Ranjang Balas Dendam

Ranjang Balas Dendam
BAB 162. Siaran langsung menghebohkan


__ADS_3

Leora dan angkasa bermain air hingga seluruh tubuh mereka telah basah.


"Sayangku, bantu aku melakukan siaran langsung," tiba-tiba kata Leora.


"Baiklah. Ucap Angkasa merogoh sakunya dan mengambil ponselnya yang sudah basah.


"Tidak, gunakan ponselku." Ucap Leora mengambil ponselnya dan mengatur lokasinya berada di ibukota lalu memberikannya pada Angkasa.


"Bagaimana aku akan melakukannya?" Tanya Angkasa melihat perempuan yang kini berjalan ke tepi pantai dan berbaring di bawah pasir putih.


"Haruskah aku mengambil pemandangannya?" Tanya Angkasa yang kini berdiri menatap istrinya yang tengah berbaring.


"Tidak, ambil pasir putihnya dan juga ombak yang datang menerpaku, cukup 3 detik matikan live-nya." Kata Leora.


Angkasa menuruti keinginan Leora, ia menyalakan kamera memperlihatkan sesosok perempuan yang sedang menatapnya penuh cinta.


Tatapan itu membuat jantungnya seketika berdetak lebih kencang, berasa ingin membuang ponsel itu lalu menyatukan diri dengan istrinya.


Tapi ia berusaha menahannya sampai semburan ombak datang membasahi kepala Leora hingga badan perempuan itu sebelum ombak kembali lagi ke laut.

__ADS_1


Angkasa mematikan siaran langsung itu lalu melemparkan ponselnya ke sembarang arah kemudian menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh Leora.


Bibirnya langsung dipertemukan dengan bibir ranum Leora, keduanya segera berciuman membuat pantai romantis itu menjadi lebih romantis dengan sepasang kekasih di pantai sedang bercumbu liar.


Sementara di ibukota, media sosial kembali di kejutkan dengan siaran langsung yang diunggah Leora.


Seorang perempuan dengan gaun tanpa lengan sedang berbaring di tepi pantai dengan perasaan senang.


Wajah yang putih, mata yang bersinar, senyum dari bibir tipis terlihat menghipnotis orang yang menontonnya.


Lalu tiba-tiba, ombak yang jernih datang menyapu dari belakang Leora sampai membasahi kepala dan tubuh perempuan itu sebelum ombaknya menghilang.


Meski semua orang terhipnotis dengan aura yang dibawakan Leora, mereka segera mengumpat saat menyadari mereka telah dibodohi!


"Sialan!! Di situasi seperti ini dia berani-beraninya bersantai di pantai sambil memperlihatkan kegenitannya?!


Apakah dia lupa kalau dia sudah melukai seorang aktris nasional?! Berani sekali dia!!!"


"Wanita sialan!! Beraninya dia menghina Ratu Calista dengan cara seperti itu!

__ADS_1


Dia sudah melukai Calista hingga mendapat jahitan di lengan kirinya, ratuku yang baik hati mau memaafkannya dan mencabut tuntutannya pada polisi supaya tidak memenjarakannya.


Seharusnya dia sudah meminta maaf lewat media sosialnya untuk memperlihatkan ke tulisannya, tapi dia malah mengunggah siaran langsung yang memperlihatkan dirinya sedang bersantai di pantai?!


Seharusnya ratuku tidak terlalu baik untuk memaafkannya, apalagi sampai mencegah Angkasa melakukan sesuatu padanya!


Iblis sepeti dia tidak patut dikasihani!


Pokoknya, dia harus diboikot dari industri hiburan!!'


Setelah siaran langsung yang ditayangkan, semua orang mulai menandatangani petisi pemboikotan Leora, bahkan semua remaja yang awalnya sangat menyukai Leora lewat majalah remaja yang dibintanginya.


"Aku tidak percaya, aku sangat mengaguminya karena dia telah cantik, segar dan awet muda.


Dia bahkan terlihat seperti gadis polos tanpa dosa!


Tapi aku tidak menyangka dia bisa melakukan hal seperti ini, awalnya aku berpikir untuk teras mempercayainya karena tidak ada bukti yang kuat bahwa dia telah melukai Calista.


Tapi melihat caranya sekarang, bukannya melakukan klarifikasi, malah membuat siaran langsung yang terlihat menghina aktris Calista.

__ADS_1


Aku kecewa! Aku akan menandatangani petisi itu sekarang juga!" Komentar salah seorang remaja diikuti remaja lainnya yang kini berbelot mulai menghujat Leora.


Dengan begitu, Manager Meta yang berada di Dunia Hiburan segera diserang oleh para petinggi perusahaan dan rapat darurat segera digelar.


__ADS_2