
Liona tersenyum licik memperhatikan layar laptopnya.
'Leora! Lihat saja! Aku akan mendapatkan beberapa gambar yang bagus untuk diunggah ke sosial media!' gumam Liona penuh kemarahan mengingat apa yang baru saja diperbuat oleh Leora di depan semua orang.
Sangat! Memalukan! Baginya!
Terlihat Leora sedang memasuki kamar itu dan melemparkan tas jinjingnya ke atas tempat tidur sebelum Leora ikut berbaring di samping tas itu.
"Dimana pria culun itu?" Ucap Liona saat beberapa waktu Leora berbaring di atas tempat tidur, tapi Angkasa tak kunjung memasuki kamar.
Beberapa saat, Leora terlihat bangun mengambil ponselnya lalu menekan layarnya beberapa saat.
Liona terkejut karena ternyata Leora sedang menelpon nya!
"Apakah dia tahu kalau aku memata-matain nya?!" Gumam Liona segera mengangkat telepon itu.
"Ada apa?! Kau menelponku saat kita berada di bawah atap yang sama?!
Atau sekarang kau ingin membanggakan diri atas kemenanganmu dan suamimu di acara penyambutan kakek tadi?!
Dengar ya,, aku sama sekal-"
"Berhentilah bepura-pura! Aku tahu kau sedang mengawasi kamarku dengan CCTV!
__ADS_1
Jadi sebaiknya kau datang kemari dan mengambil CCTV itu sebelum aku melaporkanmu ke kakek!" Ucap Leora dari seberang telepon sebelum panggilan Itu dimatikan.
Liona melihat layar teleponnya dengan penuh kekesalan. "Bagaimana dia tahu?! Bahkan mengancam ku untuk melaporkannya pada kakek?! Dasar sialan!!"
Liona langsung keluar dari kamarnya dan berjalan ke kamar Leora untuk melepas CCTV.
'Tidak masalah, meski cctv-nya dilepas, aku sudah menaruh perekam suara di dalam kamar.
Meski benda itu tidak bisa merekam gambar, tapi aku tidak percaya kalau aku tidak akan mendapat apa pun dengan benda itu!' gumam Liona menenangkan diri.
Liona segera tiba di depan kamar Leora dan dengan kasar membuka pintu.
Begitu pintunya terbuka, perempuan itu sangat terkejut saat melihat Angkasa berdiri menatapnya dengan tatapan tajam.
Tatapan itu, sama sekali bukan tatapan yang seharusnya dimiliki oleh seorang pria culun!
Dia akan menyiksaku?!' Gumam Liona memegang handle pintu dan hendak keluar dari sana, tapi Angkasa langsung menggunakan kakinya, menendang pintu di belakang Liona hingga kembali tertutup.
"Kau!! Apa yang kau lakukan?!" Liona menjadi panik saat Angkasa malah mengunci pintu kamar itu dan melemparkan kuncinya ke tempat tidur.
Liona mengikuti kunci itu dengan matanya. Ia hendak berlari ke atas tempat tidur untuk mengambil kuncinya, tapi kemudian dicekal oleh Angkasa.
"Mau kemana kau?!" Tanya Angkasa masih menatap Liona dengan tatapan penuh dendam.
__ADS_1
"Liona?! Ada apa dengan suamimu ini?!" Liona berusaha menutupi kegugupannya dengan berteriak kencang sambil melototkan matanya pada Leora yang terlihat ketakutan di salah satu sudut kamar.
"Aku sudah memberitahu semuanya! Baru saja!" Teriak Leora berpura-pura terlihat putus asa sembari meringkuk memeluk kedua lututnya.
"A,, apa?!" Liona semakin ketakutan hingga wajahnya berubah warna jadi kebiruan.
"Liona?" Ucap Angkasa terlihat begitu marah lalu menyeret Liona ke kamar mandi.
"Lepas!! Lepaskan!! Aku bukan Liona! Aku Leora!!!" Liona terus berteriak, tapi sekeras apapun dia berteriak, kamar itu adalah kamar kedap udara.
Liona sampai lupa caranya bernafas saat melihat bath up yang dipenuhi air.
Pria itu akan membunuhnya!
Angkasa terus mendorongnya hingga semakin mendekat ke bath up.
"Apa yang kau inginkan?!! Lepaskan aku!!" Teriak Liona sangat takut hingga tidak bisa menahan diri dan mengeluarkan air seninya.
Melihat perempuan itu mengompol di celana, Angkasa melepaskan tangan Liona dan segera keluar menutup pintu kamar mandi dengan keras.
Liona langsung terkapar di lantai, tidak peduli lagi bila ia kemudian duduk di atas air seninya yang sudah membanjiri lantai.
@Interaksi
__ADS_1
2 kata : Coba lagi 😂ðŸ¤