
Pagi hari, Leora bangun dari tidurnya dan mendapati Dia sedang memeluk bantal guling, bukan suaminya.
Leora langsung menghela nafas menghadapi kelakuan suaminya.
Seperti dugaannya, ketika ia turun ke bawah ia mendapati Bibi Kira sudah selesai memasak dan mendapat informasi kalau Angkasa sudah berangkat bekerja.
Setelah sarapan, Leora baru teringat akan kejadian yang sudah ia lupakan sepanjang malam.
Dia lupa mengecek akun media sosialnya!
'Sial! Gosip kemarin belum ku selesaikan!' gerutunya pada dirinya sendiri sambil mengecek media sosialnya.
Tapi ia sangat terkejut saat semua berita yang kemarin di di posting sudah menghilang dari internet.
Beritanya digantikan oleh berita Radit yang menggunakan obat-obatan terlarang dan saat ini sedang berada di kantor polisi.
"AKTOR TERKENAL RADIT DITANGKAP POLISI PADA SUBUH HARI KARENA KEDAPATAN MENGGUNAKAN OBAT-OBATAN TERLARANG."
"AKHIR DARI PERJALANAN SEORANG AKTOR SENIOR YANG BARU SAJA MENGGUMUMKAN PERTUNANGANNYA DENGAN MODEL INTERNASIONAL LEORA."
"MENGEJUTKAN! AKTOR YANG TERKENAL RAMAH DAN BERTALENTA INI TIBA-TIBA DIGEREBEK POLISI KARENA KASUS OBAT TERLARANG!"
"Apa yang terjadi? Kemana semu-" Leora menghentikan kata-katanya saat ia kembali ingat bagaimana suaminya kemarin malam sebanyak dua kali melarikan diri untuk melakukan panggilan telepon.
"Suamiku benar-benar! Apakah dia tidak tahu kalau aku sangat menghawatirkan kesehatannya?!
Beraninya dia membantah ku hanya untuk meladeni pecundang sialan ini?!" Ucap Leora dengan kesal meski dalam hatinya ia merasa sangat senang karena pertama kalinya seorang pria begitu tulus memperlakukannya sebagai berlian yang bersinar paling berharga.
__ADS_1
3 detik setelah kemarahannya, Leora tersenyum sendiri di tempatnya.
'Suamiku sangat manis! Dia rela menyamar menjadi orang paling jelek hanya untuk menjagaku di lokasi syuting.
Dia rela mengorbankan kesehatannya hanya untuk membersihkan reputasi istrinya dan membalas dendam pada pria yang telah melukai istrinya!' gumamnya penuh kehangatan.
Leora masih menikmati perasaan cintanya pada Angkasa saat ponselnya bergetar.
Sebuah pesan dari kru iklan WO, Syuting WO harus ditunda karena akan terjadi pergantian aktor prianya.
"Nyonya, mobil sudah siap." Tiba-tiba saja Yosi datang menghampirinya.
"Aku akan keluar siang nanti. Oya, Bagaimana keadaan Anggara?" Tanya Leora yang ingat akan kejadian semalam.
"Dia dirawat di rumah sakit. Menurut dokter, dia kelelahan secara mental dan fisik." Jawab Yosi.
Setelah berbicara dengan Yosi, Leora memutuskan untuk memasak dan menatanya ke dalam kotak bekal yang sudah disiapkan oleh Bibi kira.
Setelah selesai, Leora pergi bersama Yosi ke rumah sakit.
Saat Leora tiba, Anggara yang awalnya berbaring langsung duduk menyambut Leora dan Yosi.
Yosi berdiri dengan tegang, ia tahu kalau pria di atas tempat tidur itu sedang menahan emosi terhadapnya.
"Kau baik-baik saja?" Tanya Leora.
"Ya, aku hanya perlu istirahat. Dan,, maaf atas kejadian kemarin malam. Aku salah paham." Ucap Anggara.
__ADS_1
"Tidak masalah. Tapi, Sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Leora yang masih belum tahu apa pun.
Anggara tidak ingin menceritakannya karena ia takut Leora mungkin akan mengejeknya.
"Leora!" Gina tiba-tiba memasuki ruangan dan menyelamatkan Anggara dari pertanyaan Leora karena kedua perempuan itu kini sibuk saling bercakap-cakap.
Melihat kedua perempuan itu sibuk, Anggara kemudian melayangkan tatapannya pada pria yang berdiri tegak di ujung ranjang Anggara.
"Jelaskan!" 1 kata yang keluar dari mulut Anggara membuat Yosi menggertakan giginya lalu menyerahkan ponselnya pada pria itu.
Anggara membaca identitas yang tertera di ponsel milik Yosi.
Ia hampir pingsan lagi karena kekonyolan yang ia ciptakan sendiri.
Bodohnya dia membiarkan Angkasa menyamar untuk bertemu Leora dan lupa memberitahu Yosi kalau Angkasa sedang menyamar.
"Ini, ini identitas yang kubuat untuk penyamaran Tuan!" Ucap Anggara mengembalikan ponsel Yosi lalu pria itu kembali berbalik dan menutup mata.
Yosi menerima ponselnya dan menatap Anggara dengan dengan keringat dingin di pelipisnya.
'Pria ini?! Untung saja dia jatuh sakit.
Kalau tidak, akulah yang akan menggantikannya berbaring di tempat tidur rumah sakit karena mendapat amukan darinya!
Tapi mengapa juga dia membuat identitas penyamaran Tuan sangat rapi hingga aku tidak menemukan celah saat menyelidikinya?!
Tunggu!
__ADS_1
Yang terpenting adalah,,, aku sudah berusaha melukai Tuan!' gumam Yosi kembali berada di mode tegang.