
Leora berbaring dengan lemas, seluruh tubuhnya terasa sakit dengan kemalasan yang memenuhi jiwa dan raganya.
Setelah ia digendong dari ruang keluarga, pria itu tidak memberinya jeda sampai malam menjelang.
Saat ini sudah pukul 6 petang, tapi mereka baru saja selesai dengan kegiatan panas yang sudah dimulai sejak jam 1 siang tadi.
Tiba-tiba saja Leora yang sudah mengantuk dan ingin istirahat dikesalkan oleh bunyi dari ponselnya.
"Hmmm!" Gerutunya.
Angkasa meraih ponsel itu dan melihat nama ibu tertera di sana.
"Sayang," ucap Angkasa menepuk pipi Leora yang terlihat sangat malas membuka matanya.
"Siapa?" Jawab Leora yang terlalu lelah.
"Ibu," kata Angkasa.
"Angkat saja, badanku sakit semua." Kata Leora membuat Angkasa tersenyum lalu memberi sebuah ciuman di kening perempuan itu sebelum mengangkat panggilan dari ibu mertuanya.
"Halo."
"Baik, Bu."
"Aku mengerti."
"Kami akan datang."
__ADS_1
Setelah menutup panggilan itu, angkasa langsung memeluk istrinya dengan erat.
"Ibu menyuruh kita pergi ke rumah." Kata pria itu membuat Leora menjadi malas.
"Tubuhku lelah, punggungku sakit, pinggulku nyut-nyutan," jadwal Leora dengan suara lemas.
"Sini, biar ku pijat." Kata Angkasa membuka selimut.
"Gunakan minyak aroma." Kata Leora dengan suara malasnya lalu membiarkan pria itu memberinya pijatan ala spa.
Setelah pemijatan selesai, keduanya langsung mandi lalu bersiap untuk pergi ke rumah Casiora.
"Ada apa?" Tanya Angkasa saat menyadari istrinya tidak tega untuk meninggalkan rumah mereka.
"Bibi Kira sedang sakit. Dia baru saja kembali dari rumah sakit, tapi tidak ada yang menemaninya di rumah." Kata Leora dengan cemas.
Angkasa yang mendengar pernyataan istrinya langsung melihat pada Yosi.
Dari pengawal Nyonya Besar turun pangkat menjadi penjaga seorang pembantu!
Apa kata dunia?!
"Baik Tuan," jawab Yosi yang tak punya hak untuk membantah.
"Tolong perhatikan Bibi Kira dengan baik." Lagi kata Leora pada Yosi.
"Baik Nyonya." Jawab Yosi sebelum mengantar kedua orang itu memasuki mobil.
__ADS_1
Perjalanan mereka digunakan Leora untuk tidur.
Begitu tiba di rumah Casiora, Leora masih tidur nyenyak. Jadi Angkasa menggendong istrinya ke dalam rumah.
"Astaga, anak ini! Dia terus merepotkan suaminya!" Ucap Anasta saat menyambut dua orang itu, tapi malah melihat Angkasa kerepotan membawa tas dan juga istrinya.
"Ayo cepat, bawa dia ke kamar." Kata Anasta membantu Angkasa membawa tas.
"Maaf ya Nak Angkasa, dia jadi membuatmu kerepotan." Kata Anasta meletakkan tas di atas meja.
"Tidak merepotkan Bu. Dia juga kelelahan karena aku." Kata Angkasa yang kini sadar kalau dia memang sudah berlebihan pada istrinya.
"Kamu tidak perlu berbohong pada ibu, karena Ibu tahu, dia sudah membuatmu kewalahan membiayainya demi menjadi model seperti kakaknya.
Tapi Ibu percaya, dia bisa sukses seperti Kakaknya.
Tolong jaga beri dia dukungan." Kata Anasta memandang penuh kasih pada Leora.
"Aku selalu menjaga dan mendukungnya Bu." Jawab Angkasa.
"Terima kasih Nak Angkasa. Kalau begitu ibu tidak mau mengganggu kalian, kalian bisa istirahat.
Kalau lapar, turunlah untuk makan, ibu sudah memasak banyak untuk kalian." Ucap Anasta sebelum meninggalkan kamar Leora dan Angkasa.
Angkasa memandangi kepergian Anasta.
'Apa yang membuat Ibu meminta kami datang kemari di malam hari? Ada sesuatu yang tidak beres.' Gumam Angkasa.
__ADS_1
Kemarin ada yang komen soal asisten Liona, iya itu benar, otor kelupaan 😂🤠Harusnya Via, bukan Vin.
Tapi karena udah kelanjut, ya udahlah ya,, kita jadiin Vin ajah🤠yang penting kalian mengerti 😎