Ranjang Balas Dendam

Ranjang Balas Dendam
BAB 57. Menambah dosis


__ADS_3

Setelah menyelesaikan masakan mereka, Leora dan Bibi Kira duduk di depan TV.


Bibi Kira menonton serial kesukaannya, sementara Leora membaca naskah yang diberikan oleh Meta.


"Hey, Kenapa tidak duduk di sofa? Kau pikir dirimu penjaga pintu gerbang di kerajaan Majapahit?" Ucap Bibi kira yang mulai risih dengan Yosi yang sedari tadi berdiri di samping televisi.


Tapi pria itu sama sekali tidak menghiraukan Bibi kira dan hanya fokus berdiri.


"Astaga aku tidak tahu berapa banyak gaji yang diberikan padamu untuk berdiri seperti patung. Tapi terserah padamu saja!" Lagi kata Bibi Kira saat melihat pria itu sama sekali tidak mengubah ekspresinya.


Jeda iklan diantara serial Bibi Kira membuat perempuan paruh baya itu mengambil remote dan mencari siaran lain untuk melihat beberapa serial lainnya.


Namun Bibi Kira berhenti saat ia tiba-tiba mendengar nama tuannya disebutkan.


"Pemirsa, baru 10 jam sejak berita tentang hubungan Calista seorang aktris papan atas dengan seorang pewaris tunggal Angkasa diberitakan, Angkasa Raya langsung memberitakan konferensi pers yang akan dilakukan dalam 1 jam mendatang.


Kira-kira, konfirmasi apa yang akan diberitakan Angkasa Raya terhadap isu ini?


Mungkinkah ada pembantahan atau sebuah pembenaran hingga mereka terburu-buru melakukan konferensi pers?" Ucap seorang penyiar yang membuat 3 orang yang mendengar suara itu langsung menajamkan kuping mereka.

__ADS_1


"Nya, Nyonya sudah tahu berita ini?" Tanya Bibi Kira pada Leora yang menatap tajam ke arah TV.


"Hmm, bagaimana menurut bibi?" Tanya Leora yang wajahnya tampak kesal.


Bibi Kira menelan air liurnya, dia benar-benar tidak bisa memberikan pendapatnya.


Babi Kira terlalu takut kalau ia mengatakan sesuatu yang salah hingga membuat sedih Leora.


"Saya tidak tahu apa pun Nya. Nanti Bibi malah salah ngomong." Ucap Bibi Kira.


"Bibi benar." Jawab Leora mengalihkan pandangannya ke arah pintu masuk.


Angkasa adalah orang berbahaya di industri hiburan, jadi tidak akan ada yang berani bermain-main dengannya." Suara Leora mengandung nada kemarahan bercampur kesedihan dan kecemburuan.


"Nyonya benar. Tuan memiliki kekuasaan yang besar, jadi tidak mungkin orang kecil seperti Calista mau mengusiknya." Jawab Bibi Kira sebelum ia terkejut dengan apa yang ia katakan.


Kata-katanya barusan seolah membenarkan kalau Angkasa sudah berselingkuh dengan Leora.


"Eh, Nya,, mulut Bibi sangat kurang ajar! Bibi pantas di hukum!" Kata Bibi Kira memukul mulutnya.

__ADS_1


"Tidak apa Bi, yang Bibi katakan benar." Jawab Leora membaut Bibi Kira semakin merasa bersalah.


Apa lagi saat Leora terlihat menggertakkan giginya dengan keras.


'Ya Ampun, bisakah Nyonya mengalahkan Tuan? Bagaimana kalau Nyonya malah memancing amarah Tuan dan membuat Nyonya berada dalam masalah?' Gumam Bibi Kira merasa ngilu saat ia membayangkan kejadian awal pernikahan Leora.


Sementara Yosi yang berdiri, ia hanya bisa prihatin pada nasib Tuannya. Tuannya memang kejam, tapi pria itu sudah ditaklukan oleh istrinya.


Jadi Angkasa mungkin akan gila kalau sampai Leora menghindarinya.


Setelah 1 jam, akhirnya layar TV menunjukkan meja konprensi pers yang dilakukan oleh Angkasa raya.


Leora memandang sinis pada layar TV. Pengalamannya di industri hiburan sudah memberitahunya bahwa konprensi pers seperti itu dipenuhi kebohongan untuk menipu publik.


Jadi dia tidak sepenuhnya percaya pada beritanya.


Tapi begitu, ia masih menahan diri untuk mendengarkan informasi yang akan disampaikan juru bicara Angkasa Raya.


'Awas saja kalau beritanya beritanya tidak memuaskan! Aku akan menambah dosis cabai dan merica!' gumam Leora sambil mengepalkan tangannya.

__ADS_1


__ADS_2