
Pagi hari di rumah Casiora, semua orang sudah berkumpul di meja makan kecuali Liona yang belum menunjukkan batang hidungnya di pagi hari itu.
"Dimana Leora?" Tanya Tetua ketika mereka semua sudah menunggu selama 5 menit tapi perempuan itu belum turun juga dari kamarnya.
"Aku akan pergi memanggilnya." Ucap Anasta sembari berdiri lalu berjalan ke kamar Liona.
Begitu Anasta pergi, Tetua langsung melihat pada Leora dan Angkasa.
"Apa yang terjadi semalam?" Tanya Tetua yang sempat melihat Liona keluar dari kamar Angkasa dan Leora.
"Uhh, kakek, apa maksud kakek?" Tanya Leora yang tidak tahu pasti apakah Tetua mengetahui perbuatan mereka kemarin di kamar atau tetua sedang menanyakan kejadian di pesta penyambutan.
"Aku melihat Leora keluar dari kamar kalian sambil menangis. Ada apa dengannya?" Tanya Tetua.
"Apa?! Leora menangis setelah keluar dari kamar kalian berdua?" Tanya Anasta yang tiba-tiba datang bersama Liona.
"Itu Bu, Kak Leora, dia,,"
"Aku baik-baik saja Bu. Aku hanya pergi ke kamar adik Liona dan adik ipar untuk menyapa mereka sebelum tidur.
Lalu adik Liona membahas tentang dekorasi kamar itu, jadi aku terharu karena dia berterima kasih sangat tulus padaku.
Aku tidak tahan jadi aku meneteskan air mata." Ucap Liona dengan wajah terharunya sembari sesekali menatap pada Leora.
__ADS_1
"Iya Bu, Kek, kemarin Kak Leora sampai menangis terharu.
Katanya, itu pertama kalinya dia mendekorasi sebuah kamar untukku, dan aku sangat menyukainya!" Jawab Leora dengan senyum mengembangnya mengejek perempuan yang sedang berakting di depan mereka.
Dulu dia memang sering mendekorasi kamar Liona, tapi Liona tidak pernah menyukainya!
"Ahh, begitu, Ibu kira apa yang terjadi. Ya sudah, sekarang ayo duduk dan makan," kata Anasta lalu mereka mulai makan.
Tetua makan sembari memperhatikan Liona yang terus menekuk wajahnya sepanjang waktu, bahkan Liona sesekali melihat pada Leora dengan tatapan kebencian.
'Ada apa dengan cucuku? Mengapa dia mengikuti sifat ayahnya?' gumam Tetua menghela nafas sembari berpura-pura menikmati makanan yang hambar di mulutnya.
"Oh, ini adalah kesukaan Kak Leora." Ucap Leora mendapatkan sepotong terong dan meletakkannya di piring Leora.
Sedangkan Liona, ia membenci terong yang menurutnya tidak sesuai dengan seleranya.
"Terima kasih Adik," jawab Liona memaksa bibirnya tersenyum dan memaksa suaranya terdengar lembut dan normal.
"Hmm, aku ingat dulu kau juga selalu memberikan ku makanan kesukaanku. Jadi aku pikir mulai sekarang aku harus memperbaiki kebiasaan buruk ku yang selalu bersikap cuek pada Kak Leora." Ucap Leora yang sebenarnya menyinggung saat terakhir kali Liona memberinya banyak makanan yang tidak disukainya, tapi dia tidak bisa menolak karena ada banyak orang saat itu.
Leora tersenyum pada Liona,
'Ingat 'kan ikan asam yang pernah kau berikan hingga membuatku harus menderita dengan muntah-muntah selama satu malam?
__ADS_1
Hmm, ini bahkan tidak ada apa-apanya.'
(BAB 7. Kembali diancam).
Liona melihat senyum Leora yang dibuat tanpa celah. Hatinya menjadi semakin panas!
Dia mengunyah dengan cepat dan menahan diri untuk tidak memuntahkan makanan menjijikkan di mulutnya.
"Sayang, Kenapa kau hanya memberikannya 1 potong?" Sambung Angkasa ketika melihat Liona dengan enggan menelan terong yang diberikan oleh Leora.
"Ah, benar," jawab Leora lalu ia mengambil semua potongan terong dan meletakkan semuanya di piring Liona.
Liona menggertakan giginya, tapi di luar ia menampakan senyum terima kasihnya pada Leora.
"Kakak benar-benar menyukai terong. Berbeda denganku yang sangat membenci sayur itu! Rasanya tidak enak!" Seru Leora dengan wajah tidak sukanya.
Tapi dalam hatinya, Leora tersenyum 'Nah, rasakan itu. Siapa suruh menyamar menjadi Leora! Ha! Ha!'
@Interaksi
Wkwkwk.... pembaca yang bijak selalu mencarikan kerjaan tambahan untuk otorπππ
tapi makasih sarannya, bakal di pertimbangkan.....
__ADS_1