Ranjang Balas Dendam

Ranjang Balas Dendam
BAB 124. Melelahkan hidup bersama pria tampan.


__ADS_3

Setelah acara pelelangan, Leora bermalas-malasan di rumah.


Dan karena iklan WO tertunda, maka Leora mengambil pekerjaan sampul majalah.


Majalah itu adalah majalah yang tidak terlalu terkenal tapi masih bisa bertahan di tengah himpitan eksistensi majalah sosialita.


Leora akan bersama dengan seorang model pemula yang juga berasal dari


Angkasa Raya. Namanya Wira.


Konsep mereka adalah anak SMA yang manis dan segar.


Setelah didandani dengan sempurna, lengkap dengan pakaian SMA, keduanya bersiap untuk pemotretan.


"Kau dari Dunia Hiburan?" Tanya Wira saat mereka menunggu para kru yang sedang mengatur berbagai persiapan untuk pemotretan.


"Ya, semoga kita bisa bekerja sama." Jawab Leora rendah hati.


"Aku harap kita tidak melihat dari agensi mana kita berasal, tapi karena kita sama-sama model pemula maka kita harus berjuang bersama!" Ucap Wira penuh semangat.


"Tentu!" Jawab Leora tersenyum melihat model yang baru berusia belasan tahun itu. Masih semangat dan belum mengenal yang namanya persaingan dalam industri hiburan..


"Oya, berapa umurmu? 18 tahun?" Lagi tanya Wira sambil memperhatikan wajah Leora yang terlihat sangat mudah.


"Haha.... Bagaimana bisa kau berpikir aku berumur 18 tahun?" Leora terkikik.


"Heh,, lalu, apa 16 tahun?" Lagi tanya Wira sambil melihat lekat pada wajah Leora.

__ADS_1


"Hmm,, Aku berumur 20 lebih." Jawab Leora mengagetkan Wira sampai perempuan itu mematung di tempatnya.


Dia memang belum mengenal Leora, karena belum terkenal.


Wira hanya tahu kalau nama Leora adalah Liona. Tapi tidak tahu bahwa Leora adalah saudara kembar Leora palsu.


"20 lebih?! Bagaimana bisa?!" Ucap Wira saat lama tertegun dan kesadarannya sudah kembali pulih.


"Hmm, make up membuatku seperti ini." Jawab Leora dengan santai.


"Make up? Tidak!! Jelas tadi saat kau didandani aku melihat wajah aslimu tanpa make up! Bagaimana mungkin..."


Leora hanya tersenyum melihat kekagetan perempuan itu karena dia juga mendapatkan peran kecil ini karena bantuan make-up yang membuatnya terlihat lebih muda.


Ya meskipun sebenarnya dia sudah memiliki dasar yang sangat baik.


"Ayo, pemotretannya akan di mulai." Ucap sala satu kru produksi pada Leora dan Wira lalu mereka semua bersiap untuk memulai pemotretannya.


Semua orang terlihat puas dengan hasilnya. Apa lagi, mereka bisa kembali dengan cepat.


Begitu pemotretannya selesai, semua perempuan yang ada di dalam ruangan itu langsung terkejut dengan mata melotot saat seorang pria yang tiba-tiba memasuki ruang pemotretan mereka.


"Si,, siapa lelaki tampan ini?!"


"Ohh,, pangeran dari kerajaan mana Yang yang nyasar di tempat kita?"


"Ya Tuhan!! Aku ingin memilikinya!"

__ADS_1


Perempuan-perempuan di ruangan itu mengungkapkan kekagumannya satu persatu membuat para lelaki yang ada di ruangan itu hanya bisa berdecak kesal saat melihat saingan mereka.


"Apa yang kalian pikirkan?! Cepat lanjutkan pekerjaan!" Gerutu salah seorang pria yang sedang mengangkat sebuah kotak berisi peralatan make up namun dihalangi oleh para perempuan yang berdiri di depan pintu.


"Dasar gila! Bagaimana bisa kalian tidak menghargai pria tampan?!" Teriak salah seorang perempuan yang merasa kesal.


"Cih! Jadi maksud kalian, pria yang tidak tampan menurut penilaian Kalian tidak perlu dihargai?


Kalau begitu, perempuan seperti kalian juga tidak perlu dihargai! Sama sekali tidak cantik!" Balas seorang pria membuat ruangan itu dipenuhi adu mulut antara kubu perempuan dan kubu laki-laki.


Leora dan Wira yang duduk bersama hanya bisa tersenyum melihat kelakuan mereka.


"Kak Liona, aku tidak menyangka, mereka bisa bertengkar hanya karena satu orang pria!


Kekuatan dari ketampan memang layak dijadikan senjata!" Ucap Wira menggeleng kepala.


"H,mm,, benar," jawab Leora tersenyum. Ia sedang mengingat ketampanan suaminya!


"Tapi Kak, siapa pria itu? Mengapa dia datang dan hanya berdiri di samping pintu dengan wajah datarnya?" Tanya Wira yang sama sekali tidak tertarik dengan Yosi.


"Kau tidak tertarik padanya?" Tanya Leora.


"Hu,, kalau aku mendapatkan kekasih seperti dia, aku akan hidup dalam banyak masalah!


Terlebih, masalah itu adalah masalah cinta segitiga!" Ucap Wira dengan acuh!


Untuk apa memiliki hubungan dengan seorang pria tampan?

__ADS_1


Hanya menimbulkan masalah dari keirian perempuan-perempuan yang ingin memiliki pria tampan dan memesona!


Betapa melelahkannya hidup seperti itu!


__ADS_2