
Liona baru saja bangun di pagi hari saat ia langsung mendapat kabar tentang tertangkapnya Radit karena kasus obat terlarang.
Hanya dalam beberapa detik setelah menerima kabar itu, wajahnya langsung membiru dan tubuhnya melemah hingga roboh di lantai.
"Bagaimana? Bagaimana bisa ini terjadi?!" Ucap Liona dengan lirih, tak percaya dengan berita yang terpampang di layar ponselnya.
Liona masih tersungkur di lantai saat salah seorang pelayan datang yang di depan pintu kamarnya.
Pelayan itu memencet bel 2 kali sebelum Liona dengan segenap kekuatan yang telah Ia kumpulkan berjalan ke arah pintu dan membuka pintu itu.
"Nona muda, di luar rumah kita ada banyak sekali wartawan yang ingin bertemu dengan Nona." Ucap pelayan itu menahan kekuatirannya karena wajah pucat pasi yang ditunjukkan oleh Liona.
"Apa katamu?! Kau melaporkan hal seperti ini padaku?! Enyahlah!" Bentak Liona meluapkan kemarahannya sebelum menutup pintu kamarnya dengan dengan keras.
Liona baru selesai menutup pintu saat ponselnya kembali berdering menunjukkan bagian humas agensinya sedang menghubunginya.
"Ha,, halo Kak Adi," jawabnya pada panggilan itu.
"Kau baik-baik saja?" Tanya pria dari seberang telpon.
"Ya, aku,, Aku baru saja melihat beritanya." Ucap Liona yang kini duduk di kursi rias sambil menatap kosong pada bayangan dirinya di cermin.
__ADS_1
"Perusahaan sudah memutuskan untuk melepas Radit." Lagi kata Adi membuat Liona semakin syok.
"A,, apa kata Kak Adi? Bagaimana bisa begitu?
Ini hanyalah kasus kecil yang dialami seorang aktor yang sudah menyumbang begitu banyak pada perusahaan.
Bagaimana bisa perusahaan menelantarkannya begitu saja?" Tanya Liona tak percaya.
"Maaf, tapi ini sudha keputusan perusahaan.
Semua akun media sosialmu akan dikunci oleh perusahaan.
Liona memandangi panggilan yang telah terputus, dia frustrasi di tempatnya sendiri karena tidak tahu harus berbuat apa.
Dia tidak memiliki pengalaman apapun dalam industri hiburan, jadi untuk menghadapi situasi Itu dia benar-benar buntu.
"Leora!" Tiba-tiba Bambang memasuki kamar Leora terlihat wajah pria itu menunjukkan ketidaksukaannya pada hal yang terjadi di depan rumah mereka.
"Aku akan berbicara dengan keluarga Radit dan mengakhiri hubungan kita.
Ayah tidak akan pernah membiarkan seorang pria yang terlibat skandal obat-obatan dan karir yang hancur tetap berada di dalam rumah kita.
__ADS_1
Dan kau! Jangan berniat untuk membantu pria itu tanpa izin dari Ayah!" Ucap Bambang dengan tegas.
"Ayah tidak! Pokoknya kali ini, Ayah harus membantuku!
Jika tidak, aku akan membongkar kebusukan Ayah tentang perselingkuhan ayah dengan perempuan laknat itu!" Liona menjawab ayahnya.
Ia tidak rela jika nantinya Leora akan menjadi orang yang paling senang di atas kehancuran hubungannya dengan Radit!
'Lebih baik aku hancur bersama keluarga ini daripada membiarkan Leora menertawakanku!' gumamnya.
"Anak kurang ajar!" Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Liona hingga sudut bibirnya berdarah.
"Ayah!! Kau pria sialan! Beraninya kau menamparku?!" Bentak balik Liona yang sudah hilang akal.
"Apa katamu?! Beraninya kau!!!" Bambang mendekati Liona dan menarik perempuan itu dan melemparkannya ke ranjang.
Ia menarik sprei lalu menggunakannya mengikat Liona pada kepala ranjang.
"Diam di situ!" Teriak Bambang sebelum keluar dari kamar Liona.
"Ayah!! Ayah tidak!!! Tolong!!! Tolong aku!!!" Teriak Liona tanpa ada yang merespon.
__ADS_1