
"Ada apa ini?!"
"Astaga!! Darah!! Ya Tuhan!! Seseorang tolong dia!"
"Panggil kesehatan! Cepat!!"
"Angkat Dia! Cepat!!"
Calista langsung dibawa oleh manajernya ke ruang kesehatan yang disediakan di hotel tempat resepsi pernikahan Liona dan Radit berlangsung.
"Siapa yang melakukanya?!"
"Dia!! Perempuan ini berdiri di sini bersama dengan Calista!"
"Ya!! Saat berlari ke sini, aku melihat perempuan ini berdiri menghadap Calista yang terlihat sangat ketakutan!"
"Kalau begitu, dia pasti pelakunya!"
"Benar!! Tapi tunggu, bukankah dia Liona? Model yang baru-baru saja tenar?"
"Benar! Dan dia juga saudara pengantin wanita!"
Semua orang mulai mengungkapkan identitas Leora.
Sementara Angkasa yang masih duduk dengan tenang di tempatnya, terlinganya langsung menajam saat mendengar nama palsu istrinya di sebut.
"Ada apa di sana?" Tanya Anasta yang ada di dekat Angkasa.
"Aku akan memeriksanya." Jawab Angkasa segera berjalan ke arah kerumunan.
"Ibu, ada apa itu?" Tanya Liona yang terkejut melihat beberapa orang berkumpul di sala satu sudut aula.
"Ibu akan ke sana," ucap Anasta.
__ADS_1
"Aku ikut Bu!" Langsung kata Liona lalu Anasta, Liona dan juga Radit segera pergi ke arah kerumunan.
Angkasa yang sudah tiba lebih dulu langsung menerobos kerumunan saat mendengar beberapa orang sedang memakai istrinya.
"Sayang, aku di sini." Langsung ucap Angkasa mendekati istrinya dan melindungi istrinya yang sedang di tunjuk tunjuk oleh banyak orang.
"Tunggu! Dia ini! Apakah dia suaminya?!"
"Suami?! Ahh, benar! Dia suami Liona! Pria yang membawa lukisan Sue Ryon di acara penyambutan kepulangan Tetua dari luar negeri.
Astaga,, pria yang sangat malang! Menikah dengan perempuan seperti dia!"
"Ahh benar!! Perempuan ini! Dia adalah keluarga dari pemilik pesta pernikahan ini."
"Ada apa dengan Adikku?" Tanya Liona yang sudah datang bersama Radit dan Anasta.
"Leora, Astaga seharusnya pengantin tidak boleh turun dari pelaminan hanya untuk hal-hal seperti ini." Gerutu salah seorang yang berada di dalam lingkaran sosialita Liona.
"Memangnya ada apa ini? Sayang, apa kau terluka? Mengapa,," Anasta memperhatikan Leora saat melihat ada noda darah dan pecahan kaca di dekat Leora berdiri.
"Dia baik-baik saja! Hanya, dia sudah membuat seseorang terluka!
Lebih parahnya lagi, orang itu adalah Calista!
Kekasih Angkasa Raya!
Pewaris Raya grup yang terkenal kejam dan tidak bersikap lunak pada siapapun yang melukai orang-orangnya!" Ucap salah seorang sambil menggelengkan kepalanya merasa sangat prihatin dengan perempuan yang berada di pelukan Angkasa.
"Apa? Bagaimana mungkin? Adikku tidak mungkin melakukan hal seperti itu!" Ucap Liona dengan wajah terkejutnya meski dalam hatinya ia merasa sangat senang karena kini, Leora sudah mencampakkan dirinya sendiri ke neraka milik Angkasa!
Beraninya melukai Calista?! Cari mati!!
"Ya benar, anakku adalah anak yang penurut dan berbakti.
__ADS_1
Dia tidak akan melukai seseorang, apalagi sampai membuatnya berdarah! Pasti ada keslapahaman di sini!" Kata Anasta juga ikut membela Leora.
"Benar, aku sangat mengenal adik iparku, dia tidak akan melakukan hal sekejam itu.
Biarkan polisi yang menangani masalah ini, kita akan lihat siapa yang sebenarnya bersalah." Ucap Radit sembari melihat pada perempuan yang pernah dicintainya kini berada dipelukan seorang pria yang tidak ada apa-apanya!
"Kami di sini!" Ucap Seorang berseragam polisi yang langsung tiba di tempat itu.
"Pak Polisi, tolong bersihkan nama baik anak saya. Dia sudah difitnah melukai seseorang di sini!" Ucap Anasta dengan wajah memohon nya.
"Baiklah, silakan semua orang tinggalkan tempat ini dan biarkan kami menyelidiki lokasinya.
Tolong pergi dengan tertib supaya tidak merusak bukti-bukti yang ada." Kata polisi itu lalu beberapa rekannya menuntun orang meninggalkan lorong sepanjang 50 meter itu.
"Saya akan bersaksi untuk Calista."
"Saya juga, Saya adalah orang pertama yang datang saat mendengar teriak minta tolong dari lorong itu."
"Saya,, saya juga ada di sana! Perbuatan kejam seperti itu tidak bisa dibiarkan! Aku akan membela kebenaran!"
Leora yang berdiri bersama seorang polisi lain dan juga Angkasa, ia hanya bisa tersenyum mencibir orang-orang itu.
'Dasar, Mereka berbondong-bondong ingin bersaksi untuk mencari muka di depan Calista dan Angkasa.
Cih!! Sayang sekali, pria itu sudah menjadi suamiku!' Gumam Leora menertawakan kebodohan mereka.
@Interaksi
Pembaca di bawah ini pasti nge-fans sama Yosi dan Anggara, jadi ketularan sial deh...
BTW, kalo nanti malam otor gak up, berarti otor benar-benar sibuk, jangan dicariin, apa lagi diprioritaskan! Cia elahhh😂😂ðŸ¤
__ADS_1