Ranjang Balas Dendam

Ranjang Balas Dendam
BAB 121. Membayar utang


__ADS_3

Pukul 6 sore saat pelelangan akan dimulai.


"Kenapa dia lama sekali?!" Geutu Leora yang berdiri di depan pintu sembari menunggu Yosi yang ia suruh untuk mendapatkan beberapa cemilan.


Baru saja Leora menggerutu saat Liona dan kekasihnya, Radit juga datang untuk mengikuti pelelangan.


"Lho Adik, kenapa berdiri di sini?" Tanya Liona pura-pura terkejut.


"Aku menunggu seseorang." Jawab Leora dengan ketus karena ia sama sekali tidak bisa mendapatkan alasan untuk bersikap baik pada dua orang di depannya.


"Aah, pria yang tadi. Apa kalian juga mengikuti pelelangan untuk lukisan?" Tanya Liona.


"Hmm," jawab Leora dengan wajah malas untuk berbicara terlalu lama pada dua orang itu.


"Ahh, Kalau begitu, kita akan bertemu di dalam.


Kami duluan ya." Ucap Liona lalu ia dan Radit segera meninggalkan Leora.


'Cih! Aku yakin, pria yang bersamanya tadi sudah pergi meninggalkannya karena tidak sanggup mengikuti pelelangan.


Ck! Apalagi Si miskin itu berniat membeli lukisan seharga ratusan juta!' Gumam Liona merasa jijik pada Leora.


Leora masih menunggu selama 3 menit sebelum seorang pramuniaga datang menghampirinya.


"Nyonya, silakan ikut saya. Tuan Angkasa sedang menunggu Anda di dalam." Kata pramuniaga itu membuat Leora terkejut.


"Silahkan ikuti saya Nyonya." Lagi kata pramuniaga itu saat melihat Leora masih berdiam di tempatnya.

__ADS_1


"Ahh, baiklah." Jawab Leora lalu mengikuti pramuniaga itu, mereka pergi ke sebuah ruang VIP yang berada di lantai atas.


"Sayangku!" Langsung kata Leora saat melihat Angkasa sedang duduk menunggunya.


"Kemari." Ucap Angkasa mengulurkan tangannya lalu menyambut perempuan yang langsung duduk di sampingnya sambil memeluknya.


"Kau di sini? Apa kau tidak lelah bekerja?" Tanya Leora.


"Ya,, obat lelahku ialah saat istriku memelukmu seperti ini." Jawab Angkasa mengelus rambut Leora.


"Aku juga, semua penatku langsung hilang dipelukan suamiku." Jawab Leora merasa bahagia.


Entah bagaimana Angkasa mengetahui keberadaannya. Apakah itu dari Yosi atau dari orang lain, tapi dia merasa bahagia kalau lelaki itu mau meluangkan waktunya untuknya.


Pelelangan segera dimulai, lukisan-lukisan yang dilelang pertama adalah lukisan yang paling murah lalu harga menengah dan yang terakhir dilelang ialah lukisan yang diincar oleh Leora dan juga Liona.


Kedua orang itu terlihat romantis dengan Liona bergelayut manja memeluk lengan Radit dan menyandarkan kepalanya di bahu Radit.


'Menjijikan! Dulunya Dia berkata kalau aku membuatnya risih dengan sikap manja ku, lalu apa kabar dengan perempuan yang ada di sampingnya?' Gumam Leora dengan tatapan jijik memenuhi seluruh permukaan wajahnya.


Entah kenapa, tapi seorang mantan yang dulunya memiliki nilai sempurna, langsung berubah menjadi sampah saat kalian meninggalkannya!


Dan satu lagi, tidak pernah ada yang namanya pertemanan antara mantan!


Yang ada hanyalah permusuhan sejati!


Kecuali jika kalian mau mengoleksi sepatu bekas kalian di lemari yang baru saja di beli!

__ADS_1


"Emmh, sayang, Aku ingin bertanya sesuatu." Tiba-tiba kata Leora saat ia teringat akan sesuatu.


"Apa itu?" Tanya Angkasa yang masih setia mempermainkan rambut Leora.


"Mengapa membiarkan Radit keluar dari penjara? Apakah suamiku sudah kehilangan kekuasaan?" Tanya Leora menggoda suaminya.


"Jangan takut, suamimu selalu menjadi orang yang paling berkuasa!" Goda balik Angkasa sambil mencubit manja hidung mancung milik Leora.


"Jadi apa?"


"Aku menunggunya menikah dengan Liona. Bagaiman menurutmu?"


Leora terkejut, jalan pikiran suaminya sangatlah panjang hingga menyiapkan rencana sampai kiamat menjelang. "Ahh, jadi suamiku berniat menendang Liona dari keluarga Casiora? Mengapa suamiku begitu pintar?!"


"Dia harus membayar utangnya padamu!" Lagi kata Angkasa membuat Leora terkejut.


"Utang? Utang yang mana?" Tanya Leora.


"Kita bicarakan nanti di rumah." Jawab Angkasa dengan wajah sedihnya.


Ia takut dirinya akan meledak saat memikirkan masa-masa pahit Leora.


Saat di mana Leora masuk rumah sakit karena kecelakaan lalu Liona menghalangi keluarganya untuk membayar biaya rumah sakit dengan alasan Leora sudah menikah dan sudah menjadi tanggung jawab Angkasa.


'Mari lihat, Apakah perempuan itu akan menjilat ludahnya sendiri!


Meski iya, tidak semudah itu!' gumam Angkasa dengan tatapan kelam pada dua orang di lantai bawah.

__ADS_1


Angkasa menunggu saat dimana Liona telah menikah lalu keluarga Casiora hanya diam melihat penderitaan perempuan itu!


__ADS_2