Ranjang Balas Dendam

Ranjang Balas Dendam
BAB 180. Telur busuk


__ADS_3

"Tuan, Radit dan Liona meminta kami memberinya penjagaan untuk meninggalkan gedung." Lapor salah seorang penjaga pada Anggara.


"Bawa mereka lewat pintu samping. Tapi tetap siaga akan perintah dadakan." Jawab Anggara.


"Baik Tuan." Jawab penjaga sebelum pergi menemui Radit dan Liona yang kini sudah menunggu.


"Bagaimana cara kita keluar?" Tanya Liona sambil menyeka air matanya dan membungkus dirinya dengan jas milik Radit.


"Tenanglah, ada pengawal yang akan melindungi kita." Ucap Radit sambil menghela nafas.


Sebenarnya, ia juga tidak yakin, tapi jika harus menunggu terlalu lama di gedung itu, kemungkinan saat itu perusahaannya sudah bangkrut.


Akhirnya, dengan 6 orang yang mengawal mereka 2 orang itu segera keluar dari gedung.


Baru saja beberapa reporter melihatnya, semua orang langsung berkerumun, untungnya pengawal Angkasa adalah pengawal profesional sehingga bisa mengatasi keadaan itu.


"Itu dia!! Manusia palsu sudah keluar!!!" Teriak salah seorang lalu para penggemar Leora kini datang mengerumuni mereka dan melempari kedua orang itu dengan telur busuk yang sudah mereka siapkan.


Ke-6 pengawal, meski bisa menghalau semua orang agar tidak menyentuh Liona dan Radit, namun mereka tentunya tidak dapat menangkis telur-telur yang melayang di atas kepala mereka.


Liona gemetaran sambil berpegangan erat pada laki-laki di sampingnya.


Kakinya sudah sangat berat untuk ditarik, apalagi ia harus menahan kesakitan dari telur yang menimpanya, ditambah bau busuk dari telur-telur itu, Liona segera muntah.

__ADS_1


Huek!!!


"Dia muntah!"


"Bagus!! Lempari terus!! Ini belum seberapa dengan apa yang sudah ia lakukan pada idola kita!


Terus lempari mereka!!" Teriak para fans Leora hingga akhirnya seluruh pakaian Leora dan beberapa bagian wajahnya kini dibanjiri oleh telur busuk.


Para penggemar tidak menggunakan kekerasan lain selain telur busuk, karena mereka tidak mau nama baik idola mereka tercontreng jika melukai Liona terlalu fatal.


Liona menggertakkan giginya 'Dasar para remaja goblok! Untuk apa mereka membela Leora?! Apa hebatnya dia?!'


Saat itu juga, seorang klien Angkasa baru saja selesai bicara dengan Anggara.


Anggara memandangi kedua orang yang dikawal dua pengawal, "Kembali ke mari lalu kawal Tuan Andre dan Nyonya Rati." Katanya pada alat komunikasinya.


6 pengawal yang awalnya berada di sisi Leora dan Radit akhirnya mundur mengawal 2 orang klien Angkasa setelah menerima perintah dari Anggara.


Para pengawal tampak keheranan karena 2 orang yang mereka kawal tak dikelilingi oleh siapapun, tapi dua orang yang baru saja mereka tinggalkan kini terdesak di tengah-tengah kerumunan.


Sementara Anggara, pria itu tersenyum. 'Hadiah terkahir dariku. Semoga kalian berdua suka!'


Liona merasa sangat kesal karena terdorong kesana-kemari, ia segera berdiri dan mengangkat wajahnya melototi semua orang yang mendesaknya.

__ADS_1


"Apa kalain sudah gila?! Kalian tidak tahu siapa aku?! Keluargaku akan menuntut kalian dengan semua perlakuan kalian hari ini!" Teriaknya melototi orang-orang itu, tapi belum sedetik dia selesai berbicara saat sebuah telur busuk tiba-tiba dilayangkan seorang pria hingga mengenai wajahnya.


Telur itu pecah dan meleleh hingga leher Liona.


Dalam sekejap, semua remaja yang mengelilinginya kini tertawa terbahak-bahak.


"Ahaha,, cobalah kalau berani. Aku berasal dari keluarga Luis."


"Ya, tuntut juga aku, dari keluarga Siloam"


"Lalu aku juga, dari keluarga Ad-"


"Tunggu! Mengapa kalian jadi memamerkan status keluarga kalian masing-masing?


Aku tidak boleh ketinggalan! Aku berasal dari keluarga Orisa!" Ucap salah seorang remaja yang kira-kira berumur 16 tahun sebelum kembali melempar sebuah telur busuk ditangannya dan mengenai kepala Liona.


Liona menjadi sangat geram, tapi mengingat semua nama keluarga yang barusan disebut, dia sangat tidak menyangka kalau Leora ternyata mempunyai penggemar dari kalangan sosialita!


Meskipun mereka masih remaja, tapi keluarganya tidak mungkin membiarkannya menyentuh mereka.


Akhirnya kedua orang itu hanya bisa menerima nasib mereka berada di tengah-tengah penggemar Leora yang kini melempari mereka dan memberi cacian pada mereka.


Tidak ada celah untuk melarikan diri!

__ADS_1


__ADS_2