Ranjang Balas Dendam

Ranjang Balas Dendam
BAB 182. Nama asli di sertifikat pernikahan


__ADS_3

Keesokan harinya, Leora bangun pada pukul 12 siang mendapati kamar itu telah ditinggalkan oleh suaminya.


Sepucuk surat bersama setangkai bunga mawar diletakkan di atas bantal yang telah kosong di samping Leora.


Leora meraih mawar putih itu dan mencium aromanya sebelum membaca surat yang ditinggalkan angkasa.


...... Selamat pagi kesayanganku, terima kasih untuk malam yang hebat.


Aku buru-buru ke kantor karena banyak urusan dan tidak tega membangunkan kesayanganku yang begitu lelap dalam tidurnya.


Kalau kamu masih kuat meninggalkan tempat tidur.


Hubungi Yosi agar dia mengantarmu ke kantorku, jangan lupa sarapan sebelum berangkat. I Love U......


Setelah membaca surat dari Angkasa, perempuan itu tersenyum senyum dan melupakan semua rasa pegal pada tubuhnya.


Setelah mandi dan berpakaian, Leora mendapati sarapan sudah disediakan di meja makan.


"Ini sudah pukul 1 siang. Dia pasti sudah makan siang, sebaiknya ku bawakan saja puding untuknya." Ucapnya setelah selesai makan siang lalu ia bergegas meninggalkan hotel.


Dalam perjalanan ke kantor Angkasa, Leora mengambil ponselnya dan melihat berita-berita terbaru di hari itu.


Sebagian besar berita ialah berita pada acara peresmian kantor Raya Group kemarin malam.


"Nyonya,," tiba-tiba kata Yosi dari depan.

__ADS_1


"Ada apa?" Tanya Leora sembari melihat pria yang sedang menatap keluar jendela.


"Di sana." Kata Yosi menunjuk sebuah gedung pencakar langit.


Leora langsung mengalihkan perhatiannya pada gedung besar yang merupakan gedung tertinggi di seluruh ibukota.


Poster besar yang berada di puncak gedung itu sedang menampakan foto terbarunya.


Di bawahnya, sebuah tulisan "Kami selalu mendukungmu!"


Leora tersenyum dan baca tulisan itu,, sekarang semuanya sudah kembali ke tempatnya, apa yang dulu dia miliki sudah kembali ke tangannya.


"Nyonya benar-benar hebat! Sampai fotonya pun dipajang di situ, aku dengar harga perjamnya mencapai 100 juta?" Tanya Yosi tak percaya dengan uang 100 juta per jam itu, seberapa kaya fans Leora hingga bisa menyewanya?


Yosi terkejut bukan kepalang, berapa lama ia harus bekerja supaya bisa menyamai harga sewa per jamnya?


"Aku penasaran, berapa lama mereka akan memasang posternya di sana." Lagi kata Yosi sangat ingin tahu.


"Sejak bersamaku, rasa ingin tahumu sudah melebihi para wartawan.


Sepertinya seorang bawahan memang tergantung pada atasannya." Komentar Leora menatap pria di depannya.


Yosi hanya menghela nafas, tidak tahu saja Leora bagaimana tertekannya dia selama ini, bahkan setelah bersama Leora, dia masih harus menelan banyak penderitaan sebagai obat nyamuk.


Akhirnya, mereka tiba juga di perusahaan Angkasa.

__ADS_1


Keduanya langsung naik menggunakan lift khusus dan tiba di lantai paling tinggi menemui seorang pria yang sedang sibuk dengan berkas-berkasnya.


"Sayangku, aku membawa pudding!" Ucap Leora yang langsung memasuki ruang kerja Angkasa.


Tapi perempuan itu sangat terkejut saat melihat suaminya sedang berlutut di hadapannya dengan sebuket bunga di tangan pria itu.


"Sayangku," ucap Angkasa yang sedang tersenyum.


Leora terkejut "Sayang,," ucap Leora mengambil buket bunga dari tangan Angkasa.


"Hadiah untukmu." Lagi kata Angkasa menyerahkan sebuah surat yang digulung.


Leora mengambil surat itu dan membukanya, sertifikat pernikahan atas nama Leora dan Angkasa. Foto mereka juga terpampang jelas di sana.


"Sayang,, bagaimana bisa kau,," Leora terkejut tapi ia langsung memeluk Angkasa dengan erat.


"Terima kasih. Aku akan memajangnya di rumah kita." Ucap Leora penuh haru, tak disangkah, Angkasa bisa mengurusnya dengan cepat!


"Satu lagi," tiba-tiba kata Angkasa membuat Leora melepas pelukannya.


Laki-laki itu merogoh sakunya lalu mengeluarkan sepasang cincin.


Cincin pernikahan dengan berlian di atasnya, terukir nama Leora dan Angkasa di sana.


"Sayang,," Leora menitikkan air mata lalu keduanya kembali berpelukan.

__ADS_1


__ADS_2