
Radit menepuk-nepuk pundak istrinya lalu menatap Leora "Leora, aku tahu kau masih ingin kembali bersama aku, tapi bukan begini caranya.
Bagaimana bisa kau mencelakai adikmu dan juga calon keponakanmu hanya untuk kembali bersamaku?
Lihatlah pria yang berada di sampingmu yang sedang memeluk mu itu, dia sekarang sudah menjadi suamimu.
Jadi berhentilah berharap bahwa kita bisa kembali lagi memulai hubungan kita!" Ucap Radit yang menduga alasan Leora melukai adiknya.
"Sayang, aku ingin pulang." Isak Leora kini tidak mau berdebat lagi.
Di ruangan itu, selain suami dan kakeknya, tidam ada lagi yang mempercayai.
"Kita akan pulang sekarang." Ucap Angkasa. Berdiri untuk menggendong istrinya.
Liona yang melihat Angkasa hendak menggunakan kekuasaannya untuk lari dari masalah itu akhirnya tidak tahan dan kembali membuka mulutnya.
"Kalian mau kemana? Kalian akan pergi setelah mencoba membunuhku dan anakku?!
Apa kalian punya hati?!" Ucap Liona membuat Angkasa segera menatap tajam perempuan itu sebelum TV yang diletakkan diluar ruangan itu tiba-tiba menyala.
Pada TV itu terlihat Liona duduk di atas tempat tidur.
Lalu peemwpuan itu berkata "Kakak, aku haus, tolong ambilkan aku minum."
Mendengar itu, wajah Liona langsung memucat.
Ia sudah menjaga ucapannya supaya jika Leora membawa alat perekam sama seperti yang dilakukan Leora pada Calista, maka tidak ada ucapannya yang akan membongkar kelakuannya.
__ADS_1
Tapi,, tapi tenyata, Leora tidak hanya membawa alat perekam suara tapi sekaligus kamera!
"Matikan!! Matikan TVnya!!!" Teriak Liona mengambil remot untuk mematikan TVnya. Tapi apa yang bisa dilakukannya ketika TV itu dikendalikan dari ruangan.
"Ahh!! Matikan!!! Matikan benda sialan itu!" Liona berteriak mati-matian.
Tapi semua orang hanya bisa melihatnya dengan terkejut.
"Ada apa? Sekarang kau takut kelicikanmu terungkap?
Masih ada satu lagi, selain dia menjebak istriku berniat membunuhnya, masih ada satu rahasia lagi yang harus kalian tahu." Ucap Angkasa lalu layar TV kembali menampilkan video lain.
Seorang pengantin berada di atas tempat tidur dengan seorang lelaki berpakaian serba hitam sedang berada di atas perempuan itu.
Lelaki itu menggerakkan pinggulnya dengan cepat dan perempuan yang berada di bawah lelaki itu terlihat sekali mengeryit karena kelakuan pria di atasnya.
"Bagaimana,, bagaimana bisa kalian mendapatkan video itu?!" Teriak Liona menggila.
Sementara Anasta, perempuan itu langsung jatuh ke lantai.
Ia memegangi dada kirinya yang tiba-tiba terasa sakit sebelum jatuh pingsan.
Dalam sekejap, ruangan itu menjadi riuh.
Angkasa melihat istrinya yang sedang menyembunyikan wajahnya sambil terisak di dadanya, pria itu langsung menggendong Leora dan keluar dari ruangan.
Ia tidak mau membiarkan istrinya terus berada di ruangan yang sama dimana orang-orang yang merupakan orang-orang terdekatnya sama sekali terlihat seperti orang-orang asing.
__ADS_1
Bahkan lebih buruk lagi, mereka berniat mencelakai istrinya.
Setelah tiba di mobil, Yosi sangat terkejut karena begitu naik mobil Leora menangis dengan keras.
Yosi bahkan harus melihat pemandangan langka seumur.
Tuannya juga ikut mennagis!
"Hiks,, hiks,, bawa aku pergi!! Aku tidak mau berada di sini!" Isak Leora menangis dengan keras.
Yosi yang berada di depan langsung melajukan mobil mereka dan tidak tahu harus ke mana mengendarai mobil mewah itu.
Setelah 15 perjalanan, Angkasa akhirnya bisa menguasai dirinya sendiri dan menepuk pelan punggung istrinya menenangkan wanita yang masih menangis itu.
Sekarang semua kejahatan adiknya telah terbongkar.
Dan satu-satunya tugasnya adalah menjauhkan istrinya dari orang-orang yang sudah menyakiti istri nya terlalu dalam.
"Bawa ke bandara." Ucap Angkasa.
"Aku tidak mau kembali lagi, aku tidak mau melihat mereka! Mereka sangat jahat!" Isak Leora di pelukan Angkasa.
HAYYO,,, Jangan lupa tengok novel baru otor,
judulnya: Kembalinya Perempuan Buangan
__ADS_1