
"Benar-benar calon cucu menantu yang hebat!
Aku dengar lukisan itu dilelang dengan harga fantastis senilai 3,5 miliar dan mengalahkan seorang tamu VIP di kamar nomor 3?!" Ucap Sutrisno yang mewakili semua orang yang tidak bisa berbicara di dekat Tetua.
Mendengar pertanyaan Sutrisno, Leora tersenyum lalumencubit pelan tangan suaminya di bawah meja.
Angkasa tetap menunjukkan wajah datarnya tapi dia langsung menangkap dan menggenggam erat tangan istrinya, merasa bahagia.
Tidak tahan dengan perlakuan suaminya, Leora kemudian mendekati kuping suaminya dan berbisik pelan.
'Dengar? Semua orang bilang, kau adalah pihak yang dikalahkan!' Leora merasa senang mengejek suaminya.
"Permainan belum selesai!" Jawab Angkasa masih tetap dengan kepercayaan dirinya.
Sementara Liona dan Radit yang mendapat pujian, mereka berdua menunjukkan wajah rendah hati di depan semua orang.
Tapi Liona, ia mengerutkan keningnya saat tatapannya tiba-tiba melihat bagaimana kemesraan Angkasa dan Leora yang saling berbisik satu dengan yang lain.
'Cih masih berani bersandiwara, tunggu sebentar lagi dan kalian berdua akan dipermalukan, karena aku akan menagih hadiah kalian di depan semua orang!' gumam Liona sebelum kembali fokus pada Tetua.
__ADS_1
"Kakek, ini bukanlah hadiah yang layak kami berikan pada kakek karena kami berdua tahu kasih sayang kakek pada Kami jauh lebih bernilai dari apapun yang bisa kami dapatkan di dunia ini untuk kakek.
Tapi kami berdua berharap semoga lukisan ini boleh menjadi penyemangat buat kakek, kami berdua berharap kakek panjang umur sehat selalu dan kelak bisa bermain bersama cicit-cicit kakek." Ucap Liona dengan suara rendah hati.
"Iya Kakek, tolong Jangan menilai dari hadiah yang kami berikan tapi lihatlah dari ketulusan kami berdua.
Bahkan aku sama sekali tidak pantas menjadi cucu menantu kakek, tapi semoga kedepannya aku bisa memperbaiki diri dan bisa membahagiakan cucu kakek Sampai akhir hayatnya."
Mendengar sepasang kekasih itu membicarakan masa depan mereka, semua orang bisa merasakan ke irian karena keromantisan mereka.
Tapi Tetua sama sekali tidak tersentuh dengan sandiwara kedua orang itu.
Namun dia harus tetap mengikuti sandiwara mereka demi melindungi keluarga dan juga cucu kesayangannya.
Sutrisno yang mendengar ucapan Tetua hanya bisa tertawa terbahak-bahak. "Hahah,, Kalian dengar itu?! Hahah,, dia memang Pria tua yang terlalu beruntung!"
"Benar! Aku terlalu beruntung!" Tawa Tetua meski dalam hatinya ia sedang tersayat sayat atas beberapa musibah yang telah menimpa keluarganya.
Tapi dia tidak mau merusak suasana pesta itu dan terlebih memberi kesempatan pada banyak orang untuk merendahkan keluarganya.
__ADS_1
Tetua tahu, saat ini semua orang sedang mengejeknya dalam hati, terutama atas masalah yang disebabkan oleh putranya sendiri.
Sementara Liona, melihat semua orang sedang terfokus pada satu titik yaitu Tetua, ia tidak mau melepaskan kesempatan itu.
"Kakek, aku dan adik Liona sudah menyiapkan masing-masing hadiah untuk kakek.
Tapi Adik Liona, dimanakah hadiah yang adik persiapkan untuk kakek?" Tanya Liona memandang pada Leora dan Angkasa.
"Benarkah? Hahah,, kedua cucuku sangat pengertian!" Ucap Tetua tertawa lepas.
"Iya Kakek, tapi,, hadiah dari kami,," Leora terlihat enggan untuk mengeluarkan hadiah nya di depan semua orang.
"Adik, jangan sungkan. Biarkan kami melihat hadiah yang Adik sudah persiapkan." Kata Liona tidak mau memberi celah bagi Leora.
Pokoknya! Perempuan itu harus memperlihatkan lukisan murahannya!
@Interaksi
__ADS_1
Ni, ni,, pembaca yang gak boleh di tiru. Baca novel sambil makan ikan, tapi gak ngajak, gak mau bagi-bagi,,, jadi nelan tulang ikan deh. Rasain!!😂😎
Lanjutannya sebentar ya... Otor masih mikir, hadiah apa ni yang bakal diperlihatkan Angkasa ama Leora 👀🍳