
"Lukisan harga 3,5 miliar tidak akan bisa dibandingkan dengan lukisan karya Sue Ryon!
Bahkan jika lukisan itu ada 10, masih tidak cukup untuk ditukar dengan 1 lukisan kecil dari Sue Ryon.
Sekarang aku tahu, Siapa sebenarnya yang lebih tulus memberikan hadiah untuk Tetua!
Calon menantu hanya memanfaatkan materi sementara yang lain benar-benar menggunakan ketulusan hati mereka!"
"Meskipun Angkasa berasal dari keluarga yang miskin tapi dia berteman baik dengan seorang seniman terkenal!
Bahkan seniman itu secara pribadi membuatkannya sebuah lukisan!
Apa hal terberuntung dalam Dunia?
Harta bisa dicari tapi teman yang setia jauh lebih berharga!
Apa lagi jika itu adalah Sue Ryon!" Ucap seseorang membuat Liona jadi sangat marah lalu melihat pada perempuan yang ia bayar.
Perempuan itu lalu menjawab "Bagaimana bisa barang gratisan dibandingkan dengan barang yang benar-benar dibeli dengan pengorbanan.
3,5 milliar, itu jumlah yang sangat besar, jeripayah seseorang di dalamnya!"
__ADS_1
Ucapan perempuan itu kembali membuat keriuhan semakin membesar.
Pro dan kontra Antar lukisan gratis dari Sue Ryon dan lukisan seharga 3,5 milliar.
Keriuhan menghilang saat salah satu teman baik tetua yang memiliki galeri seni baru saja tiba.
Tetua langsung mengabaikan orang-orang di sekelilingnya dan menyambut pria berambut putih yang berjalan memakai tongkat.
"Wisnu! Kau datang juga?!" Ucap Tetua lalu ia menarik Wisnu duduk disampingnya.
"Tentu saja aku datang. Kau adalah sahabat terlamaku!" Jawab Wisnu lalu ia juga terkejut saat melihat Sutrisno juga ada disana.
"Sut,, Sutrisno?! Kau sudah kembali dari desa?! Dasar pria tua!
"Haha,,, maaf kawan! Pria Tua ini sudah terlalu rentan bila harus bepergian terlalu jauh!" Jawab Sutrisno lalu ketiga pria tua itu duduk bersama.
Tetua mengangkat lukisan yang diberikan oleh Leora dan hendak memberikannya pada asistennya untuk disimpan, tapi mata Wisnu yang melihat lukisan itu langsung menghentikan Tetua.
"Tunggu! Teknik melukis ini," Wisnu mengambil lukisan dari tangan Tetua dan memperhatikannya selama beberapa menit.
"Itu adalah lukisan yang diberikan oleh cucuku. Mereka terlalu niat!" Ucap Tetua sambil tertawa, perasaan bangga di wajah pria tua itu masih terpancar dengan jelas.
__ADS_1
"Lukisan ini! Bukankah tehnik pembuatannya adalah tehnik milik Sue Ryon?" Tanya Wisnu kembali membuat Tetua menjadi semakin bangga.
"Ya,, itu di lukis oleh Sue Ryon! Cucunya benar-benar berbakti kepadanya, bahkan ada satu lagi lukisan yang diberikan oleh cucu sulungnya." Ucap Sutrisno menunjuk sebuah lukisan yang diletakkan tak jauh dari mereka.
Wisnu berdiri memperhatikan lukisan besar itu dan mengeryit sesaat.
"Ada apa pria tua?! Apakah kau iri karena sahabatmu mendapat 2 lukisan terbaik sekaligus?!
Pria tua itu memang terlalu payah sampai memiliki 2 cucu yang sangat memperhatikan nya!" Ucap Sutrisno saat melihat raut wajah Wisnu.
"Tidak, lukisan ini, aku dengar lukisan ini terjual seharga 3,5 miliar?" Tanya Wisnu.
"Ya,, calon cucu manantunya membeli lukisan ini sampai mengalahkan seorang tamu VIP yang juga mengincar lukisan ini.
Jelas lukisan ini memiliki kualitas yang sangat bagus." Jawab Sutrisno.
"Tidak,, penyelenggara pelelangan pasti sudah bekerja sama dengan tamu VIP itu untuk menipu.
Perhatikan lukisan ini, ada bercak putih kecil di beberapa sudut menandakan bahwa lukisan ini telah rusak karena usia dan penyimpanannya yang tidak diperhatikan.
Seharusnya lukisan ini tidak akan mencapai harga 1 milliar!" Ucap Wisnu mengagetkan semua orang.
__ADS_1
Orang-orang yang awalnya menunggu penjelasan Wisnu langsung menjadi riuh saat mendengar kalau lukisan itu telah rusak dan pembelinya telah di tipu habis habisan!
Bahkan sampai 3 kali lipat dari harga seharusnya!