Ranjang Balas Dendam

Ranjang Balas Dendam
BAB 33. Liona membuat kekacauan


__ADS_3

BAB ini khusus untuk yang udah terlanjur baca bab 31 dan 32 kemarin malam, terutama komentar yang pertama kali bikin otor kaget tengah malam😁😁😁


Sekali lagi otor minta maaf ya....



Happy Reading...


"Apa yang kau lakukan?! Kita sudah mengulang pemotretannya sebanyak 7 kali, bagaimana bisa seorang model internasional memiliki kualitas yang sangat buruk seperti ini?!" Gertak seorang fotografer pada Liona yang sudah melakukan kesalahan sebanyak 7 kali.


"Tuan tolong sabar, biarkan Kak Liona beristirahat selama 10 menit. Setelah itu kita melanjutkannya lagi." Ucap Via berusaha menenangkan fotografer itu.


"Kita sudah tiga kali istirahat dan tidak ada perubahan sedikitpun!" Kesal sang fotografer, "Baiklah, Istirahat 20 menit!"


"Terima kasih Tuan." Ucap Via sebelum menghampiri Liona yang sudah berjalan ke sebuah kursi yang disiapkan oleh Via.


"Kak Leora, apa yang membuatmu begitu kacau hari ini? Apakah kau perlu sesuatu?" Tanya Via dengan cemas.


"Bawakan aku kopi." Ucap Liona dengan ketus.


"Baik Kak," Via bergegas pergi ke dapur untuk membuat kopi, sementara Liona yang duduk dengan kesal langsung mengambil ponselnya.


'Sial! Mengapa fotografer itu terus menyalahkanmu?! Jelas dialah yang bodoh! Tidak tahu cara yang benar mengambil gambar!" Kesal Liona membuka yutup.


Liona melakukan scroll dengan kesal sampai ia terkejut saat melihat sebuah audisi yang dilakukan oleh Dunia Hiburan.


"Apaan ini?!" Ucapnya sangat kaget melihat Leora sedang menjadi sala satu peserta.


Meski adegan itu banyak dipotong dan hanya menampilkan gaya fotografer dan model, tapi Liona sudah sangat kesal melihat kakaknya di sana.


Apalagi ketika hasil pemotretan Leora di tampilkan, ia bisa melihat bagaimana aura model yang sudah dimiliki kakaknya sejak lama.


"Sial! Ini,, bagaimana bisa Leora ikut audisi?! Harusnya sekarang, dia dan suaminya sedang dikejar-kejar oleh para rentenir!" Ucap Liona tak percaya.


"Kak Leora, ini kopinya." Kata Via yang baru saja datang membawa dua cangkir kopi.


Liona berusaha meredam emosinya dan mengatur nafasnya.


Ia lalu mengambil kopi di atas meja dan meminumnya "Ahhww!!!" Jeritnya saat rasa panas membakar lidahnya.


"Apa yang kau lakukan?! Kau mau mengacaukan hariku dengan memberikan kopi panas seperti ini?!" Teriak Leora pada Via.


"Maaf, aku,, tidak sengaja." Jawab Via dengan gugup.


"Kau! Beraninya kau!!" Liona tidak jadi meneruskan kata-katanya saat melihat semua orang menatap ke arahnya.


"Duduklah." Kata Liona kemudian.

__ADS_1


"Maaf Kak Leora." Lagi kata Via sebelum mengambil kopi di atas meja untuk diganti dengan kopi yang lebih dingin.


Sementara Liona diam di tempatnya sambil memejamkan matanya.


"Astaga, minuman ku sampai tumpah karena suaranya yang terlalu keras." Gerutu seorang staf.


"Apa kalian terkejut? Astaga... Aku tidak menyangka kalau sifat asli dari seorang Leora adalah perempuan pemarah.


Suara kemarahannya bahkan bisa memecahkan kaca, aku jadi kasihan pada Via."


"Jangan berbisik-bisik, dia adalah model internasional yang sangat terkenal. Jadi Sudah sewajarnya dia bersikap begitu pada orang-orang kecil." Para staf dan semua model lain yang berada di tempat itu langsung berbisik-bisik satu sama lain membuat telinga Liona hampir meledak.


'Leora! Ini semua karena Leora! Tunggu saja kamu Kak, aku akan membuat perhitungan denganmu!' gumam Liona dalam hati.


Setelah menahan emosinya selama 15 menit, akhirnya pemotretan kembali dilanjutkan.


Fotografer yang sedari tadi sudah merasa kesal pada Liona berusaha meredakan amarahnya dan kembali bersifat profesional.


"Baik semuanya bersiap, kita akan mulai!"


Cahaya kamera kembali bersinar. Sementara Liona berusaha tampil semaksimal mungkin.


Namun 1 menit lebih, terlihat fotografer yang menanganinya berhenti dan berdiri sambil memandangi Liona dan beberapa model lain yang bersama Liona.


Beberapa saat kemudian fotografer itu terdengar berteriak kencang, "Hentikan permainan anak kecil ini! Beraninya mereka membuatku bekerjasama dengan seorang model pemula!


Aku tidak pernah dipermalukan seperti ini!" Kata fotografer itu sambil berjalan meninggalkan ruangan pemotretan.


"Astaga,, Tuan,, tidak,," asisten sang fotografer mengikuti fotografer itu.


"Apa lagi?! Kau ingin membuatku emosi dan menghancurkan ruangan ini?! Bereskan semua barang-barang dan kita pergi dari sini!"


"Baik Tuan." Jawab asisten itu lalu ia kembali memberitahu semua rekan-rekan kerjanya untuk membereskan barang-barang mereka.


"Haiss! Pemotretannya jadi gagal dan fotografernya jadi marah karena 1 orang model pemula!"


"Aku pikir kitalah yang akan terus dimarahi karena kita bukanlah model internasional sepertinya.


Ternyata malah sebaliknya, entah bagaimana caranya Dia jadi model internasional dengan kualitas yang buruk seperti itu!"


"Aku pikir dia menggapai semua karirnya dengan cara memanjat ranjang. Bagaimana menurut kalian?"


"Kau benar, aku jadi penasaran, sudah berapa banyak ranjang yang sudah dia panjat hingga bisa sampai ke posisi ini." Bisik-bisik para model membuat Liona yang masih berdiri di tempatnya mengepal tangannya dengan erat.


"Sial!! Aku tidak pernah dipermalukan seperti ini!" Gerutunya dengan suara pelan sambil menggigit bibir bawahnya.


"Kak Leora, ayo kita pergi." Kata via dengan wajah ketakutan.

__ADS_1


"Hmm!" Jawab Liona dengan ketus sembari ia melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan itu.


Liona dan Via sudah berada di atas mobil. Via begitu takut untuk berbicara, bahkan untuk bergerak sedikitpun, ia harus memikirkannya matang-matang.


Baru kali tadi Via melihat Leora bersikap sangat buruk. 'Sepertinya Kak Leora memiliki masalah yang sangat berat.' pikirnya.


Mereka masih dalam perjalanan ke perusahaan Angkasa Raya saat suasana yang hening di dalam mobil dikacaukan oleh suara ponsel Via.


Via langsung mengangkat telepon itu dan mengintip ke arah Liona 'Syukurlah dia tidak terganggu.' Gumam Via merasa lega saat melihat Liona masih memejamkan matanya.


"Halo Kak Siya." Ucap Via mengangkat teleponnya.


"Apa yang terjadi? Aku mendapat telepon beruntun dari pihak AZ." Langsung kata Siya dari seberang telepon.


"Kak Siya, bisakah kita membicarakannya nanti saat kami tiba di situ. Saat ini Kak Leora sedang tidur." Jawab Via.


"Hah, baiklah. Tapi sebaiknya kalian berdua punya alasan yang tepat untuk kekacauan ini." Lagi kata Siya membuat Via hanya bisa mengusap dadanya beberapa kali.


'Astaga,, selama aku menjadi asisten Kak Leora, ini adalah pertama kalinya aku merasa separuh tubuhku berada di liang kubur.' Gumam Via.


Setelah menempuh perjalanan beberapa menit lagi, mereka akhirnya tiba di perusahaan Angkasa Raya.


Keduanya langsung pergi ke ruangan Manager Siya.


Siya yang melihat kedatangan dua orang itu langsung menghela nafas dan mendekati 2 perempuan yang sudah duduk di sofa.


"Sebaiknya kalian punya alasan yang baik untuk masalah ini.


Pihak AZ meminta ganti rugi atas kekacauan yang kalian timbulkan.


Dan bukan main-main, mereka meminta 5 kali lipat dari biaya yang sudah mereka keluarkan." Ucap Siya.


"Maafkan kami Kak Siya. Ini hanya kesalahpahaman saja.


Hari ini Kak Leora sedang tidak enak badan jadi dia tidak bisa melakukan pemotretan nya dengan maksimal.


Aku berharap Kak Siya mau memaafkan Kak Leora untuk kali ini saja.


Lagi pula, ini adalah kesalahan pertama yang dilakukan Kak Leora selama ia menjadi model." Ucap Via memohon.


"Benar yang dikatakan Via?" Tanya Siya pada Liona.


"Ya, aku merasa pusing." Jawab Liona lalu perempuan itu berdiri dan meninggalkan dua orang tanpa pamit.


"Astaga!! Kejar dia dan pastikan Kalian pergi ke dokter!" Lagi kata Siya.


"Baik Kak Siya." Jawab Via langsung berlari mengejar Liona.

__ADS_1


'Leora,, Leora,, hari ini begitu kacau karena apa yang sudah kau lakukan. Akan kupastikan kau tidak bisa lulus audisi!' Gumam Liona penuh dengan kemarahan.


__ADS_2