarkan kepalanya di dada Angkasa lalu memejamkan matanya.
Beberapa puluh menit berada di dalam mobil, mereka akhirnya tiba di bandara.
__ADS_1
Mereka masih menunggu di ruang VIP saat ponselnya berdering.
Nama pemanggil: Riani
"Halo," jawab Leora.
"Kak Liona? Kau ada dimana?" Tanya perempuan itu.
"Aku sudah di bandara. Hendak kembali ke Ibu Kota. Aku ada urusan mendesak. Susul aku bersama Yosi," ucap Leora.
"Aduh Kak Leora, aku sudah tidak bersama Kak Yosi. Dia pergi mencarimu dan belum kembali juga. Aku juga tidak punya nomor ponselnya, jadi tidak bisa menghubunginya." Jawab Riani dengan suara cemas.
"Aah,, kalau begitu kau atur saja kepulanganmu. Kita bertemu di Ibu Kota." Lagi jawab Leora lalu menutup ponsel itu dan melihat pada angkasa.
"Yosi hilang." Katanya.
"Biarkan saja." Jawab Angkasa dengan cuek.
"Tapi, dia tidak punya ponsel dan juga-"
"Kau berani mengkhawatirkan lelaki lain di hadapanku?!" Ucap Angkasa sambil menatap tajam Leora.
"Ahh,," jawab Leora sambil tersenyum dan tanpa malau memeluk Angkasa di depan Anggara.
"Apakah suamiku sedang cemburu?" Ucapnya menggoda Angkasa.
__ADS_1
Pertanyaan Leora membuat Angkasa semakin kesal "Kau mau mendapat hukuman?" Tanyanya.
"Aku tidak berani." Lagi, Leora menjawab dengan suara manja. Hatinya dipenuhi kehangatan yang sudah lama hilang.