Ranjang Balas Dendam

Ranjang Balas Dendam
BAB 128. Hadiah dari Liona untuk Tetua


__ADS_3

Pesta penyambutan kepulangan Tetua dari luar negeri akhirnya digelar.


Di malam yang cerah dengan bintang menghiasi langit ditambah kemeriahan lampu-lampu yang dipajang di halaman belakang rumah Casiora membuat pesta itu terasa nyaman untuk semua orang. Mulai dari anak-anak hingga orang tua.


Satu per satu orang menyapa Tetua yang duduk di bangku paling tengah bersama seluruh keluarga utama.


"Ah, kakek, Radit sudah tiba di depan. Aku akan pergi menyambutnya." Ucap Liona saat mendapat pesan dari Radit.


"Ah,, pergilah. Jangan membuatnya menunggu lama." Jawab Tetua dan membiarkan Liona meninggalkan meja bundar itu.


Setelah Liona pergi, Tetua kembali berbincang dengan salah seorang teman lamanya yang datang menyapanya.


"Wahh! Teman lama ku! Kau jadi terlihat lebih muda setelah kembali dari luar negeri!" Ucap Sutrisno dengan senyum lebarnya membuat semua kerutan di wajahnya langsung muncul menyapa semua yang melihatnya.


"Hahah,, Aku bahkan berpikir kalau kau terlihat lebih muda setelah lama berdiam diri di desa.


Aku dengar, udara di sana sangat bagus untuk kesehatan! Mengapa kau kembali lagi ke Ibu kota?"


"Ahh! Di desa aku hanya tinggal dengan seorang pembantu saja, tidak ada cucu dan anak-anak yang menemani!

__ADS_1


Mereka semua membenci jalanan desa yang berlumpur!" Jawab Sutrisno sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Tetua tertawa "Anak muda memang seperti itu."


"Benar! Tapi aku dengar sala satu cucumu sudah menikah?


Bahkan beberapa bulan yang lalu cucu pertamamu baru saja mendapat penghargaan sebagai model terbaik nasional?!


Wahh!! Kau pasti bangga pada mereka!" Puji Sutrisno.


"Haha,, ya,, Mungkin sebentar lagi aku akan mempunyai cicit!" Tawa Tetua.


"Ahh, ini dia, Leora, cucu pertamaku yang baru saja mendapat penghargaan! Ini adalah Radit, tunangannya." Tetua langsung memperkenalkan Liona dan Radit.


"Salam," ucap Liona pada Sutrisno.


"Wahh!! Hebat! Selain memiliki cucu yang berbakti, kau juga memiliki calon cucu menantu yang hebat!" Sutrisno menilai bagaimana penampilan dan pembawaan Radit, ia bisa mengetahui kalau lelaki itu sudah membuat bangga banyak orang dan memiliki keluarga yang sepadan dengan Casiora.


"Hahah,, kau bisa saja!" Tawa Tetua.

__ADS_1


"Lalu, dimana cucumu yang satunya? Apakah dia?" Lagi tanya Sutrisno sembari memandang pada seorang perempuan yang sangat menarik perhatiannya di samping Tetua.


"Salam, saya Liona," ucap Leora langsung memperkenalkan diri.


"Perempuan muda yang sopan!" Puji Sutrisno.


"Terima kasih." Jawab Leora dibalas anggukan Sutrisno.


"Oya Kakek, aku dan Radit menyiapkan sebuah hadiah untuk menyambut kepulangan kakek dari luar." Tiba-tiba kata Liona membuat semua orang langsung mengarahkan perhatiannya pada sebuah lukisan yang dibungkus kain hitam di tangan Radit.


"Wahhh!! Cucumu benar-benar pengertian! Bahkan sampai menyiapkan hadiah!" Lagi puji Sutrisno.


"Terima kasih. Ini adalah lukisan yang secara khusus kupilih bersama Radit." Semoga Kakek menyukainya." Ucap Liona lalu membantu Radit membuka kain hitam penutup lukisan.


Begitu lukisannya diperlihatkan, semua orang terkejut karena mereka semua sudah mendengar desas-desus kalau lukisan itu telah laku dengan harga senilai 3,5 miliar.


Tapi mereka tidak menyangka kalau lukisan yang dibeli Radit senilai 3,5 miliar itu akan dijadikan sebagai hadiah penyambutan Tetua.


Semua orang langsung memuji pasangan yang membawa lukisan itu.

__ADS_1


__ADS_2