Ranjang Balas Dendam

Ranjang Balas Dendam
BAB 140. Pengawal yang aneh


__ADS_3

Leora dan Angkasa segera tiba di sebuah restoran tempat Leora dan sutradara Salios membuat janji.


"Selamat malam Tuan Salios," sapa Leora saat melihat pria itu sudah tiba lebih dulu.


"Liona, duduklah." Ucap Salios.


Leora langsung duduk di hadapan pria itu diikuti Angkasa yang juga ikut duduk di samping Leora sembari duduk santai seakan dia tidak sedang menyembunyikan identitasnya.


Leora tersenyum saat melihat Salios memperhatikan Angkasa dengan lekat, apalagi pria itu hanya duduk dengan wajah datarnya seperti memandang remeh semua yang ada di tempat itu.


"Tuan Salios, maaf, dia adalah pengawal saya. Tolong jangan dihiraukan." Ucap Leora.


"Aah begitu." Ucap Salios tak lagi memperhatikan Angkasa.


"Mau saya pesankan apa?" Tanya Salios.


"Sop kaki kambing kuah susu dan air putih." Jawab Leora melihat menu di restoran kecil itu.


Kaki kambing, entah mengapa jadi sala satu makanan kesukaan Angkasa.


"Baiklah." Jawab Salios lalu pria itu segera memesan.


Setelah memesan, Salios langsung beralih pada tujuan utamanya.


"Syuting iklan Wo telah selesai, dan lusa adalah pemotretan yang akan dilampirkan pada akhir iklan.

__ADS_1


Tapi aku ingin menawari mu untuk sebuah pekerjaan lain." Kata Salios menunjukkan sebuah dokumen.


"Acara peresmian kantor utama Raya grup?" Ucap Leora terkejut sembari melihat pada Angkasa.


"Ya, Kebetulan ini dipercayakan padaku. Aku juga sudah berbicara dengan Tuan Anggara dan dia menyetujui kalau aku mencari sendiri bintang untuk acara itu.


Ini hanya pertunjukan kecil yang akan ditampilkan di pertengahan acara peresmian itu, jadi syutingnya hanya membutuhkan waktu sekitar 3 hari.


Bagaimana menurutmu?" Tanya Salios penuh harap.


'Jelas saja aku sangat senang!' gumam Leora sebelum tersenyum pada Salios.


"Tentu! Tapi sutradara, mengapa malah memilihku?


Aku berasal dari dunia hiburan, agency yang tidak terlalu dipandang dan juga, aku hanyalah seorang pemula.


Akan sangat mencurigakan jika dia tidak menanyakan hal tersebut.


"Tenang saja, mereka sudah menyerahkan semuanya padaku.


Aku membutuhkan wajah baru yang segar dan tentunya yang sangat berbakat sepertimu.


Jadi nikmati saja prosesnya, aku beritahu, ini mungkin akan menjadi jalan yang membawamu pada sesuatu yang besar!" Ucap Salios tersenyum penuh arti membuat Leora tertawa di tempatnya.


"Sutradara bisa ajah, Saya masih sangat baru di industri hiburan, jadi masih panjang perjalanan untuk meraih sesuatu yang besar.

__ADS_1


Tapi karena sutradara mengatakannya, maka saya pasti akan mempercayai sutradara sebagai orang yang sudah banyak menghasilkan nama besar."


"Baguslah! Kau harus percaya padaku!" Kata sutradara Salios.


"Sebelumnya, terima kasih atas bantuan Sutradara. Saya sangat menghargainya." Ucap Leora dengan tulus.


"Tidak perlu berterima kasih. Ini sudah menjadi sala satu tugasku." Kata Salios sebelum pesanan mereka datang.


Leona tidak berbicara lagi dan segera menyiapkan pesanan mereka. Hal pertama yang ia lakukan adalah membantu pria disampingnya menyiapkan peralatan makannya.


Hal tersebut membuat sutradara Salios kebingungan, harusnya dialah yang menyiapkan semua itu untuk Nonanya, mengapa malah terbalik?!


Tapi Leora menghiraukan keterkejutan Salios dan terus saja melayani Angkasa.


Ini suatu kejutan besar bahwa mereka berdua bisa makan di luar seperti itu tanpa harus menghawatirkan apapun.


'Aku merasa menjadi istri sempurna!' Gumam Leora kesenangan.


"Terima kasih." Ucap Angkasa setelah Leona selesai menyiapkan peralatan makannya.


"Makanlah, habiskan itu." Kata Leora lalu ia juga mulai makan bersama kedua orang itu.


'Acara peresmian kantor utama Raya grup! Ini akan menjadi acara yang menyenangkan!' gumam Leora yang senang karena bisa hadir di acara terpenting suaminya.


@Interaksi

__ADS_1



__ADS_2