Ranjang Balas Dendam

Ranjang Balas Dendam
BAB 76. Kerja buruk Yosi


__ADS_3

"Ini, maaf Nyonya,, kartu ini benar di taruh di dompet saya?" Tanya Yosi yang tak percaya bahwa suatu saat kartu epic milik sultan akan mengisi dompetnya walau hanya sesaat.


"Kenapa kau begitu cerewet saat bersamaku? Namun saat bersama Angkasa kau selalu menurut dengan apa yang dia katakan?!" Kesal Leora memandangi pria yang sedari tadi terus bertanya apakah dia pantas menyimpan kartu itu walau hanya sesaat.


"Baik Nyonya." Kemudian jawab Yosi yang sudah tidak bisa menolak permintaan Leora.


Pria itu menghela nafas besar sebanyak ketiga kali sebelum memasukkan kartu itu ke dalam dompetnya.


'Semoga kartu ini tidak akan membawa malapetaka.' Gumamnya dalam hati.


"Pergi hampiri perempuan di sana dan buat dia melihat ketampananmu." Ucap Leora menunjuk Luna.


"Untuk apa Nyonya?" Tanya Yosi.


"Ini perintah! Jangan cerewet!" Lagi kata Leora membua Yosi tidak punya pilihan selain mengikuti perintah Leora.


Leora mengambil tempat tersembunyi yang masih memungkinkannya untuk mengawasi pergerakan Yosi.


'Kita lihat bagaimana reaksimu.' Gumam Leora menatap fokus pada Yosi yang berjalan kearah dua orang perempuan yang sedang melihat pakaian di manekin.


'Hanya melihat ketampananku! Tidak ada yang lain! Haruskah aku menyerang kakinya atau punggungnya?' Yosi berpikir sebelum memutuskan menyenggol Luna dengan pelan.


Bruk...!!!!

__ADS_1


Luna tersenggol begitu keras hingga tersungkur ke arah manekin dan jatuh ke lantai.


'Kenapa tubuhnya sangat ringan?' Yosi terkejut melihat hasil perbuatannya.


"Ah..! Siapa yang menyenggol ku!" Kesal Luna menahan sakitnya.


"Maaf, saya tidak sengaja." Ucap Yosi memandangi perempuan yang meringis di hadapannya.


Tidak ada niat untuk membantu Luna berdiri.


Dia hanya perlu menunggu perempuan itu berdiri dan melihat wajahnya lalu misinya selesai!


"Astaga, kau baik-baik saja?" Teman Luna membantunya berdiri.


Perempuan itu langsung terpaku pada Yosi.


'Pria tampan dan kaya!' Gumam keduanya memperhatikan Yosi.


'Nyonya benar-benar kejam! Dua perempuan ini seperti ingin menerkamku!' Gumam Yosi yang sedang menampilkan wajah datar.


Dia tidak tahu langkah apa selanjutnya. Karena dia hanya di suruh menemui Luna untuk memamerkan ketampanannya.


Tapi karena perempuan di depannya terlihat baik-baik saja, Yosi langsung berbalik untuk meninggalkan dua perempuan itu.

__ADS_1


'Dia sudah melihat ketampananku. Misi selesai!' Gumamnya merasa bebas.


Leora yang melihat dari jauh hanya bisa terpaku melihat kekakuan Yosi.


'Astaga!!! Dia bahkan tidak membantunya berdiri, lalu dia pergi setelah mengatakan permintaan maaf tanpa berniat bertanggungjawab pada perempuan yang disenggolnya?!' Leora frustasi memperhatikan pakaian Luna yang robek dan Yosi yang sudah membelakangi Luna dan Sandra.


"Tunggu!" Ucap Luna saat melihat Yosi hendak meninggalkannya.


Yosi tidak mau berlama-lama dengan mereka, jadi ia mengabaikannya seperti orang budek dan terus melangkah jauh.


Luna yang melihat pria itu sangat cuek terhadapnya langsung berlari mendahului Yosi dan berdiri di depan pria itu.


"Ahh, maaf, ini,, saya hanya ingin berterima kasih karena Tuan telah membantu saya,," Luna terkejut saat tangannya tiba-tiba menyentuh bajunya yang sempat robek karena terkena besi pada manekin.


"Ahh, ini,," Luna langsung berbalik membelakangi Yosi. Perempuan itu dengan panik menutupi lubang pada bajunya.


"Astaga,, bajumu robek." Sandra langsung menghampiri Luna dan membantu perempuan itu memperbaiki gaunnya.


Yosi masih diam saja memperhatikan dua perempuan yang sedang sibuk pada pakaiannya.


Tatapan Yosi mengandung ketidakpedulian.


'Ya Ampun! Aku tidak habis pikir, pengawal Angkasa begitu buruk dalam menjalankan misi!' Gerutu Leora di sudut persembunyiannya.

__ADS_1


__ADS_2