Ranjang Balas Dendam

Ranjang Balas Dendam
BAB 44. Kota K


__ADS_3

...Tidak perlu menjemputku malam nanti mama aku sudah berangkat ke kota K untuk pekerjaan....


Isi pesan Leora yang dikirim ke nomor pribadi angkasa.


Hatinya terasa diremas saat pesan itu sudah terkirim. Tapi apa yang bisa dia lakukan karena sekarang, pesawat mereka akan segera berangkat.


"Silahkan Kak Liona," ucap Riani yang menjadi asisten sementara Leora selama ia melakukan pemotretan di kota K.


"Terima kasih Riani." Ucap Leora lalu keduanya meninggalkan Ibu Kota.


Setelah mereka tiba di kota K, Leora begitu terkejut saat ia langsung dibawa ke sebuah bar terkenal di kota K.


"Mengapa kita kesini?" Tanya Leora pada asistennya.


"Oh, ini, kita akan bertemu dengan beberapa petinggi yang menanam modal untuk perusahaan AQ. Semua model sudah tiba lebih dulu dan kita adalah yang terakhir kemari." Jelas Riani membuat Leora mengerutkan keningnya.


Begitu mereka memasuki ruangan private, Riani tidak terus untuk duduk, assistant itu hanya pergi ke ruangan di sebelahnya untuk berkumpul bersama orang lain.


Sementara Leora langsung merasa kesal saat melihat beberapa model yang akan menjadi partnernya sedang duduk di samping para pria yang sedang minum. Mereka menggunakan pakaian yang memamerkan seberapa panjang belahan dada mereka.


Tangan mereka melingkar di antara lengan pria tua dan,,,


'Ini benar-benar menjijikkan. Pantas saja Dunia Hiburan tidak pernah maju seperti Angkasa Raya, ini bukan tentang soal siapa yang memimpin, tapi bagaimana cara mereka bermain di dalam industri hiburan.' gumamnya.


Leora berusaha bersikap patuh dengan meneladani orang-orang itu meski ia sebenarnya menjaga jarak dan berusaha supaya tidak mengkonsumsi setiap minuman yang diberikan padanya.


Baru dua jam dia duduk di sana dan handuk kecil yang ia gunakan untuk memuntahkan setiap minumannya sudah sangat basah.


Leora berpura-pura pusing dan meminta izin untuk meninggalkan ruangan itu.


Ia langsung pergi ke toilet yang berada di luar ruangan

__ADS_1


"Hah,, aku tidak percaya ini. Selama aku menjalani karirku di industri hiburan, belum pernah aku mengalami hal seperti ini.


Huh,, perusahaan besar memang memiliki perbedaan yang sangat jauh dengan sebuah perusahaan kecil.


Tiba-tiba aku Jadi menyesal memilih Dunia Hiburan ketimbang Angkasa Raya." Ucap Leora memandangi wajahnya di cermin.


Setelah selesai dari toilet, Leora langsung keluar dan tak sengaja bertemu seorang pria yang telah mengabaikan nya.


"Oh, halo Liona." Sapa pria yang setengah mabuk itu.


Leora tidak memperdulikan Radit dan hanya memberi hormat pada pria itu sebelum pergi meninggalkannya.


Dari belakang punggungnya ia bisa mendengar pria itu memanggil namanya tapi Leora tidak mau menoleh.


Saat akan memasuki ruangan, Leona terkejut karena Riani tiba-tiba menariknya ke pojokan.


"Ada apa?" Tanya Leora.


"Kau,, yang kau maksud itu bukan sebuah kamar 'kan?" Tanya Leora tak percaya.


"Hei,, ayolah Kak, semua orang ingat lakukan ini untuk memperlancar karir di industri hiburan. Bahkan Kak Linda tidak pernah ragu-ragu melakukannya." Lagi kata Riani.


"Hm, baiklah." Jawab Leora membuat perempuan di depannya tersenyum sebelum menepuk lengan Leora dan meninggalkan Leora.


"Dunia Hiburan, aku sudah berniat masuk memilih perusahaan itu untuk membesarkan nama mereka sebagai ucapan terima kasih.


Tapi sepertinya mereka benar-benar tidak tahu diri, bisa-bisanya menyuruhku menjadi seorang pelacur!" Gerutu Leora berjalan ke arah lift lalu pergi ke lantai lima.


Begitu tiba di kamar 507, Leora melihat nomor kamar itu dan hendak membuka pintunya. Pintunya belum terbuka saat terkejut karena seseorang menarik pinggangnya.


"Ahh!" Leora menahan teriakannya saat mengetahui pria yang menariknya adalah suaminya sendiri.

__ADS_1


Leora langsung merasa lega dan memeluk Angkasa dengan erat.


"Kau disini.?" Katanya dnegan manja.


"Tuan!" Ucap seseorang dari belakang Angkasa.


Leora langsung menarik tangannya dan berdiri bersama Angkasa seolah mereka tidak melakukan apapun.


Sementara pria yang merupakan rekan bisnis Angkasa langsung tersenyum dan berbincang kecil dengan Angkasa.


Setelah meninggalkan Angkasa, pria itu langsung berbicara dengan bawahannya. "Aku mau kalian mendapatkan gadis yang baru saja bersama dengan Tuan Angkasa. Aku akan menjadikannya sebagai hadiah. " perintah pria itu.


"Baik Tuan." Jawab bawahannya.


Setelah Angkasa berbicara dengan rekan bisnisnya, ia langsung menarik Leora ke sebuah sudut.


"Apa yang kau lakukan di sini?" Tanyanya.


"Aku sedang bekerja." Jawab Leora.


"Pekerjaan Apa yang dilakukan seorang model di sebuah bar?" Tanya Angkasa tak mau dibohongi perempuan.


"Tenang saja, aku bisa mengatasinya." Ucap Leora membuat Angkasa menghela nafasnya.


"Oya, jam berapa kau pulang?" Lagi tanya Leora.


"Masih ada dua pertemuan lagi. Bagaimana denganmu?" Tanya Angkasa.


"Kalau begitu, kita bisa pulang bersama." Kata Leora dengan bahagia sambil memeluk erat Angkasa.


'Aku tidak pernah tahu kalau kami ternyata dipertemukan di kota K.' Gumamnya penuh kebahagiaan.

__ADS_1


__ADS_2