Ranjang Balas Dendam

Ranjang Balas Dendam
BAB 64. Kedatangan Leora


__ADS_3

"Perusahaan penerbit X sudah dibereskan. Pengacara sedang dalam proses menghentikan perizinan mereka untuk bekerja di mana pun di perusahaan penerbit.


Saham Ruana anjlok sampai 20%. Tuan Aka baru saja menelpon supaya Tuan membantu mereka dalam menangani krisis dari petinggi perusahaan yang memutuskan menjual saham mereka.


Jumlah saham yang hendak di jual senilai 15% dengan harga 500M.


Yang terkahir, bulan depan adalah rencana peresmian kantor pusat." Ucap Anggara melaporkan pekerjaannya.


Leora tersentak mendengar kabar itu, "Tunggu! Jadi,, kalian membangkrutkan perusahaan penerbit X dan membuat saham Aruna jadi anjlok?" Ucap Leora tak percaya.


"Ya Nyonya. Ini semua demi melindungi Nyonya." Ucap Anggara.


'Kalau saja Nyonya tahu sudah berapa banyak orang yang dibuat menderita oleh Tuan karena mereka berani melukai Nyonya, Nyonya mungkin akan merasa bersalah hingga mencampakkan Tuan.' Gumam Anggara.


"Sayang?" Leora langsung menatap Angkasa yang masih makan dengan tennag.


"Mereka laki-laki." Jawab Angkasa membaut Leora tak bisa berkata apa pun.


Hanya karena kemarin malam dia mengatakan kalau semua perempuan yang merusak hubungan mereka adalah urusannya, bukan berarti Angkasa bisa berbuat seenaknya pada laki-laki bukan?!


"Beli semua saham yang di jual lalu stabilkan harga saham.


Hentikan tuntutan pengacara, tapi pastikan mereka tidak punya kesempatan lain untuk menyentuh kamera dan berita." Ucap Angkasa membaut Anggara terpaku tak percaya.

__ADS_1


'Hanya satu kata! Kata 'Sayang' yang diucapkan Leora lalu pria itu langsung berubah pikiran!' gumam Anggara terkena syok sesaat.


"Makasih sayang. Tapi tolong, lain kali jangan terlalu kejam. Kau membuat banyak orang kelaparan." Ucap Leora.


"Baiklah." Jawab Angkasa sebelum melanjutkan sarapannya.


'Baiklah?! Astaga!! Drama macam apa ini?!' Anggara kembali terkena serangan bleng karena tak percaya dengan jawaban Angkasa.


Sudah bekali-kali dia mengatakan hal itu pada Angkasa, tapi pria itu selalu menghukumnya dengan berat karena dianggap menggurui.


Tapi begitu Leora yang berkata,,,


Anggara selalu tahu kalau Angkasa sudah mengiyakan sesuatu, maka pria itu pasti akan mematuhinya.


....


Hari audisi duta OW.


Leora duduk di ruangan tunggu di salah satu sudut ruangan. Ia memperhatikan banyaknya model yang datang, semuanya adalah model yang sudah berpengalaman.


Hanya dia sendiri yang memiliki status sebagai model pendatang baru tanpa ada pengalaman sebelumnya.


"Katanya, siapapun yang lulus akan bersanding dengan aktris terbaik nasional Calista.

__ADS_1


Aku juga dengar kalau Radit, aktor terbaik juga akan menjadi salah satu duta produk OW."


"Itu sangat keren, tapi,, bisakah model kelas C seperti kita mengikuti audisi ini?


Aku sudah mempersiapkan segalanya dengan baik, bahkan berlatih selama dua bulan penuh hanya untuk audisi ini."


"Kau tidak tahu? Sala satu juri untuk pemilihan model adalah Tuan Salios, sutradara terbaik yang tidak pernah salah dalam menilai orang.


Aku dengar dia terkadang bekerjasama dengan model baru, dan siapapun model itu, langsung melejit namanya."


Sutradara Salios? Bukankah dia menolak undangan WO? Mengapa sekarang-"


"Iya, ini terjadi secara toba-tiba! aku juga tidak percaya! Tapi ini menguntungkan kita sebagai model kelas bawah!" Dua orang model yang berasal dari Angkasa Raya saling berbisik di dekat Leora.


Di tempatnya, Leora tersenyum begitu mendengar nama Salios.


Karena sebelumnya dia pernah bekerja sama dengan sutradara itu dan merupakan sutradara tertegas namun yang paling adil dan jujur dalam bekerja.


'Jika jurinya adalah Sutradara Salios, maka aku yakin bisa mendapatkan tawaran ini.' gumamnya.


Namun, Leora terkejut begitu ia melihat seseorang yang baru saja datang.


Liona tiba bersama Vin dan langsung memasuki ruang tunggu di sebelah ruangan mana Leora berada.

__ADS_1


Semua orang langsung gempar!


__ADS_2