
"Aku senang kau datang kemari untuk menginap." Kata Leora sembari mengatur potongan semangka di sebuah piring.
"Aku juga terkejut saat Anggara tiba-tiba datang ke rumah sakit menjemputku.
Tapi aku senang karena ternyata kita bisa berkumpul di sini bersama-sama." Jawab Gina yang bertugas memotong buah semangka.
Setelah selesai memotong buah semangka, kedua perempuan itu kembali ke ruang keluarga di mana dua orang pria sedang bermain game.
Si biru menendang dengan keras hingga tidak dapat dihindari oleh si merah. Si merah terlempar jauh dan mengeluh kesakitan.
Si merah berusaha untuk bangun tapi si biru jauh lebih cekatan dan langsung mengunci si biru dan meninjunya habis-habisan.
Setelah puas meninju, Si biru tidak menghentikan permainan dan langsung membanting Si merah hingga dentuman keras terpantul lewat speaker dengan volume besar.
Anggara sebagai pihak yang dikalahkan langsung melempar Angkasa dengan bantal "Ya!!! Apa kau sedang balas dendam padaku?!" Kesal pria itu.
"Bermain denganmu sungguh tidak menyenangkan, kau terlalu payah!" Ejek Angkasa meletakkan joystick-nya.
__ADS_1
"Ya!! Kau sama sekali tidak merasa bersalah setelah membuatku dikalahkan secara berturut-turut dalam 5 kali permainan?!"
"Hmm,, kau bahkan tidak bertahan lebih dari 1 menit." Lagi kata Angkasa membuat Anggara jadi semakin kesal!
"Kau ini! Tidak bisakah kau memberikanku sedikit kesempatan untuk terlihat hebat di depan istriku?!" Gerutu Anggara saat Leora dan Gina sudah tertawa di belakang mereka.
"Bukankah aku terlihat hebat?" Angkasa menatap istrinya dengan penuh percaya diri.
"Suamiku terlalu hebat, tampan, kaya raya, dan sangat romantis! Aku selalu membanggakan suamiku!" Ucap Leora duduk di samping Angkasa dan memeluk pria itu dengan mesra.
Anggara yang melihat kejadian itu hanya bisa menangis dalam hatinya.
"Hahaha... Aku tidak percaya seorang Angkasa yang selalu ditakuti oleh banyak orang dan selalu kaku di depan banyak orang ternyata memiliki sisi lembut.
Semua orang akan iri pada pasangan seperti kalian." Ucap Gina yang kini duduk di karpet sambil bersandar ke kaki Anggara yang duduk di sofa.
"Kalian juga pasangan yang keren. Sebentar lagi menjadi orang tua, sementara kami, mustahil untuk memiliki bayi selama beberapa waktu ke depan." Ucap Leora.
__ADS_1
"Tidak masalah, kita bisa menundanya dulu." Kata Angkasa yang mengerti bahwa istrinya tidak mau memiliki anak terlalu cepat karena perempuan itu sedang mengejar karirnya.
"Terima kasih sayangku. Kau memang yang paling mengerti!" Jawab Leora kembali memeluk Angkasa lebih erat dari sebelumnya.
Sepasang suami istri yang melihat pertunjukan itu hanya bisa merasa kikuk di dalam hati mereka.
'Awalnya mereka memuji kami sebagai pasangan yang hebat karena akan menjadi seorang ayah dan ibu, tapi mereka malah membuat ending-nya sebagai pujian untuk mereka berdua! Dasar pamer!' gerutu Anggara dalam hati.
"Sayang, aku rasa kita dipanggil kemari hanya untuk dipameri. Apa sebaiknya kita pulang saja?" Ucap Anggara pada Gina.
"Sayang! Kau bicara apa?!" Gina segera mencubit Anggara karena mulut pria itu sangat tidak tahu malu.
"Itu pilihan yang tepat." Ucap Angkasa membuat 3 orang di ruangan itu langsung terdiam tak percaya dengan kata-kata pria itu.
"Hahaha.... Angkasa begitu pandai melucu." Ucap Gina mencairkan suasana yang sangat canggung.
"Itu bukan candaan. Kami perlu waktu berdua saja." Lagi jawab Angkasa.
__ADS_1
Ketiga orang "...."