Ranjang Balas Dendam

Ranjang Balas Dendam
BAB 96. Bangga pada istrinya


__ADS_3

"Tu,, tuan," Anggara dengan cemas melihat Angkasa yang keluar dari ruang ganti dengan pakaian murahan.


Kaos hitam seharga 30 ribu, celana jeans seharga 120 ribu, jam tangan seharga 25 ribu, sepatu seharga 100 ribu dan sebuah topi murahan yang tadi dibeli Anggara dengan harga 25 ribu!


Anggara tak pernah menyangka kalau pakaian serba obral yang ia beli itu akan dikenakan oleh Angkasa!


'Kegilaan apa lagi yang akan dilakukan oleh pria psikopat ini?!' gumam Anggara.


"Kau sudah menyiapkan motornya?" Lagi tanya Angkasa.


"Ya Tuan." Jawab Anggara dengan ragu.


"Hmm," balas Angkasa lalu pria itu berjalan ke meja rias beserta penata rias profesional yang sudah disiapkan oleh Anggara.


Pria itu memperlihatkan sesosok gambar wajah pada penata rias nya lalu sang penata rias mulai merubah wajah Angkasa dengan menambahkan lilin mikroklistalin (Bahan yang ditempelkan pada bagian wajah tertentu untuk merubah penampilan, seperti memancungkan hidung, atau membuat pipi terlihat lebih tirus).


Setelah selesai, Anggara mengerjapkan matanya saat melihat wajah Angkasa berubah drastis.


Hidungnya jadi lebih mancung dan lebar, dagu pria itu juga lebih panjang dan lancip.


Beberapa titik jerawat ditambahkan di beberapa bagian wajah membuat wajah Angkasa berubah drastis. Kejelekan maksimal!


"Tuan, ini kunci motornya." Ucap Anggara lalu membiarkan Angkasa meninggalkannya.

__ADS_1


Pria itu pergi mengendarai sebuah motor matic butut yang sudah lama tidak terawat.


...


Suasana di lokasi syuting sudah tampak tenang. Orang-orang yang sedaritadi berbisik tentang hasil akting Liona kini sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.


Sementara sutradara, dia baru selesai berdiskusi dengan asistennya sebelum asistennya berkata "Semuanya, syuting di lanjutkan! Masih lanjut dengan adegan sebelumnya."


Liona yang sudah ditenangkan oleh Radit langsung mengambil posisi di ikuti Leora.


"Actoin!" Ucap sang sutradara lalu percakapan mereka berdua langsung dimulai.


Tapi sama seperti sebelumnya, Liona tetap tidak bisa mengatakan baris kalimatnya karena tatapan Leora yang membuatnya merasa takut bahwa perempuan itu sedang balas dendam padanya.


Tatapan Leora membawa pikirannya pada ketakutan!


Sutradara melemparkan naskahnya lalu pria itu berjalan ke belakang untuk mencari udara segar.


Adegan yang dipilihnya adalah adegan yang paling mudah dari serangkaian adegan mereka yang akan diambil pada hari itu.


Tapi baru satu adegan saja lalu mereka sudah menghabiskan waktu berjam-jam.


Dia butuh udara segar dan tempat tenang untuk memikirkan segalanya!

__ADS_1


Sementara Liona yang sudah melakukan kesalahan sebanyak 15 kali sudah akan meledak.


Tapi perempuan itu langsung berhenti saat Radit menghampirinya.


Dengan kekesalannya, Liona langsung memeluk pria itu di depan semua orang.


"Tidak apa, aku di sini." Kata Radit membuat Leora mencibir dalam hati.


'Bagus sekali, 1 penghianat dan 1 pencuri, mereka memang pantas bersatu untuk saling mendukung!' gumam Leora menilai kemesraan yang dipertontonkan oleh dua orang itu.


"Apakah Kak Leora abaik-baik saja? Aku akan mendapatkan air putih untukmu." Kata Leora hendak pergi mengambil air putih tapi Radit langsung mencegahnya.


"Tidak perlu, aku akan mengurusnya. Adik ipar silakan duduk dan beristirahat." Ucap pria itu lalu membawa Liona ke tempat istirahat mereka.


Leora baru saja akan duduk saat ia tiba-tiba mencium bau tubuh yang sangat ia kenal.


Dia berdiri menatap sekelilingnya, tapi di sekitarnya hanya ada orang-orang asing yang tidak ia kenal.


'Apa aku berhalusinasi?' Gumamnya memeriksa ponselnya dan mengecek panggilannya.


'Sepertinya aku sangat merindukannya.' Gumam Leora menatap chat terakhirnya dengan Angkasa.


Padahal, tak jauh darinya, Angkasa memang berdiri di sana sebagai tukang penerangan.

__ADS_1


Pria itu tersenyum melihat Leora. Ia merasa sangat bangga atas apa yang baru saja dilakukan istrinya hingga membuat Liona tampak tak berdaya dan menjadi bahan gosipan di antara semua kru yang hadir.


__ADS_2