Ranjang Balas Dendam

Ranjang Balas Dendam
BAB 111. Pakaian yang berantakan


__ADS_3

Rumah Casiora.


Anasta mengeryit di meja makan. Sala satu anggota keluarga mereka tidak ada.


"Ayo makan. Jangan pedulikan dia yang sudah membuat keributan!


Beraninya dia membawa lelaki kotor ke rumah ini!


Untung saja baru tunangan dan belum menikah!" Ucap Bambang dengan amarah.


Anasta tidak mengatakan apa pun. Dia hanya menuruti suaminya lalu mereka bertiga mulai makan.


Saat akan selesai makan, ponsel Luna tiba-tiba bergetar.


Sebuah pesan dari Yosi.


"Apartemennya sudah siap digunakan. Kapan aku menjemputmu?" Isi pesan itu membaut Luna tersenyum.


"Ada apa?" Tanya Bambang yang merasa janggal.


"Tidak Ayah. Hanya sebuah pesan dari teman. Ia mengajakku pergi reat-reat." Jawab Luna.


"Reat-reat?" Tanya Bambang mengeryit.


"Iya, kami akan pergi siang nanti. Dan kembali dalam beberapa hari." Jawab Luna dengan wajah sangat meyakinkan.


"Itu bagus untuk anak muda. Pergilah jika kau mau." Ucap Anasta memotong Bambang yang hendak bicara juga.


"Baik, terima kasih Bu!" Jawab Luna dengan senyum semringah tanpa menoleh pada Bambang.


'Akhirnya, ini adalah hari terakhirku di rumah ini.


Bahkan kekasih baruku jauh lebih kaya dari Bambang! Dia bahkan memiliki Black royal master Card.

__ADS_1


Kalau aku bisa merayunya agar memberikanku kartu itu, maka,,


Pria itu sudah membelikanku apartemen mahal di ibu kota, jadi aku tidak perlu ragu akan ketulusannya.


Dasar pesonaku yang terlalu luar biasa!' gumam Luna sangat percaya diri.


Setelah sarapan, Anasta langsung pergi ke kamar Liona.


Ia menekan bel, tapi tidak ada yang menjawab dari dalam.


"Apa dia belum bangun?" Cemas Anasta, apa lagi saat memikirkan para wartawan di luar yang memaksa untuk masuk.


Kasus Radit sudah membuat kesusahan untuk semua orang.


Anasta menghela nafas lalu membuka pintu tanpa sepengetahuan Liona.


Didapatinya Liona duduk di ranjang dengan tangan terikat.


Mulut Liona juga dilakban.


"Apa yang terjadi?" lagi tanya Anasta.


"Ini semua karena ayah Bu! Dia memarahiku karena Radit yang masuk dalam penjara!


Bu, bagaimana hidupku sekarang?


Kekasih yang sangat kucintai kini di penjara!" Isak Liona memeluk Ibunya.


"Tenang saja, keluarganya tidak akan membiarkan dia di penjara.


Lagi pula, kalau dia di bebaskan dia masih bisa memimpin perusahaan.


Yang harus kau lakukan sekarang adalah memberinya dukungan dan semangat.

__ADS_1


Kau mengerti?" Tanya Anasta.


"Tapi,, bagaimana dengan ayah?" Tanya Liona.


"Tidak usaha kuwatir, ibu yang akan bicara dengannya."kata Anasta menenangkan hati Liona.


'Ibu benar, Kalau Radit tidak menjadi aktor, maka dia bisa menjadi CEO di perusahaan keluarganya.


CEO bahkan jauh lebih baik dari pada aktor!' Gumam Liona mendapat pencerahan.


"Kalau begitu, Pergilah mandi. Ibu akan membawakanmu sarapan." Ucap Anasta mengelus puncak kepala Liona lalu meninggalkan kamar perempuan itu.


Anasta langsung ke kamar, tapi Bambang tidak ada di sana.


Padahal seharusnya, lelaki itu ada di kamar menunggunya.


'Kemana dia?' gumam Anasta keluar dari kamar dan pergi mencari Bambang.


Ia mencari ke seluruh lantai dua dqn berhenti di depan kamar Luna.


Anasta memencet bel kamar.


Tak berapa lama, Luna keluar dari kamar dengan penampilan agak berantakan, tapi Anasta tidak mengomentarinya.


"Uh, ibu, apa yang bisa ku bantu?" Tanya Luna menutup kembali pintu di belakangnya.


"Tidak, ibu hanya mau bertanya. Apa kau melihat ayahmu?" Tanya Anasta.


'Tentu saja! Dia baru saja mengambil jatahnya! Dia sekarang bersembunyi di kamarku!' Gumam Luna merasa jijik untuk melayani pria itu lagi.


'Anggap saja ini sebagai balasan atas apa yang sudah diberikan Bambang selama aku di rumah ini '


"Aku tidak melihatnya Bu. Mungkin dia sudah berbakat kerja atau sedang mengecek ikan peliharaanya sebelum ke kantor " ucap Luna berbohong.

__ADS_1


"Ah Benar, kalau begitu Ibu akan pergi ke sana mengeceknya." Ucap Anasta meninggalkan kamar Luna.


Tapi ia tidak pergi, melainkan setelah Luna menutup pintu kamarnya, Anasta kembali berdiri di depan pintu kamar Luna dan menunggu.


__ADS_2