Ranjang Balas Dendam

Ranjang Balas Dendam
BAB 58. Masakan percobaan Leora


__ADS_3

Leora menatap tajam layar TV dan mengepal kuat tangannya saat juru bicara Angkasa Raya terlihat di layar TV akan memulai pembicaraan.


Namun pria itu belum mengatakan sepatah katapun saat pintu rumah terbuka memperlihatkan seorang pria baru saja pulang.


Bibi Kira dengan cekatan mematikan TV dan berdiri dari tempat duduknya yang nyaman untuk menyambut Angkasa.


Sementara Leora menggunakan kemampuan aktingnya bersikap layaknya tidak terjadi apapun dan mendekati Angkasa.


"Sayang, kau sudah kembali? Aku sudah memasak makan malam untukmu." Kata Leora disambut pria itu dengan sebuah pelukan hangat.


"Aku merindukanmu." Bisik Angkasa di telinga kanan Leora, ia memanfaatkan kesempatan itu untuk mencium telinga Leora dan menikmati wangi rambut istrinya.


"Aku juga merindukanmu. Mau makan dulu atau mandi dulu?" Tanya Leora sembari membiarkan pria itu terus menciumi telinganya.


"Aku lapar." Ucap Angkasa melonggarkan pelukannya dan menatap istrinya dengan tatapan rindu.


'Astaga,,, apa aku salah lihat?' Gumam Bibi Kira yang terkejut dengan pemandangan di depannya.

__ADS_1


'Mereka sudah seakrab itu, bahkan Nyonya bersikap alami di depan Tuan?!'


"Ayo makan. Demi menyambutmu aku sudah belajar memasak bersama Bibi Kira." Ucap Leora menarik Angkasa ke meja makan.


Begitu tiba di meja makan, Leora langsung menyiapkan makanan yang sudah ia masak.


Setelah menaruh nya di piring Angkasa, Leora mengambil segelas jus yang sudah ia siapkan untuk dirinya sendiri.


Mereka tidak berdua saja, karena di sana ada Yosi yang berdiri di sudut ruangan sesuai dengan perintah Leora.


"Aku belajar memasak, Tapi aku harap kau menyukai masakanku." Lagi kata Leora menekankan 'Belajar memasak' dan 'kau menyukai masakanku'.


"Makasih sayangku, aku pasti menyukai masakan istriku." Jawab Angkasa meraih sendok dan mengambil sesuap masakan Leora.


'Astaga Tuan, anda benar-benar sudah berubah untuk seorang perempuan.


Lelaki yang sedari dulu tidak menyukai masakan rumahan kini mau mencoba masakan hasil belajar seorang perempuan.' Gumam Yosi dalam hati.

__ADS_1


Baru saja sendok menumpahkan makanan di mulut Angkasa saat pria itu mengerutkan keningnya.


"Sayangku, bagaimana?" Langsung tanya Leora dengan suara manja serta memperlihatkan wajah penuh harapnya.


'Hmm, bagaimana sayangku? Apakah enak? Seenak rasanya melihat scandal perselingkuhanmu!' Gumam Leora dalam hati.


Sementara Angkasa yang melihat wajah Leora dan cara perempuan itu bersikap manja padanya, Angkasa merasa tidak tega untuk menghancurkan hati istrinya.


"Sayang, ini,, ini masakan terenak yang pernah ku coba." Ucap Angkasa dengan wajah tersenyum lebar.


"Benarkah? Kalau begitu, kau harus makan lebih banyak." Kata Leora mengambil lebih banyak makanan dan menaruhnya di piring Angkasa.


"Aku masak banyak, kalau kau mau ke lebih banyak, aku bisa mengambilnya lagi di dapur." Lagi kata Leora sembari memperhatikan Angkasa yang sedang menikmati masakan penyiksaan itu.


Angkasa menghabiskan setengah makanan di piringnya sebelum mengangkat wajahnya dan melihat Leora "Sayangku, biarkan Yosi ikut makan, dia pasti belum makan malam " ucap Angkasa sembari menatap makanan yang masih banyak.


"Benar, kalau begitu, Yosi silahkan duduk." Ucap Leora membuat Yosi menjadi sangat canggung karena ia begitu takut untuk mengganggu momen mesra kedua orang itu.

__ADS_1


"Tu,, tuan." Ucapnya merasa tak yakin.


Tapi Angkasa malah menjawabnya dengan tatapan menakutkan yang membuatnya tidak punya pilihan lain selain ikut duduk bersama kedua orang itu.


__ADS_2