Ranjang Balas Dendam

Ranjang Balas Dendam
BAB 112. Kemenangan pelakor


__ADS_3

"Ada apa?" Langsung tanya Bambang setelah Luna kembali memasuki kamar.


"Cepatlah pergi dari sini! Istrimu datang mencarimu, aku hanya katakan padanya kalau kau mungkin pergi ke taman atau pergi melihat ikan." Ucap Luna memandang acuh pada pria yang masih duduk di pinggir tempat tidur.


Bambang menghela nafas lalu mendekati Luna dan memeluk perempuan yang terlihat enggan.


"Berapa hari kau pergi reat-reat? Mengapa baru mengatakannya hari ini?" Tanya Bambang menciumi leher perempuan itu.


'Cih, dia pikir aku bodoh?! Lagipula, memang aku baru saja di kabari.' Gumam Luna merasa kesal dengan pria tua itu!


"Kenapa tidak menjawab?" Bambang mengerutkan keningnya menatap perempuan yang terlihat tidak fokus padanya.


"Beritanya mendadak. Lagipula, aku sudah membayar banyak untuk mengikuti reat-reat itu, tapi ternyata mereka mengubah jadwalnya menjadi hari ini!


Dan cepatlah pergi dari kamar ini atau mungkin istrimu akan memergoki kita disini!" Ucap Luna berusaha mendorong pria itu agar menjauh darinya.


"Sekali lagi!" Kata Bambang mendorong Luna menghadap ke dinding dan langsung saja mengangkat rok perempuan itu.


"Ah,, ahh,, ah,,," Luna berusaha menahan nafasnya saat Bambang mulai hilang akal di belakangnya.


Setelah 10 menit, Bambang menghentikan aksinya lalu pria itu membereskan pakaiannya sebelum pergi ke arah pintu.


"Saat kau tiba di tempat kegiatan berlangsung, kirimkan alamatnya padaku." Ucap Bambang membuat Luna berdecak kesal.

__ADS_1


'Menjijikkan! Untungnya ini adalah terakhir kalinya aku melayani pria itu.' Luna tersenyum puas 'Akhirnya aku mendapat pria yang lebih kaya, lebih tampan, lebih mudah dan lebih baik dari tua Bangka itu!'


Tapi baru selesai Luna bergumam saat Bambang yang membuka pintu tiba-tiba berdiri mematung.


'Mangapa dia masih tinggal di situ? Merepotkan saja!' Gerutu Luna.


"Ada apa denganmu?! Mengapa belum meninggalkan kamarku juga?!" Kata Luna dengan kesal sambil berjalan mendekati Bambang untuk mendorong pria itu supaya keluar dari kamarnya.


Tapi baru saja ia mengulurkan tangannya untuk mendorong punggung pria itu saat ia melihat seorang perempuan tengah berdiri di depan mereka berdua.


"Sa,, sayang!" Ucap Bambang berusaha mendekati Anasta.


"Sayang? Siapa yang kau panggil dengan sebutan sayang?


Perempuan di depanmu atau perempuan di belakangmu?" Tanya Anasta sambil tersenyum jijik.


"Tidak ada kesalahpahaman! Aku dan Dia memang memiliki hubungan!


Dia membawaku ke sini dan berpura-pura sebagai seorang ayah angkat dan anak angkat supaya dia dengan mudah menggauliku setiap malam!


Kau pasti tahu kenapa setiap malam kau selalu tidur cepat dan tidak pernah bangun sampai pagi.


Itu semua karena dia mencecoki mu obat tidur supaya dia bisa datang ke kamarku dan kami bisa bermesraan sepanjang malam!" Ucap Luna merasa menjadi pemenang di antara semua orang yang ada di situ.

__ADS_1


Pertama, dia menghancurkan hati seorang istri yang tulus mencintai suaminya.


Lalu yang kedua, dia membuka kedok seorang pria yang sudah menghianati istrinya.


Terakhir, dia bisa segera pergi dari rumah itu dan hidup bahagia bersama seorang pria baru yang menyukainya.


Sama sekali tidak ada penyesalan dengan pagi yang ia lewati di hari itu!


Bambang begitu marah mendengar semua kata-kata yang dilontarkan dari mulut kotor Luna.


"******! Beraninya kau menfitnahku!" Teriak pria itu memberi satu tamparan di bibir Luna hingga perempuan itu hampir saja jatuh ke lantai.


"Ha, haha....." Luna tertawa keras dan dengan tatapan merendahkannya ia menatap Bambang.


"Lalu kita bisa membuktikan apakah omonganku benar atau tidak.


Kebetulan sekali, baru saja kita melakukan hubungan badan.


Aku yakin, masih terlalu banyak bukti yang tertinggal di kamarku!" Ucap Luna dengan puas.


Anasta mengeram "Sebaiknya kalian berdua tinggalkan rumah ini!


Silahkan selesaikan urusan kalian di luar sebelum kembali lagi kemari untuk bertemu dengan pengacara!

__ADS_1


Masalah ini akan dibahas sampai ke ranah hukum!" Kata Luna sebelum pergi meninggalkan kedua orang itu.


Bambang hendak mengejar, tapi beberapa penjaga yang sudah disiapkan oleh Anasta langsung mengepung pria itu dan mengusir keduanya dari rumah Casiora.


__ADS_2