
Di sebuah apartemen kekinian di tengah riuhnya ibukota.
"Nona! Nona Adelia! Saat yang Nona tunggu-tunggu sudah hampir tiba!" Seorang asisten tiba-tiba menghampiri Adelia menyerahkan ponsel.
"Apa itu?" Ucap Adelia mengambil ponsel dari asistennya dan membaca berita yang ditunjukkan.
"Ahh, bagus, dia akan segera menikah?" Ucap Adelia tersenyum getir melihat tanggal pernikahan Liona dan Radit.
"Benar Nona, mereka akan segera menikah! Ini saat yang tepat untuk mempermalukannya.
Dia acara pernikahan itu, kita bisa membuat kekacauan supaya si Leora bisa tahu dan sadar kalau dia bukan siapa-siapa!"
"Bagus!! Aku tidak sabar menantikannya. Segera hubungi Joy dan Soy, Aku mau mereka berdua melaksanakan tugas itu." Ucap Adelia tersenyum licik.
Apa jadinya jika di hari pernikahanmu sendiri, sebelum terjadi malam pertama kau diperkosa oleh 2 orang pria?
"Dia akan diceraikan sebelum malam pertamanya!
Ckk,, Radit, pria itu sangat membenci gadis yang sudah tidak perawan lagi." Ucap Adelia tersenyum sinis saat ingat bagaimana Radit menolaknya mentah-mentah hanya karena dia sudah tidak perawan lagi.
"Ide bagus Nona, jadi sekali kita membuat langkah 2 orang langsung tersingkirkan.
Pria sialan itu, memang cocok bersama perempuan songong!" Kesal sang asisten mengingat kejadian di dalam lift saat Leora dengan tidak tahu diri berani berteriak pada Adelia. (BAB 70. Liona mencari masalah.)
"Hah,, baiklah, aku serahkan semuanya padamu, aku akan menunggu kabar baiknya di hari itu." Kata Adelia dengan suasana hati yang sangat baik.
"Baiklah, hadiah pernikahan mereka akan dibungkus dengan sempurna!"
...
Akhirnya, sesuai dengan tanggal yang telah diumumkan ke publik, pernikahan Radit dan Leora palsu akhirnya digelar.
Sebagai saudara kembar Liona, Leora duduk di dalam ruang pengantin menemani Liona yang sudah berdandan dan siap menjadi ratu sehari.
__ADS_1
"Akhirnya,, anak ibu akan menikah juga." Ucapan Anasta yang sangat bersemangat dengan pernikahan putrinya.
"Leora, ambillah beberapa gambar, ini hari besar adikmu!" Ucap Anasta kini duduk di samping Liona bersiap untuk difoto oleh Leora.
"Bu, Aku tidak terlalu pandai dalam menggunakan kamera.
Sebentar lagi fotografernya akan tiba disini, mengapa tidak menunggu sebentar?" Tanya Leora yang jelas tahu, kalau dia yang memotret maka Liona akan mencari celah untuk merendahkannya lagi.
Leora juga tahu kalau ibunya tidak akan pernah membela orang lain apalagi di hari besar Liona.
Dan dia malas mencari masalah!
"Tidak apa, aku senang kalau adik yang mengambil gambarnya." Kata Liona tampak ramah.
"Lihat kan, Kakakmu tidak keberatan. Ayo cepat! Ambil beberapa gambar." Ucap Anasta tanpa bisa ditolak oleh Leora.
Tiga kali jepretan, Leora kemudian menyerahkan ponselnya untuk dilihat oleh Anasta dan Liona.
"Ibu, bukankah aku cantik?" Tiba-tiba kata Liona sembari tersenyum puas melihat wajahnya di dalam kamera.
'Ckk,, memang dia tidak salah memilih!' Gumam Leora merasa jijik.
"Tunggu, gambarnya akan lebih bagus lagi kalau fotografer yang melakukannya.
Ibu harus menemui seseorang dulu Jadi tunggu di sini sebentar, lalu ibu akan kembali bersama seorang fotografer." Ucap Anasta segera meninggalkan kedua gadis perempuannya itu.
"Bagaimana menurutmu Kak?" Tanya Liona dengan senyum bahagia setelah Anasta pergi.
"Kau cantik, Radit pasti suka." Jawab Leora tersenyum.
"Jangan berpura-pura, aku tahu Kakak sangat cemburu padaku, karena akhirnya aku akan menikah dengan seorang pria yang kucintai dan seorang pria yang kakak cintai tapi tak pernah bisa kakak miliki.
Hah,, maaf Kak, tapi mulai sekarang, mungkin kita akan jarang bertemu.
__ADS_1
Aku akan mengikuti suamiku ke rumahnya." Liona penuh kebahagiaan.
"Hmm,, aku turut senang." Jawab Leora dengan senyum yang tidak pernah luntur dari wajahnya.
Hal itu membuat Liona tampak sedikit ragu pada perempuan itu "Kakak tidak sedang merencanakan sesuatu bukan?" Tanya Liona curiga.
"Sesuatu? Apa maksudmu? Aku jelas sangat bahagia karena kau akan menikah dengan orang yang kau cintai.
Lagipula, aku bukan seperti seseorang, melakukan banyak kejijikan untuk mendapatkan apa yang diinginkan."
"Apa katamu? Siapa yang kau maksud dengan seseorang itu?!" Kesal Liona penuh kemarahan menatap Leora.
"Oh,, ya ampun, pamali bagi seorang pengantin marah-marah di hari pernikahannya.
Biasanya jika pengantin marah-marah di hari pernikahannya, mereka akan mendapat musibah dalam pernikahan mereka!" Kata Leora dengan wajah takut.
"Kau--"
"Halo," seorang fotografer dengan tubuh tinggi besar tiba-tiba memasuki ruangan.
"Ahh, fotografernya di sini, tolong foto lebih banyak Kakak saya.
Ini akan menjadi kenang-kenangan yang sangat bagus!" Ucap Leora membuat Liona menggertakkan giginya.
@Interaksi
Pertama, maaf up nya kemalaman... banyak sibuk
Kedua, kemungkinan besok otor sibuk tingkat neraka, jadi kita kemungkinan libur, hehe.. mungkin ya,,,,, belum pasti
Ketiga, gambar dibawah ini adalah curhatan seorang anak berbakti pada ortu ato calon ortu!!
Penutup, selamat menikmati rasa penasaran... hegehe... hegehe,,,
__ADS_1