
Selama 1 malam, Leora tidak tahu apapun yang terjadi dan ketika dia terbangun di pagi hari, Leora mendapati air mata yang kering di sekujur pipinya.
"Mmmh!!" Gerutunya menyentuh pipinya.
"Sayangku, ada apa?" Tanya Angkasa yang masih sangat mengantuk karena semalaman harus terjaga menunggui istrinya yang terus menangis dalam tidurnya.
"Sayangku,, kenapa ada bekas air mata di pipiku?" Tanya Leora menatap suaminya.
"Mana?" Angkasa membuka matanya dan menatap istrinya dengan lekat.
'Pasti dia masih menangis saat aku sudah tidur.' Gumam Angkasa merasa sakit akan istrinya.
"Apa kau kelelahan? Biasanya orang yang terlalu lelah akan mennagis tanpa disadari. Ini pertama kalinya kau seperti itu." Ucap Angkasa mengusap pelan bekas air mata Leora.
"Ahh,, benarkah?!" Tanya Leora menatap Angkasa dengan tajam.
"Kenapa menatapku seperti itu?" Angkasa kebingungan.
"Aku pikir ini hanya akal-akalanmu saja! Katakan! Apa yang sudah kau lakukan kemarin malam?!" Tanya Leora semakin mendekatkan wajahnya pada Angkasa, seolah mengancam pria itu supaya berbicara jujur.
"Sayangku, apa maksudmu?" Tanya Angkasa masih tidak mengerti.
"Beraninya tidak mengaku?! Kau mengambil kesempatan bukan?! Semua badanku terasa pegal!
__ADS_1
Ini pasti ulah singa kelapan yang kemudian berbuat macam-macam!" Tegas Leora.
Angkasa tercengang dengan apa yang dikatakan istrinya, karena ia sama sekali tidak tidur sebab Leora terus gelisah di tempat tidur, lah sekarang dia malah dituduh yang tidak-tidak.
Lalu memangnya, mengapa kalau ia melakukannya?
Sementara dia melakukannya dengan istrinya sendiri!
Istri! Istri! Tekankan itu!
"Apa? Teganya kau menuduh suamimu seperti itu! Biar ku perlihatkan hukuman yang tepat untuk mengajarimu!" Kata Angkasa berpura-pura marah.
"Ehh!! Mmmmhhh!!" Leora terkejut saat pria itu tiba-tiba menyerangnya dengan ganas.
"Singa kelaparannya belum kenyang!" Ucap Angkasa segera menyingkirkan selimut mereka dan kembali mencium Leora.
Karena tak sabaran, Angkasa jadi tidak fokus cara membuka kancing baju, apa lagi ia tidak mungkin merusak pakaian wanita itu karena merupakan pakaian kesayangan Leora.
Pakaian pasangan yang dibeli langsung oleh Leora!
Kesal menunggu terlalu lama, Leora mendorong pria itu.
"Kau Tidak bisa di andalkan!" Gerutunya membuka kancing bajunya sendiri diikuti Angkasa yang agak kesusahan melepaskan pakaiannya sendiri.
__ADS_1
"Apa yang kau pikirkan?!" Gerutu Leora saat ia sudah tidak sabar tapi pria itu masih sibuk dengan pakaiannya sendiri.
Leora segera mendekati pria itu dan menyerangnya layaknya singa betina yang sedang marah.
Angkasa sampai jatuh ke belakang dengan Leora berada di atas pria itu.
Tangan Leora dengan lihai melepas pakaian Angkasa lalu menciumi sekujur kulit pria itu.
Sampai di perut, Leora menghentikan aksinya dan kembali ke atas mendapatkan bibir Angkasa.
"Sentuh aku dengan keras!" Katanya di sela-sela ciumannya karena pria itu terlihat menahan diri.
"Tubuhmu masih sakit?" Tanya Angkasa yang sangat berhati-hati.
Meski dia ingin bermain keras, tapi ia tidak pernah melakukannya tanpa seizin istrinya.
"Cepatlah!" Engran Leora akhirnya membuat Angkasa tidak lagi menahan diri.
Ia membanting istrinya kesamping lalu mulai bermain cepat dan keras.
"Ahh!! Kau!! Kurang cepat sayang!!" Rintih Leora sebelum kenikmatan di pagi hari itu menjadi pembuka hari mereka.
@Interaksi
__ADS_1
Nanti ya.... sabar dulu...