Ranjang Balas Dendam

Ranjang Balas Dendam
BAB 75. Misi Leora untuk Yosi


__ADS_3

Setelah sarapan selesai, Angkasa tidak membuang-buang waktu dan langsung menarik Leora ke kamar mereka.


Gina dan Anggara menunggu di ruang keluarga sambil menonton TV.


"Ada apa denganmu?" Tanya Gina saat melihat suaminya sebentar-sebentar meliriknya penuh arti.


"Emhh, sayang," Anggara menarik istrinya sampai perempuan itu duduk di pangkuannya.


"Apakah Dokter sudah memberi kita izin?" Tanya Anggara penuh harap.


"Kau ini! Aku sedang mengandung anak kembar!


Hamil anak kembar jauh lebih sensitif daripada kehamilan biasanya!" Ucap Gina membuat suaminya menghela nafas dan hanya bisa menciumi wajah perempuan itu.


"Berapa lama lagi aku menunggu?" Tanya Anggara di sela-sela ciumannya.


"Entahlah. Aku terlalu malas untuk menghitungnya." Jawab Gina balas memeluk suaminya.


Keduanya masih bermesraan saat tiba-tiba dari arah ruang makan terdengar sesuatu yang jatuh dan pecah.


"Apa itu?!" Gina Langsung melompat dari pelukan suaminya dan berlari ke ruang makan.


Begitu tiba di sana, ia melihat Bibi Kira baru saja menjatuhkan sebuah mangkuk kaca besar.


"Bibi baik-baik saja?" Tanya Gina dengan cemas sembari mendekati perempuan paruh baya yang sedang duduk disalah satu kursi meja makan.


"Iya," jawab Bibi Kira dengan wajah yang pucat.


"Bibi kurang sehat." Ucap Gina sembari melihat pada Anggara yang baru saja tiba.

__ADS_1


"Aku akan memanggil penjaga untuk membawa Bibi ke rumah sakit." Kata Anggara langsung meninggalkan ruangan itu untuk memanggil penjaga.


"Saya baik-baik saja. Bibi hanya perlu istirahat sebentar supaya tenaga Bibi kembali pulih.


Tolong jangan katakan ini pada Nyonya dan Tuan." Ucap Bibi Kira dengan wajah memohon pada Gina.


"Bibi tidak perlu takut, aku akan menemani Bibi ke rumah sakit dan merahasiakannya dari Angkasa dan Leora." Kata Gina dibarengi datangnya dua orang pengawal yang membantu Bibi Kira berjalan ke mobil.


"Sayang, aku pergi duluan. Takutnya tidak ada yang mengurus Bibi Kira." Ucap Gina berpamitan pada Anggara.


"Baiklah, hati-hati." Kata Anggara mengantar Gina ke dalam mobil.


"Oya, jangan katakan pada Angkasa dan Leora kalau Bibi Kira sedang sakit." Lagi ucap Gina.


"Baiklah. Aku akan menghubungimu nanti." Ucap Anggara sebelum membiarkan istrinya pergi.


Setelah Anggara menunggu selama 30 menit, akhirnya dua orang yang ditunggunya sudah keluar dari kamar lalu dia dan Angkasa beranjak meninggalkan Leora yang masih tinggal.


"Kalian di rolling lagi?" Tanya Leora sambil tersenyum memandangi Yosi.


"Ya Nyonya." Jawab Yosi membuat Leora tertawa terbahak-bahak.


"Kau bisa aja. Aku sudah tahu semuanya, aku sudah berbicara dengan Angkasa, jadi kau tidak perlu khawatir apa pun lagi.


Oya, aku mau minta tolong supaya kau menyelidiki riwayat kesehatan ibuku di rumah sakit pusat ibukota.


Juga, dapatkah kau membantuku dengan ketampananmu?" Tanya Leora.


"Saya akan mengikuti apapun perintah Nyonya.

__ADS_1


Tapi sebelumnya, saya berterima kasih pada Nyonya karena mau menjadikan saya sebagai pengawal khusus Nyonya." Ucap Yosi memberi hormat pada Leora dengan membungkuk 90 derajat.


"Haha,, baiklah. Kalau begitu Kau sudah setuju untuk membantuku." Ucap Leora dengan puas.


Keduanya memasuki mobil dan pergi ke pusat perbelanjaan untuk belanja.


Di sela-sela belanja Leora, ia tersenyum saat melihat seorang perempuan juga memasuki toko yang sama dengannya.


"Kebetulan sekali." Leora langsung mendekati Yosi dan mengajak laki-laki itu untuk berdikusi.


"Bawa ini," ucap Leora memberikan sebuah kartu kredit black royal master.


"Nyo,, nyonya! Ini,, ini untuk apa?!" Tanya Yosi dengan tangan gemetaran memegang kartu kredit paling epic di dunia.


Black royal master card, kartu kredit tanpa limit dan hanya bisa didapatkan melalui undangan dengan keanggotaan VIP!


Hanya ada satu di negara mereka!


"Gunakan ini bersama dengan ketampananmu dan lakukan tugas dariku." Ucap Leora membuat Yosi ketakutan.


'Astaga Tuhan! Tolong sembunyikan ini dari Tuan, aku tidak mau kartu epic ini membawa masalah padaku. Amin,, Amin,, Amin ya Allah.' Doa Yosi dalam hati karena takut kecemburuan Angkasa kumat saat tahu Leora memberinya kartu epic.


...❤️❤️❤️🌱...


...❤️❤️❤️🌱...


...❤️❤️❤️🌱...


...❤️❤️❤️🌱...

__ADS_1


...❤️❤️❤️🌱...


__ADS_2