Ranjang Balas Dendam

Ranjang Balas Dendam
BAB 67. Rencana Leora menghadapi Liona


__ADS_3

Nomor 37!" Teriak seorang staf yang bertugas mengatur masuknya peserta dalam ruang audisi.


Leora yang duduk di sudut ruangan tetap diam memandang seorang gadis yang baru saja berdiri untuk memasuki ruang audisi.


Tiba-tiba ponselnya berdering, sebuah panggilan dari manajer Meta.


Leora langsung menyingkir ke tempat sepi untuk mengangkat panggilan itu.


"Halo Kak Meta." Katanya pada orang di seberang telepon.


"Kau sedang di tempat audisi? Aku dengar Kakakmu juga ikut dalam audisi?" Tanya Meta memastikan kabar yang ia dengar.


"Ya, dia ada di sini untuk mengikuti audisi."


"Kalau begitu, kau bisa kembali sekarang, aku sudah mengatur audisi lain untukmu. Audisinya akan dimulai sore nanti, kau masih punya waktu beberapa jam untuk mempelajari naskahnya dengan cepat." Ucap Meta dari seberang telepon.


"Tidak masalah, Kak Meta tolong kirimkan saja naskah yang harus dipelajari.


Aku masih harus mengikuti audisi di sini karena giliranku sebentar lagi." Ucap Leora membuat orang di seberang telepon kebingungan.


"Tapi Kau hanya membuang waktumu untuk mengikuti audisi itu sebaiknya kembali dan persiapkan untuk audisi nanti sore." Lagi kata Meta.


"Aku tidak bisa Kak, aku harus mengikuti audisi ini, paling tidak untuk mendapatkan peran pendampingnya." Lagi kata Leora.


"Peran pendamping? Tapi audisi kali ini tidak diperuntukkan untuk peran pendamping karena mereka sudah menentukannya dari awal." Lagi kata Meta yang dimaksud dengan Leora.

__ADS_1


"Kaka Meta tenang saja, aku sudah punya sebuah rencana. Tolong kirimkan saja naskah yang harus dipelajari untuk audisi nanti sore" Lagi kata Leora.


"Ya sudah kalau begitu," ucap Meta dari seberang telepon dengan suara tidak yakinnya.


"Terima kasih Kak Meta." ucapan terakhir Leora sebelum mengakhiri panggilan itu.


Setelah panggilan itu, Leora langsung kembali ke tempatnya dan menunggu giliran audisinya tiba.


"Nomor 72!" Leora langsung berdiri dan menarik banyak perhatian.


"Adik Leora!"


"Aku tidak yakin dia bisa mengalahkan kakaknya!" Bisik-bisik mereka yang sebenarnya sudah tidak berniat untuk memenangkan audisi itu, tapi mereka hanya tinggal untuk bersenag-senang saja.


Tema iklan WO adalah dua sahabat yang berebut satu laki-laki.


Perempuan yang di audisi kan kali ini adalah perempuan culun yang menjadi kekasih laki-laki yang diperebutkan.


Sementara sahabat dari perempuan culun itu merupakan perempuan yang sangat cantik dan pandai merawat diri.


Tapi pada akhirnya mereka berdua disatukan oleh produk kecantikan WO dan memilih mengabaikan pria yang telah mereka perebutkan demi persahabatan mereka.


Jadi, begitu masuk ke ruangan, Leora sudah menampilkan aura seorang perempuan culun yang mudah dibohongi dan polos.


Ia sudah menyiapkan dua karet gelang dan mengikat rambutnya layaknya perempuan culun.

__ADS_1


Tapi begitu tiba di depan juri, Leora langsung menarik kedua karet gelang yang mengikat rambutnya hingga rambutnya terurai dan mengubah warna matanya menjadi perempuan cerah dan bersinar.


Para juri yang melihat penampilan Laura langsung terpaku di tempat mereka begitu melihat cahaya yang dipancarkan Leora.


3 detik keheningan, kelima juri yang berada di dalam ruangan langsung bertepuk tangan pada Leora.


"Bagus sekali! Penampilan yang luar biasa!" Seru mereka bersama-sama.


"Kau adalah model yang kami cari. Belum memperkenalkan diri tapi sudah menampilkan karakter yang kami inginkan!" Puji salah seorang juri yang sedari tadi sudah bosan dengan perempuan yang hanya menampilkan kecantikan saja, tapi lupa dengan alur cerita di mana perempuan itu berasal dari jati diri gadis culun.


"Liona Atara? Adik kembar Leora Atara?" Calios yang sangat mengenal Leora membaca review Liona.


"Ya benar, saya adik Kak Leora. Saya di sini untuk mengikuti audisi pada pemeran pendamping." Lagi kata Leora mengejutkan semua juri karena mereka tidak berada di sana untuk mencari model pendamping tapi untuk sala satu model utama.


Audisi itu berlalu dengan cepat dan Leora keluar dari ruang audisi dengan perasaan puas.


'Liona, aku akan melihat bagaimana caramu menghadapi tekanan dari juri! Pemula sepertimu tidak akan bisa menandingiku bermain siasat, model yang sudah berada di industri hiburan selama beetahun-tahun!' gumam Leora dengan puas.


Selama ia memulai karirnya sebagai model, dia sudah tahu kalau para juri saat sudah menentukan pilihan, mereka akan sulit untuk mengubah pilihan mereka. Terutama Calios, sutradara yang paling sulit ditangani.


Dengan memanfaatkan juri, Leora bisa menekan Liona, paling tidak meski nanti dia tidak mendapat peran utama, tapi dia sudah puas membuat Liona tertekan sebelum mendapatkan peran yang dia inginkan.


'Lalu kita akan bertemu di lokasi syuting, acara berikutnya menantimu adik sayang!' Leora dengan puas meninggalkan tempat audisi.


Jangan lupa tekan like, biar otor semangat crazy up...!!!!

__ADS_1


__ADS_2