
Setelah meninggalkan kamar Calista, Leora dan Angkasa tidak kembali lagi ke aula pernikahan, mereka menghindari para wartawan.
Keduanya menyelinap meninggalkan hotel itu.
"Sayangku," Leora kembali bersikap manja menikmati bahu suaminya.
"Hmm," Angkasa mengusap kepala Leora.
"Menurutmu, apakah Calista akan mencabut tuntutannya?" Tanya Leora.
"Kalau menurutmu?" Tanya balik Angkasa ingin tahu pendapat istrinya.
"Dia akan mencabutnya. Dia pasti tidak mau kebusukannya terbongkar.
Kalau dia mencabut tuntutannya, maka dia akan membuat publik bertanya-tanya.
Mengapa Calista meloloskan ku, yang hanya seorang model pemula?
"Lalu mereka mulai menyerangnya karena tidak puas aku dibebaskan.
Lalu, aku juga akan menjadi bahan bulanan publik, karena di bebaskan, mungkin mereka akan mengajukan petisi untuk memboikot ku dari industri hiburan.
"Tapi Calista yang tidak mau rekamannya tersebar, dia akan membelaku hingga bisa tetap bertahan di industri hiburan.
Bahkan mungkin, dia akan membantuku menaikkan popularitas ku!" Ucap Leora penuh percaya diri.
"Bagaimana menurutmu? Bukankah analisis ku sangat hebat?" Tanya Leora membanggakan dirinya di depan suaminya.
__ADS_1
"Ya, beberapa tepat." Jawab Angkasa membuat Leora mengeryit.
"Beberapa? Apakah kau punya pendapat lain?" Tanya Leora.
Angkasa mengangguk "Calista akan mencabut tuntutannya, lalu dia akan membuat dirinya sebagai pahlawan yang berhati baik memaafkan orang yang sudah menyakitinya.
Lalu dia akan menggunakan kekuasaannya menekan Dunia Hiburan yang kecil itu, lalu memanfaatkan agensimu menekan mu supaya tidak menyebarkan rekamannya.
Dia akan membuatmu berada di bawah kendalinya." Jawab Angkasa membuat istrinya tercengang.
"Itu,, bagaimana kau bisa berpikir seperti itu?" Tanya Angkasa.
"Anggara baru saja memberitahuku." Jawab Angkasa menunjukkan pesan teks sepanjang surat kabar dari Anggara.
Pesan itu belum di baca.
"Oh my ghost!!! Ini benar-benar rencana yang sempurna!" Kata Leora mengomentari pesan-pesan dari Anggara.
"Lalu sayangku, bagaimana menurutmu?" Tanya Leora yang kini menyerah!
Kalau Calista memanfaatkan kekuasaannya untuk menekannya, maka Leora akan memanfaatkan kepintaran dan kekuasaan suaminya!
"Biarkan dia melakukannya." Jawab Angkasa penuh misteri.
"Ahhh baik sayangku, aku selalu percaya padamu." Ucap Leora kini kembali bersikap manja, bergelayut di lengan kekar suaminya.
"Mana hadiahku?" Tiba-tiba tanya Angkasa.
__ADS_1
"Emmh? Hadiah apa?" Tanya Leora kebingungan.
"Hadiahku karena bisa menebak dengan tepat!" Jawab Angkasa membuat Leora tersenyum geli.
"Haruskah aku memberikannya di sini?" Tanya Leora memberi kode pada Angkasa bahwa mereka bersama seorang sopir jomblo, Yosi!
"Dia tidak digaji untuk urusan seperti ini." Jawab Angkasa menarik Leora ke pangkuannya.
'Astaga Tuan!! Paling tidak saya juga manusia biasa! Masih lengkap dan semuanya masih berfungsi normal!' Gumam Yosi yang tegang sebelum menyaksikan perbuatan gila dua orang di belakangnya.
Sementara di tempat lain, pesta pernikahan baru saja selesai.
Radit yang sudah tidak sabar akan malam pertama mereka, ia langsung melarikan istrinya ke kamar yang sudah mereka pesan.
Bersiap memecahkan telur yang sudah ia nantikan selama bertahun-tahun!
"Aku akan mandi lebih dulu." Kata pria itu meninggalkan Liona ke kamar mandi.
"Astaga,, ini malam pertamaku bersama Radit, mengapa aku jadi deg-deg?!" Ucap Liona yang geregetan untuk sesuatu yang belum pernah ia lakukan.
Sembari menunggu Radit, Liona melepas gaun beratnya lalu mengganti pakaiannya dengan baju tidur yang disiapkan pihak hotel.
Baru saja ia akan melepas riasannya, pintu kamar tiba-tiba terbuka dengan seorang pria datang mengantar makanan.
"Permisi, dimana saya meletakkan ini?" Tanya pria berpakaian pelayan.
"Ahh, di sini saja." Ucap Liona menunjuk meja bundar.
__ADS_1
Liona baru saja berbalik untuk meninggalkan pria itu, tapi dia tiba-tiba disekap dari belakang, sapu tangan dengan obat bius!