
"Seharusnya lukisan ini tidak akan mencapai harga 1 milliar!" Ucap Wisnu mengagetkan semua orang.
Liona dan Radit yang mendengar penjelasan Wisnu langsung berdiri dengan wajah pucat karena tidak menyangka hal buruk seperti itu akan menimpa mereka berdua.
"Benar kataku! Percuma memiliki kekayaan dan kekuasaan kalau tidak bisa menjalin hubungan dengan orang penting.
Bahkan lukisan saja sampai di tipu habis-habisan!
Uang 3,5 Milliar itu!!
Ck,, ck,,, dasar penipu ulung!!!" Bisikan orang-orang sangat mempermalukan Liona Dan Radit.
"Siapa tadi yang berani membandingkan lukisan rusak dengan lukisan milik Sue Ryon?
Lukisan gratis katanya?!
Hahaha,, lebih baik lukisan gratis dari Sue Ryon dari pada lukisan rusak yang dibeli dengan harga 3,5 milliar!
Harga penipuan!!!" Ucap seseorang yang juga mengagumi Sue Ryon.
"Ya benar! Dimana perempuan tadi?! Dia adalah penghasut!!" Lagi kata seseorang sambil mengelilingkan pandangannya.
Ucapannya langsung membuat kaki Liona bergetar karena tidak sanggup menahan berat tubuh Perempuan itu.
Kakinya jadi seperti agar-agar yang sangat lemas!
Terlebih Liona tidak sengaja menatap Leora yang tersenyum samar padanya. Senyum merendahkan!
__ADS_1
'Perempuan itu!!! Umpatnya menggigit keras lidahnya sendiri!!
Ingin sekali mencabik Leora hingga hancur!
"Itu di sana! Perempuan itu di sana!" Dia hendak kabur!" Tunjuk seorang perempuan yang tadi duduk di sampingnya.
Wajah Liona semakin pucat saat beberapa orang mengejar perempuan itu.
"Sial!! Penghasut itu kabur!" Seseorang kembali dari belakang karena tidak menemukan perempuan yang dicari.
Liona menghela nafas dengan lega karena perempuan yang dibayarnya tidak tertangkap.
Kalau saja perempuan itu tertangkap, bukti SMS mereka bisa membuatnya semakin malu.
"Hmm, sudahlah, semua orang berhenti membandingkan kedua hadiah yang diberikan oleh cucu tetua!
Meski semua orang diam, tapi jelas semua orang di ruangan itu melakukannya hanya untuk menghargai keluarga Casiora.
Tapi dalam hati mereka masing-masing, semuanya hampir mencibir dan melihat prihatin pada dua orang yang duduk dengan wajah yang pucat.
Pesta itu akhirnya berlalu dengan cepat, satu persatu orang mulai meninggalkan pesta sementara Liona dia juga segera mengantar Radit untuk pulang.
"Maaf, aku mempermalukanmu karena lukisan yang kita beli." Ucap Radit saat keduanya berdiri di samping mobil Radit.
"Sayang, ini tidak ada hubungannya denganmu. Kakek tahu kalau kita berusaha memberi hadiah terbaik untuk kakek, tapi siapa sangka ternyata kita malah ditipu." Ucap Liona.
"Baiklah, lain kali kita akan mencari hadiah pengganti untuk kakek. Kalau begitu aku pergi sekarang." Kata Radit lalu memasuki mobil meninggalkan Liona yang sedang memandanginya dari belakang.
__ADS_1
"Leora!! Tunggu saja! Aku akan membalas mu! Beraninya mempermalukanku seperti tadi!!" Geram Liona saat mobil Radit sudah menghilang.
Sekarang, mau taruh di mana wajahnya saat ia bertemu dengan orang-orang yang datang ke pesta kakeknya barusan?
Sangat! Memalukan!
Setelah semua orang meninggalkan pesta, Tetua meminta Leora dan an5gkasa supaya tetap tinggal malam itu.
Jadi Leora dan Angkasa diantar ke kamar yang telah didekorasi oleh Liona.
"Selamat istirahat," ucap pelayan sebelum meninggalkan Leora dan Angkasa yang sudah berdiri di depan pintu kamarnya.
Sementara di sebuah kamar lain, dua pasang mata mengawasi layar yang memantulkan gambar sebuah kamar kosong.
Menunggu Angkasa dan Leora memasuki kamarnya.
@Interaksi
Sue Ryon? Sebuah nama dari otak otor yang dibuat sembarangan! ðŸ¤ðŸ¤
Gimana lagi, otor udah capek nyari di google sampai otak pendarahan gegara mengumpat paman google yang pelit info!
Cuma nama pelukis ajah pelit amat! Kek kuota otor gak cukup ajah😒
Jadi intinya,, otor gak nemu info pelukis yang pas buat tokoh novel makanya jadi berimajinasi sendiri,, ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤
__ADS_1