Ranjang Balas Dendam

Ranjang Balas Dendam
BAB 144. Pengakuan Anasta


__ADS_3

"Ayah, ada apa?" Tanya Anasta karena ia terkejut Tetua memanggilnya di tengah malam.


"Anasta, Ayah ingin membicarakan sesuatu yang penting." Ucap Tetua memegang erat tongkat yang ia letakkan diantara kedua kakinya.


"Apa itu Ayah?" Tanya Anasta.


Tetua menghela nafas, berusaha menahan kemarahannya pada perempuan di depannya.


Bagaimanapun, ia harus mendengarkan apa alasan di balik sikap Anasta yang menutupi pertukaran identitas kedua putrinya.


"Kau tahu bukan, kedua Putrimu saling bertukar identitas?" Tanya Tetua membuat Anasta terkejut, tapi perempuan itu segera menahan diri.


"Ayah, Bagaimana bisa Ayah berpikir seperti itu?" Tanya Anasta.


"Sudahlah, jangan menutupi apapun dari Ayah.


Kau adalah ibu mereka, jadi jelas kau lebih dekat dengan mereka dan paling bisa membedakan keduanya.


Sekarang, katakan pada Ayah, Apa alasanmu berpura-pura tidak tahu?!"


Anasta diam sesaat lalu akhirnya membuka mulutnya "Benar Ayah, mereka bertukar. Tapi aku menutupinya karena takut Liona akan terluka!" Jawab Anasta langsung bersimpuh di bawah kaki tertua.


"Melindungi Liona?! Apa maksudmu?!" Tanya Tetua.


"Ayah," Anasta menangis dan wajah perempuan itu memperlihatkan keenganannya untuk mengatakan yang sebenarnya.


"Jangan menutupi apapun!" Ucap Tetua dengan helaan nafas yang berat.

__ADS_1


"Ayah,,, baiklah, aku akan mengatakannya. Tapi tolong, jangan menyalahkan Liona."


"Katakan!"


"Sebenarnya, satu bulan sebelum Leora lumpuh, aku mengetahui kalau Liona hamil." 1 kalimat dari mulut Anasta langsung membuat perempuan itu kembali terisak bagai seorang ibu yang tak berdaya.


Sementara Tetua, wajahnya terlihat pucat, tak menyangka kalau keluarganya begitu berantakan.


Tapi pria itu masih berusaha bertahan dengan menyandarkan punggungnya dan menutup matanya.


"Lanjutkan." Kata Tetua saat tangis Anasta mulai mereda.


"Dia,, dia hamil, hamil oleh Radit! Kekasih Leora!" Anasta berbicara sambil terisak.


"Lalu?"


"Lalu, saat itu juga Ayah menggumumkan kalau dia akan menikah dengan Angkasa.


"Itulah sebabnya aku memalsukan penyakit jantung yang ku derita, Aku tidak mau kalau sampai Liona mengugurkan kandungannya.


Jadi,, aku berharap, dengan beepura-pura sakit, dia tidak akan melakukan hal itu.


Tapi, setelah 1 bulan, aku malah melihat Leora lumpuh disebabkan oleh Liona.


"Mereka bertukar idnetitas, lalu Liona menggugurkan kandungannya demi merebut karir kakaknya.


Aku menangis sepanjang malam, tapi aku tidak bisa melakukan apa pun!

__ADS_1


"Saat itu, aku pikir, dengan putusnya hubungan Leora dan Radit, maka Liona bisa bersama-sama dengan Radit.


Lalu, Leora bisa bersama lelaki yang tidak akan menghianatinya seperti yang dilakukan Radit.


"Ayah,, Liona adalah anak yang nekat, aku takut, kalau sampai orang-orang tahu tentang pertukaran identitas mereka, dia bisa melakukan hal nekat lainnya!


Aku tidak aku kehilangan putriku!" Isak Anasta.


"Lalu, bagaimana dengan Leora? Apa kau tidak pernah berpikir Apakah Liora bahagia dengan keputusan yang kau ambil?" Tanya Tetua dengan mata merahnya menatap anak menantunya yang terisak dengan keras.


"Ayah,, Leora adalah putri yang berbakti. Ayah bisa lihat, setelah Apa yang dilakukan oleh adiknya, dia tidak pernah membalasnya sedikitpun.


Ayah juga bisa melihat bagaimana dia sangat mencintai suaminya sekarang, dia dan suaminya memiliki hubungan yang sangat baik.


Mereka sudah saling mencintai.


"Tapi Liona, dia baru saja dipermalukan di depan semua orang, semua orang sedang membicarakan tentang hadiah yang dibelikannya untuk Ayah.


Dia menderita!" Ucap Anasta menyedihkan hati Tetua.


"Ayah mengerti. Kau bisa pergi sekarang." Kata Tetua, dia tidak akan meminta pendapat Anasta lagi.


"Tunggu Ayah, ayah harus berjanji supaya tidak melaku-"


"Ayah tahu apa yang Ayah lakukan." Potong Tetua.


@Interaksi

__ADS_1



Hayo,,, mau ngintip ya,,, hehe... iya di skip, biar gak ngambil 1 bab.


__ADS_2