Ranjang Balas Dendam

Ranjang Balas Dendam
BAB 170. Liona jatuh di panggung


__ADS_3

Liona sudah menyelesaikan riasannya, sekarang tinggal menggunakan gaun yang diberikan padanya.


Tapi dia sangat terkejut saat melihat gaun berwarna hitam dengan taburan kristal yang dibawakan padanya.


"Gaun ini?! Bukankah kemarin aku berlatih menggunakan gaun model A? Mengapa jadi model L?" Tanya Liona terkejut.


"Maaf, di saat-saat terakhir mereka mengganti gaun utamanya menjadi gaun hitam ini."


"Apa?! Aku tidak mau!! Ganti dengan gaun yang lain!" Teriak Liona yang tidak puas dengan gaun di depannya, memperagakan gaun model L dengan ekor yang panjang dan lebar sangatlah sulit untuknya.


Ia sudah menghindari gaun seperti itu dan tidak pernah mau mencobanya!


"Maaf, tidak ada lagi yang bisa ditukar karena semua model sudah keluar.


Kamu adalah model terakhir sebagai model paling berbakat dari Angkasa Raya yang akan berjalan bersama para designer."


"Apa katamu?!" Wajah


Liona memucat saat melihat semua orang memang sudah pergi.


Siapa yang berani mengatur semua itu? Menukar gaun yang akan dia kenakan di detik-detik terakhir sebelum naik ke panggung?!


Sementara di atas panggung.


"Pertunjukan selanjutnya adalah pertunjukan para model dari Angkasa Raya yang akan membawakan karya dari para desainer yang kolaborasi dengan Raya Group. Ini dia!!! Kita sambut meriah!!!"

__ADS_1


Model-model berkualitas dari Angkasa Raya berjalan di atas panggung menggunakan karya-karya dari disainer terkenal.


Cukup lama mereka berputar untuk mempertajam ingatan orang-orang terhadap gaun yang dikenakan para model-model itu.


"Karena ini adalah hari spektakuler bagi Raya Group, maka semua karya-karya yang dipamerkan hari ini akan disumbangkan sebagai amal untuk membantu anak-anak yatim piatu!


Kalian bisa melelangnya lewat akun resmi Raya grup!


Dibuka mulai detik ini juga! Silahkan kunjungi dan mari memberi bantuan bersama Raya Grup!" Ucap pembawa acara dengan sangat bersemangat.


Setelah para model menghilang, model terakhir yang akan muncul ialah Liona sebagai model paling berbakat dari Angkasa Raya.


Akan berjalan bersama para desainer.


"Kita sambut model international Leora Atara Casiora bersama para desainer yang sudah berkolaborasi bersama Raya Group!" Ucap pembawa acara lalu Liona keluar lebih awal mendahului semua designer dan berjalan di atas panggung.


Ekor yang panjang dan lebar tampak begitu indah tertarik oleh kaki Liona.


Tapi dari semua itu, kecemasan dalam hati Liona mencuat sangat dalam di setiap langkah kakinya.


'Sial! Semoga aku tidak mempermalukan diriku sendiri.


Selama ini aku sudah menggunakan status yang dicapai Leora untuk mengatur segala sesuatu supaya bisa menghindari gaun yang tidak kukuasai.


Tapi hari ini, entah iblis dari mana yang berani mencari masalah denganku!

__ADS_1


Awas saja saat aku mengetahuinya!' Leora menggertakan giginya sembari berusaha tersenyum dan terus melangkahkan kakinya.


Sementara Leora di bawah panggung, perempuan itu menatap dengan seksama pada perempuan yang terlihat bersinar di panggung.


"5, 4, 3-"


Yosi langsung melirik pada Leora yang sedang menghitung 'Ada apa dengan Nyo-"


"2, 1!" Yosi belum selesai berbicara saat Leora sudah selesai menghitung.


Selesainya Leora menghitung bertepatan dengan kehebohan di atas panggung.


Liona terjatuh karena menginjak ekor gaunnya yang panjang!


'Astaga! Mengerikan!!!' Yosi mematung di tempatnya.


Nyonya-nya sungguh kejam!!!


Setelah menyaksikan adegan yang memuaskan hati, Leora langsung bangkit lalu berjalan ke belakang.


Gilirannya untuk tampil hampir tiba.


Yosi yang masih tercengang mengikut di belakang Leora dengan rasa penasaran yang memenuhi seluruh pikirannya.


Bagaimana bisa Leora tahu kalau Leora palsu akan jatuh?

__ADS_1



__ADS_2