
"Kau baik-baik saja?" Tanya Radit mengelap keringat Liona yang sedari tadi terus bercucuran.
"Ya, terima kasih sayang." Jawab perempuan itu meski pikirannya lebih tertuju pada Leora.
'Tatapan Leora, mengapa aku pikir dia sedang mengancamku!
Tatapan itu, dia tidak marah, tapi seolah membuatku hanyut dalam perasaan aneh yang belum pernah kurasakan.' gumam Liona cemas.
"Aku akan bicara dengan sutrada supaya melakukan pengambilan gambar lainnya. Kau istirahatlah dulu." Ucap Radit lalu meninggalkan Liona untuk berbicara dengan sutradara.
Dari kejauhan Leora memperhatikan Radit dan hanya tersenyum miris melihat lelaki itu begitu melindungi perempuan yang sudah menghancurkan mantan kekasihnya.
"Pria itu! Entah apa yang sudah diberikan Liona hingga dia melakukan apapun untuk Liona!" Ucap Leora dengan pelan, menjaga tidak ada orang yang mendengarnya.
Setelah beberapa saat, Radit selesai berbicara dengan sutradara. Leora mengamati ekspresi pria yang kembali menghampiri Liona.
'Cih! Dia berhasil!' Gumam Leora yang begitu hafal bagaimana wajah pria itu ketika ia telah berhasil melakukan sesuatu.
"Kita lanjut syutingnya. Adegan nomor 10." Ucap Sutradara membuat Leora mencibir.
Adegan Nomor 10 adalah adegan kemesraan pemeran Silvia dan Rafi.
Rafi diperankan oleh Radit.
Adegan itu berjalan dengan sangat lancar, bahkan Liona menghafal sederet percakapan panjang yang ada di naskahnya.
"Lihat kan, kamu bisa. Hanya saja tadi kamu terlalu gugup." Ucap Radit menyemangati Liona setelah adegan mereka berjalan lancar.
"Iya, tadi itu, aku hanya gugup saja." Jawab Liona meski banyak orang masih tidak senang dengannya.
__ADS_1
Semua kru sudah mengeluh selama berjam-jam karena syuting yang harusnya berjalan selama 1 hari itu mungkin akan menghabiskan 2 hari karena kesalahan yang dibuat Liona di awal syuting mereka.
Meski tidak dapat menyenangkan hati semua kru, Liona tetap merasa di atas awan karena bisa memperlihatkan kemesraannya di depan semua orang, termasuk di depan mantan kekasih Radit, kakaknya sendiri!
Setelah Liona kembali ke tempat duduknya, dari kejauhan ia menatap pada Leora
Wajah perempuan itu dipenuhi senyum kemenangan.
'Kak Leora, lihat aku! Lihat aku yang akan selalu berada di atasmu!'
Tapi Leora mengabaikannya dan memilih pergi ke belakang untuk memperbaiki riasannya.
Angkasa yang ada di sana langsung mengikuti Leora untuk menjaga Leora dari jauh.
Ia berdiri di lorong menuju toilet. Tak lama kemudian, Radit muncul dan terlihat menunggu Leora keluar dari toilet.
Angkasa langsung mencari tempat bersembunyi yang memungkinkannya mengamati Radit.
Leora menaikkan alisnya menatap pria yang menghampirinya. Di belakang pria itu ada Liona yang sepertinya datang untuk menyusul Radit.
'Hm,, kebetulan sekali, si penghianat dan si pencuri ada di sini.' Gumam Leora.
"Apa yang kau inginkan?!" Tanya Radit memandang tajam Leora.
"Apa maksudmu?" Leora dengan ekspresi malas berbicara dengan Radit.
"Jangan pura-pura tidak tahu, aku tahu kau sengaja menekan adikmu di dalam shooting supaya dia tidak bisa tampil dengan baik." Ucap Radit membuat Angkasa dan Liona yang mendengarnya sama-sama terkejut karena ternyata Radit sudah mengenali Leora.
"Aah, Apa kau punya bukti? Kami hanya melakukan shooting dan dia sendiri yang terlalu bodoh dalam berakting." Jawab Leora merasa jijik pada pria di depannya.
__ADS_1
"Apa katamu? Kau bisa mengatakan kata-kata seperti itu pada adikmu sendiri?
Kau benar-benar sudah berubah dari Leora yang pernah kukenal!" Ucap Radit mulai marah.
"Ahh, aku berubah?! Lalu apa kabar dengan seorang pria yang menghianati ku dan memilih pergi bersama adikku sendiri?
Aku jadi penasaran apa yang sudah dia berikan untukmu hingga kau bisa tergila-gila padanya!" Cibir Leora sembari tersenyum kecut.
"Kau!! Asal kau tahu saja, sudah dari dulu aku menyukainya, bahkan saat kita masih bersama!
Dan jangan pernah menyalahkan orang lain, tapi salahkan dirimu yang terlalu pecemburu dan selalu ingin bersikap manja denganku!
Menjijikkan untuk meladenimu!" Ucap Radit memandang jijik Leora.
"Kau!! Hahaha,, memang benar, aku selalu bersikap manja padamu, tapi semua itu karena dulu aku sangat terlalu bodoh hingga mempercayakan segalanya padamu!
Tapi sekarang, semua sudah usai!
Jangan berharap kita memiliki hubungan yang lebih baik lagi!" Kata Leora penuh kemarahan
"Baiklah, tidak akan pernah!
Tapi angan salahkan aku kalau aku menekanmu!
Karena saat ini, posisimu di industri hiburan sama sekali tidak sebanding dengan posisiku!" Kata Radit sebelum pria itu berbalik pergi meninggalkan Leora.
Liona langsung bersembunyi dan kembali secara diam-diam ke tempat duduknya.
'Jadi selama ini,,,' Liona tersenyum bahagia karena ternyata selama ini Radit sudah menyukainya!
__ADS_1
Bahkan sebelum ia bertukar identitas dengan Leora.