Ranjang Balas Dendam

Ranjang Balas Dendam
BAB 78. Alasan Leora menjadi model pendamping


__ADS_3

"Tuan, saya sangat tidak enak karena Tuan memberikan saya baju yang terlalu mahal.


Oleh karena itu, saya ingin berterima kasih pada Tuan, silakan memberitahu saya bagaimana cara untuk berterima kasih yang pantas." Ucap Luna saat Yosi telah selesai membayar gaunnya.


'Berterima kasih? Lucu sekali hahah...' Yosi tertawa dalam hati tapi di wajahnya menampakan ekspresi datar saja.


"Tidak perlu, saya akan pergi sekarang." Ucap Yosi dengan suara datar lalu meninggalkan kedua perempuan itu.


"Astaga, apakah kau meninggalkan kemampuan merayumu di dalam botol? Apa itu tadi?!


Kesempatan langkah hilang begitu saja!" Ucap Sandra.


"Uh,, mengapa teeburu-buru? Akan ada kesempatan di lain waktu." Kata Luna menunjukan sebuah foto di ponselnya.


Ia mengambil foto itu diam-diam supaya bisa mencari identitas Yosi secara online.


"Astaga!! Bagaimana kau mendapatkan foto pria itu? Kapan kau memotretnya?!" Tanya Sandra tak percaya.


Luna hanya tersenyum lalu menyimpan ponselnya.


Sementara itu, Yosi dan Leora sudah berada di dalam mobil.


"Maaf Nyonya, ini kartu Nyonya." Ucap Yosi mengembalikan kartu Sultan milik Leora.


"Tidak perlu, simpanlah itu dan gunakan saat kau bertemu lagi dengan Luna." Ucap Leora membuat Yosi menggertakan giginya.

__ADS_1


'Nyonya benar-benar mencarikanku masalah! Tapi aku tidak berdaya melawannya!' Gumam Yosi meratapi nasibnya.


"Baik Nyonya." Jawab Yosi sambil menelan air liurnya lalu menyalakan mesin kendaraan dan melaju meninggalkan pusat perbelanjaan.


"Besok, Aku tidak akan menemanimu lagi datang kemari.


Tapi pastikan besok kau sudah mendapatkan hati perempuan itu." Ucap Leora di tengah perjalanan mereka.


Leora sudah memperkirakan kalau Luna tidak akan berhenti mengejar Yosi dan kemungkinan besar perempuan itu akan datang besok di jam yang sama.


"Baik Nyonya." Jawab Yosi yang masih merasa tertekan.


Bayangan kemarahan Angkasa berputar tiada henti di pikirannya.


Angkasa langsung memeriksa ponselnya yang mendapatkan sebuah notifikasi.


Notifikasi itu adalah laporan penggunaan kartunya.


Uang senilai 250 juta baru saja dikeluarkan di sebuah pusat perbelanjaan untuk satu barang belanjaan.


'Akhirnya dia memboros juga.' Gumam Angkasa tersenyum.


Ia tahu kalau selama ini Leora belum pernah membeli barang lebih dari harga 10 juta.


Anggara yang sedang menunggu Angkasa langsung memanjangkan lehernya untuk melihat notifikasi apa yang membuat Angkasa tersenyum seperti orang gila.

__ADS_1


Begitu membaca pesan di ponsel Angkasa, pria itu mengeryit karena Angkasa hanya tersenyum oleh sebuah laporan pengeluaran senilai 250 juta.


'Apa spesialnya itu? Hanya sebuah notifikasi pengeluaran biasa.' Gumam Anggara sebelum sadar akan sesuatu.


'Tunggu! Jangan bilang Nyonya menggunakan uang 250 juta untuk membeli sebuah barang bagi Yosi!' gumamnya mengingat saat terakhir kali Leora memberikan banyak outfit mahal untuk pengawalnya.


Yang terakhir kali saja sudah membuat Yoshi digantikan posisinya, Anggara tidak bisa membayangkan hukuman apa yang akan didapat kalau sampai apa yang dia pikirkan benar-benar terjadi!


"Bagaimana karir istriku? Kau bilang dia mengikuti audisi untuk duta kosmetik?" Tanya Angkasa tiba-tiba.


"Ya, Nyonya awalnya ingin mengambil model utama, tapi di tengah-tengah audisinya dia mengubahnya menjadi model pendamping.


Sebelum audisi, Nyonya sempat bertemu dengan adiknya, Liona." Lapor Anggara.


Angkasa mengangguk, ia bisa menebak kalau Liona menghalangi Leora supaya tidak menjadi model utama.


Tapi dia mengernyit saat memikirkannya lebih dalam, 'Mengapa dia bersikukuh menjadi bagian dari iklan produk kosmetik?


Bahkan hanya posisi model pendamping?'


"Laporkan detail iklan itu." Ucap Angkasa membuat Anggara menegang.


Ia sudah berusaha menyembunyikannya dari Angkasa, tapi pada akhirnya Angkasa harus mengetahuinya.


Leora bersikeras menjadi bagian dari iklan kosmetik karena ada mantan kekasihnya di sana!

__ADS_1


__ADS_2