
Seperti yang dikatakan yosi, Leora pergi menjemput Tetua di bandara, tapi dia tidak sendiri saja karena ditemani oleh Angkasa yang sudah menyamar dan juga Yosi.
Sembari berjalan memasuki bandara, Leora melingkarkan tangannya di lengan suaminya, sementara Yosi berjalan 1 langkah di belakang Leora.
Para perempuan maupun laki-laki yang melihat kejadian itu hanya bisa menghentikan langkah kaki mereka sambil mencerna sesaat.
Seorang perempuan sedang berjalan bersama dua lelaki, yang satu tampan dan berpakaian mahal sementara yang lain memiliki wajah culun, penampilan buruk dengan pakaian yang berasal dari brand tidak terkenal!
"Apakah perempuan itu sudah rusak?! Atau matakulah yang rusak?!"
"Kalau matamu rusak, maka aku juga rusak! Semua orang yang terbengong di bandara ini memiliki penglihatan rusak!"
"Lalu, Apakah perempuan cantik itu mengidap penyakit kejiwaan? Aku tidak percaya ini!"
Beberapa orang hanya diam di tempatnya sembari menilai ketiga orang itu, tapi kerumunan remaja yang datang menyambut Calista yang juga kembali dari luar negeri tidak dapat menutup mata mereka. Mereka langsung berlari kearah ketiga orang itu dan menahan Yosi di belakang.
Peduli amat dengan 1 perempuan cantik dan 1 dan lelaki yang tidak menarik!
Abaikan saja mereka!
"Pria tampan?! Apakah perempuan itu menghianatimu?! Bagaimana kalau kau denganku saja?"
"Tidak! Jelas aku yang tercantik di sini! Pergilah denganku saja! Aku akan memperlakukanmu sebaik aku memperlakukan diriku sendiri!"
"Tidak!! Dia harus bersamaku!"
"Ya!! Kau gila?! Dia akan pergi bersamaku!"
__ADS_1
Yosi mematung ditempatnya memperhatikan para remaja gadis yang sudah bertengkar di sekelilingnya.
Ia ingin pergi dari situ, tapi jelas dia tidak boleh membuat keributan di tempat umum.
Sungguh!
Seharusnya sebelum keluar dari rumah, dia sebaiknya menggunakan topeng wajah manusia untuk menutupi wajah aslinya!
'Sial! Tuan dan Nyonya sudah pergi terlalu jauh!' Gerutu Yosi merasa kesal pada perempuan yang kebanyakan remaja.
"Hei! Teman-teman!! Kak Calista sudah tiba!" Tiba-tiba teriak sala seorang yang merupakan sala satu dari remaja itu.
"Ahh! Kak Calista sudah tiba! Tapi,, pria tampan!!" Para perempuan menjadi ragu sesaat.
Mereka terdiam, dilema akan meninggalkan Yosi demi Calista atau menemui Calista dan melepaskan Yosi.
Yosi benafas lega lalu mengejar Angkasa dan Leora.
Sementara dua orang yang dikejar Yosi, mereka sudah bertemu Tetua.
Angkasa dan Leora menggandengan tangan Tetua lalu berjalan beriringan bersama dengan beberapa pengawal dan dokter pribadi Tetua.
"Selamat datang kembali Kakek! Aku sudah sangat merindukan Kakek!" Ucap Leora dengan manja.
"Hahah,, kalian berdua! Kakek tidak menyangka kalian akan menjemput Kakek 1 jam lebih awal.
Padahal Kakek sudah mengatur supaya tidak ada yang menjemput kakek di bandara dan langsung menghubungi kalian saat tiba di rumah!." Ucap Tetua merasa dihargai oleh dua orang yang sedang menggandengnya.
__ADS_1
Leora menunjukkan wajah marahnya, "Kakek! Kalau saja kami tidak datang lebih awal maka kami akan memarahi kakek karena sudah membohongi semua orang! Termasuk cucu kesayangan Kakek!" Ucap Leora.
"Baiklah. Kakek minta maaf." Jawa Tetua.
Mereka masih sementara berjalan saat mereka bertemu dengan Yosi yang sudah menyusul mereka.
"Kau dari mana saja?" Tanya Leora pada pria itu.
"Saya tertahan oleh kerumunan." Jawab Yosi menyesal.
"Gunakan ini!" Leora memberikan sapu tangannya pada Yosi saat melihat keringat di kening pria itu meluncur deras.
'Sial!! Nyonya lagi-lagi-' Yosi memandang pada Angkasa yang sudah menatapnya dengan penuh peringatan.
Keringat yang meluncur di keningnya bukan karena ia terlalu lelah mengejar orang itu, tapi karena ia ketakutan kalau Angkasa memarahinya!
Bagaimana bisa seorang pengawal dapat tertahan oleh para gadis saat sedang melakukan tugas penting?!
Para remaja gadis memang menakutkan!
"Saya sudah punya." Jawab Yosi secara spontan menolak saputangan pemberian Leora dan mengambil sapu tangannya sendiri.
Keringat di keningnya semakin bertambah banyak merasakan tekanan dari Angkasa.
"Kau!! Siapa kau?!" Tiba-tiba tanya ketua saat ia merasa tidak senang, seorang pria menolak pemberian cucunya!
Apakah pria didepannya ini berpikir kalau cucunya terlalu kotor hingga menolak sapu tangan cucunya?!
__ADS_1
Tidak sopan!