
Leora merasa sangat lelah saat ia kembali ke rumah.
Meski audisinya tadi sore berjalan lancar, tapi ia harus memeras otak dan pikirannya karena persiapan yang terburu-buru.
Tapi begitu tiba di rumah, semua penatnya langsung hilang saat melihat seorang pria sedang menunggunya.
"Sayang!" Langsung seru Leora berlari ke pelukan Angkasa.
"Selamat untuk audisimu." Ucap Angkasa memeluk erat istrinya.
"Makasih sayang. Aku sangat menyukai bunga yang kau kirimkan." Kata Leora masih dalam suasana hati penuh kehangatan.
"Sama-sama. Ayo masuk. Di luar dingin." Kata Angkasa.
"Tunggu, aku harus bicara dengan Dimas." Kata Leora melepas pelukannya dengan Angkasa lalu perempuan itu berbalik melihat Dimas.
"Aku berangkat besok pagi jam 9. Jangan lupa, ganti gaya pakaian mu, aku tidak mau dikawal dengan pakaian seperti itu.
Terlalu membosankan.
Kau sebaiknya meniru gaya Yosi, kau akan lebih tampan dan menghibur dengan penampilan sepeti itu." Ucap Leora membuat seorang pria di sampingnya langsung berubah ekspresi.
"Sayang," ucap Angkasa mendahului Dimas yang hendak bicara.
"Ada ap-" Leora menghentikan ucapannya saat melihat ekspresi yang ditunjukkan Angkasa.
'Apakah aku salah bicara?' gumam Leora dalam hati.
'Astaga Nyonya! Dapatkah Nyonya berhenti memuji kami?!
__ADS_1
Seandainya Nyonya tahu mengapa aku dan Yosi ditukar posisi.
Itu semua karena nyonya sudah merubah penampilan Yosi sehingga memancing kecemburuan Tuan!' Gumam Dimas meratapi nasibnya sebagai pengawal.
"Uh,, sayang?" Lagi kata Leora dengan suara dipenuhi keraguan.
"Mulai besok pengawal yang akan bersamamu adalah pengawal perempuan." Jawab Angkasa membuat Leora tertegun di tempatnya.
"Sayangku, bukankah kau baru saja mengganti pengawalnya tadi siang? Kenapa menggantinya lagi?" Tanya Leora tak mengerti.
"Aku pikir performa pengawal pria terlalu buruk." Jawab Angkasa yang sangat gengsi untuk mengakui dirinya sedang cemburu akut pada para pengawal Leora.
"Eh? Aku tidak berpikir seperti itu. Yosi dan Dimas adalah pengawal yang sangat keren.
Apa lagi tadi siang, saat Yosi datang menjemputku setelah audisi, Dia sangat keren dengan gayanya.
'Astaga Nyonya! Dapatkah Nyonya menahan diri untuk tidak memuji kami di depan Tuan?!' Gumam Dimas ketakutan.
Sementara Leora yang selesai berbicara ia bisa melihat wajah angkasa menunjukkan rasa cemburu, tidak suka, dan kemarahan yang luar biasa.
"Uhh,, sepertinya kita harus bicara di dalam. Aku kedinginan." Lagi kata Leora saat ia melihat Dimas berdiri dengan tegang.
Angkasa tidak puas, tapi dia tidak mau membiarkan Leora kedinginan di luar Jadi dia langsung menuntun perempuan itu memasuki rumah.
Begitu masuk, Leora terkejut melihat Anggara baru saja keluar dari dapur sambil membawa beberapa kaleng bir di tangannya.
Pria itu menggunakan setelan santai seperti berada di rumah sendiri.
Tapi begitu Anggara melihat kedatangan dua orang itu dia langsung berhenti di tempatnya.
__ADS_1
'Astaga, tidak bisakah malam ini berlalu dengan tenang?' gumam Anggara saat melihat Angkasa sedang berada dalam suasana hati yang buruk.
Rencana mereka bermain game selama semalaman terancam gagal!
"Bereskan semuanya dan pergi ke kamarmu!" Langsung kata Angkasa saat melihat semua peralatan game sudah dipasang oleh Anggara.
"Apa yang kau katakan?! Kau sudah janji!" Ucap Anggara dengan kesal.
"Kau berani bersikap lancang?!" Tanya Angkasa semakin tidak bersahabat.
"Lancang? Maaf Tuan, ini sudah diluar jam kerja. Kau sendiri yang mengatakannya 2 jam yang lalu." Ucap Anggara.
"Kembali bekerja!" Langsung jawab Angkasa membuat Anggara kehabisan kata-kata.
Dia sudah mengganti pakaiannya 2 jam yang lalu, haruskah dia memakai pakaian kerjanya lagi?
Malam-malam begini?!
Hanya ada satu malaikat penolong yang bisa melepaskannya dari jerat iblis!
Anggara langsung melihat pada Leora 'Tolong aku! Iblis berulah lagi menindas orang lemah tak berdaya ini!'
Leora tak tahan melihat wajah Anggara. "Uhh, sayang, ayo bermain game bersama."
"Apa pun untuk istriku." Jawab Angkasa dengan sikap berubah 180°.
'Astaga Tuhan! Kau sungguh tidak adil padaku!'
❤️❤️🌱
__ADS_1