
Anasta Akhirnya bisa menemui putrinya yang sudah dipindahkan ke kamar inap.
Perempuan itu masih tak sadarkan diri, jadi Anasta hanya duduk di kursi sambil menangis tak berdaya.
"Hiks,,, hiks,,, sekarang bagaimana?! Bagaimana nasib anakku selanjutnya?!" Isaknya membayangkan putrinya yang akan segera di campakkan!
Pada hal, putrinya baru saja menikah hari itu!
Ponselnya yang diletakkan di tas terus berdering, tapi dia tidak mau melihat ponsel itu.
Anasta tahu, yang menelepon pastilah Radit yang menanyakan padanya apakah dia sudah bertemu dengan Liona atau belum.
"Tidak,, aku harus tenang, aku harus tenang,,, pasti ada jalan keluar." Ucap Anasta setelah lama menangis lalu ia menyeka air matanya.
Anasta berjalan ke samping ranjang Liona, meletakkan tasnya di meja dan menarik kursi untuk duduk.
"Putriku yang malang, bagaimana ibu menjelaskannya? Bagaimana cara ibu memberitahumu tentang semua yang terjadi?" Ucapnya menahan diri supaya tidak terisak meskipun ia tidak bisa menahan air matanya yang terus jatuh membasahi pipinya.
Anasta masih menangis saat Liona akhirnya mengerjapkan matanya lalu perempuan itu tersadar.
"Akkh!!" Gerutu Liona saat kepalanya terasa sangat berat.
Anasta dengan cepat mengusap air matanya "Sayang, anakku,, kau sudah sadar. Tunggu sebentar, ibu akan memanggil dokter."
Liona tidak mengatakan apapun dan membiarkan ibunya keluar dari kamarnya sebelum kembali lagi bersama seorang dokter dan seorang suster.
"Ibu, ada apa ini?" Tanya Liona saat ia sudah sadar bahwa dirinya berada di rumah sakit.
Namun dia sama sekali tidak ingat penyebab dia terbaring di ranjang rumah sakit.
"Tenanglah, dokter akan memeriksamu." Kata Anasta sembari meneteskan air matanya.
Tapi dia segera menyekanya lalu melihat pada dokter.
__ADS_1
"Tolong periksa dia." Ucap Anasta dijawab anggukan dokter.
"Ibu, kenapa ibu menangis? Lalu,, dimana Radit?" Tanya Liona melihat pada ibunya.
"Tunggu dulu, jangan banyak bergerak dan biarkan dokter memeriksa mu." Ucap Anasta memegang erat tangan putrinya.
Setelah dokter selesai memeriksa, dokter itu melihat pada Anasta "Mari bicara sebentar."
"Ahh, baik Dok." Jawab Anasta lalu dia melihat pada Liona "Tunggulah sebentar. Ibu akan segera kembali." Katanya.
"Bagaimana keadaan anak saya Dok?" Tanyaan Anasta saat ia dan dokter sudah berdiri di depan pintu kamar Liona.
"Dia baik-baik saja. Tapi sepertinya dia sama sekali tidak mengetahui tentang kejadian yang menimpanya.
Kalau bisa, bicarakan masalah ini secara baik-baik.
Dukungan dari keluarga sangat penting untuk pasien." Ucap Dokter itu.
'Kalau aku menceritakannya pada Liona, anakku mungkin akan menggila.
Tapi kalau aku tidak menceritakannya, dia akan mendapat masalah besar saat Radit mengetahuinya.
Apa yang harus kulakukan?
Aku tidak mungkin bisa menunda malam pertama mereka!' Gumam Anasta menimbang keputusan terbaik yang bisa dia ambil.
Sementara di dalam kamar, Liona meraih ponsel Anasta yang diletakkan di meja samping tempat tidurnya, karena ponsel itu terus berdering.
Hatinya menjadi lega saat melihat nama pemanggil adalah suaminya, Radit.
Dengan wajah berseri-seri, Liona langsung mengangkat panggilan itu "Sayang?" Ucapnya.
"Halo sayang, kau di mana? Apa kau baik-baik saja? Mengapa meninggalkan kamar tanpa memberitahuku?" Tanya Radit dari seberang telpon.
__ADS_1
"Ahh, sayang, aku baik-baik saja. Tapi, aku juga ingin menanyakan hal itu padamu, karena aku baru saja bangun dan ternyata aku ada di rumah sakit.
Ibu juga disini, tapi dia sedang berbicara dengan dokter." Jawab Leora.
"Ah, begitu, di rumah sakit mana kamu berada? Aku akan segera ke situ." Ucap Radit dengan cemas.
"Oh, aku juga tidak tahu, aku akan menanyakannya pada ibu saat ia kembali." Ucap Liona sesaat sebelum pintu kamarnya terbuka lalu Anasta kembali masuk ke dalam kamar.
"Bu, kita ada di rumah sakit mana?" Langsung tanya Liona tanpa menutup sambungan teleponnya.
"Klinik kesehatan Petra." Jawab Anasta.
"Aahh, sayang, kami ada di klinik kesehatan Petra." Ucap Leora ke seberang telepon membuat Anasta sangat terkejut dan langsung merebut ponsel itu dari Liona lalu mematikannya.
"Ada apa Bu?" Tanya Liona kebingungan.
"Dokter bilang kau baik-baik saja. Tapi,, ini masalah besar. Kau,, kau baru saja di culik dari kamar pengantin kalian." Ucap Anasta.
"Apa Bu? Di cu,,," Liona kembali ingat Bagaimana dirinya menerima seorang tamu di dalam kamarnya lalu dia tiba-tiba dibekap dan kehilangan kesadarannya.
"Ibu,, la,, lalu,, apa yang terjadi? Semuanya baik-baik saja 'kan?" Tanya Liona meneteskan air matanya karena sedari tadi ia sudah merasakan ada sesuatu yang aneh dengan bagian pribadinya.
Anasta menatap Liona dengan mata memerah, "Iya sayang,, iya,, semuanya baik-baik saja." Jawab Anasta terisak dengan keras.
"Ibu,, kenapa jadi menangis begini?" Tanya Liona ketakutan.
Pasti ada sesuatu yang disembunyikan ibunya!
@Interaksi
Bantu pencerahannya..... di kolom komentar ajah ya....
__ADS_1