
Leora tiba di lokasi syuting untuk pemotretan WO.
Karena iklan itu untuk brand besar, maka ada banyak sekali kru yang bertugas.
Leora langsung masuk ke ruangan dimana para pemeran pendamping bersiap.
Saat masuk, semua orang terkejut, apa lagi karena mereka mengenal Leora sebagai adik Leora palsu yang sudah gagal dalam audisi.
"Halo semuanya." Ucap Leora memberi salam pada semua orang.
Tapi tidak ada satupun yang menjawab, mereka semua langsung membuang muka lalu kembali fokus pada kesibukan masing-masing.
Leora mengambil sudut untuk membaca naskahnya sambil menunggu gilirannya di rias.
Setelah periasan, Akhinya tiba pada acara utama yaitu syuting.
Leora tersenyum getir saat melihat pertunjukan kemesraan yang digelar Liona dan Radit.
Ya,, kemarin malam mereka sudah mengumumkan hubungan mereka ke publik.
"Selamat datang Liona." Tiba-tiba saja Leora dikejutkan dengan sutradara Salios yang datang menyapanya.
Leora langsung berdiri "Terima kasih atas sambutannya Tuan Salios." Katanya.
Di sela pembicaraannya dengan Salios, Leora melihat Radit pergi ke toilet.
"Tidak perlu berterima kasih, Oya, hari ini kau mendapat peran Gita," ucap Salios dengan wajah tampak kecewa, karena ia tidak puas dengan peran yang diberikan pada Leora.
__ADS_1
"Ya, aku akan melakukan yang terbaik." Kata Leora bersemangat.
"Baiklah, ingat, setelah syuting hari ini, kita akan bertemu untuk membahas sebuah janji." Salios mengalihkan pembicaraan.
"Saya pasti ingat." Jawab Leora sebelum keduanya berpisah.
Leora kemudian pergi ke arah toilet.
Sesuai pekirananya, ia bertemu dengan Radit yang juga kembali dari toilet.
Tatapan mereka bertemu, Leora langsung tersenyum tulus padanya.
Senyum itu, sesuai dugaan Leora langsung membuat Radit tertegun.
"Hm,, jadi kau masih ingat? Mantan pacar?" Kata Leora denagn cepat membaut wajah Radit langsung membiru.
"Ya," jawab Leora terkekeh lalu pergi meninggalkan Radit.
"Tunggu!" Radit mengejar Leora dan mencekal tangan Leora.
"Kau berani menyentuhku dengan tangan kotormu?!" Ucap Leora menatap Radit dengan tajam.
Tatapan itu, pertama kalinya Radit ditatap Leora dengan tatapan peringatan!
Radit langsung melepas tangan Leora dan membiarkan perempuan itu pergi.
Hatinya berkecamuk, bahkan setelah ia kembali menemui Liona.
__ADS_1
"Sayang," langsung sambut Liona.
Radit mengelus puncak kepla Leora lalu duduk di sebelah perempuan itu memberikan bahunya sebagai sandaran Liona.
Tapi pikirannya, melayang ke tempat lain, memikirkan Leora.
"Sayang, adegan pertamnya adalah aku dan adik Liona." Kata Liona tiba-tiba.
"Lakukan yang terbaik." Ucap Radit.
"Pasti, tapi aku belum menyapa Adikku, sepertinya aku harus menemuinya sebentar." Kata Liona berdiri.
Namun, perempuan itu berhenti saat tangannya di tarik Radit.
"Duduklah. Bicara nanti saja." Kata Radit yang tahu kalau Leora sedang dalam suasana hati yang buruk.
Jika Liona mengangggunya sebelum syuting, maka bisa dipastikan Leora akan menyiksanya dalam syuting.
Radit sangat mengenal Leora, jadi dia tahu, bagaimana perempuan itu selalu menggunakan cara halus tanpa celah untuk memberi peringatan pada orang yang berani menindasnya.
"Tapi,"
"Kemari saja. Aku masih bisa bertemu dengannya nanti." Ucap Radit menarik Liona lalu mereka kembali duduk bersama.
'Apakah Leora sengaja? Dia ingin mempermalukan Liona di sini. Atau mungkin dia juga sedang mengicarku?' Gumam Radit merasa cemas.
'Tapi dia terlalu menyayangi keluarganya, dia tidak mungkin melukai adik kandungnya sendiri.' Radit berusaha menenangkan diri.
__ADS_1